• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PEWARIS NABI DAN PEWARIS GOSIP

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
June 20, 2025
in Feature
0
PEWARIS NABI DAN PEWARIS GOSIP
Share on FacebookShare on Twitter
Muhammad Yamin Nasution

Oleh M. Yamin Nasution, S.H. – Pemerhati Hukum

“Ilmu sejati adalah yang lahir dari perpaduan antara akal yang jernih, intuisi ruhani yang tajam, dan cahaya wahyu ilahi. Tanpa salah satu darinya, pengetahuan menjadi cacat.”

—Mulla Sadra (Ṣadr al-Dīn al-Shīrāzī)

 Di satu sisi dunia, berdirilah seorang lelaki tua bersorban hitam. Tenang. Tak banyak bicara. Tapi setiap katanya mengguncang gendang telinga para penindas. Ia bukan selebritas. Bukan pengamat dadakan. Ia adalah Sayyid-turunan Rasulullah.

Namun warisannya bukan sorban atau status. Ia warisi keberanian menegakkan kebenaran, bahkan saat dunia Islam memilih diam terhadap Gaza. Ia penuhi perintah Allah: menegakkan keadilan.

“Dan langit telah Dia tinggikan, dan Dia letakkan timbangan (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas dalam menimbang. Tegakkanlah timbangan itu dengan adil.” QS. Ar-Rahman: 7–9

Sayyid dari Persia, menunjukkan: wanita islam memiliki ilmu pengetahuan dan tekhnologi diatas wanita liberal. Menunjukkan bangsa Islam mampu menjadi harapan ditengah ketidakadilan dunia  barat.

Sementara itu, di sisi lain negeri ini, Indonesia, negeri seribu pesantren, mikrofon bersuara. Tapi bukan untuk membela Palestina. Bukan untuk membongkar ketidakadilan. Melainkan untuk mencaci para Habib.

Untuk membelah siapa yang “layak” dan “tidak layak” disebut keturunan Nabi. Di mana suara para ulama? Para kiai?

Mereka sibuk, bukan dengan menimbang keadilan, tapi mencaci, merendahkan sesama islam dengan cemooh tentang habib. Ustadz, kyai lain memperdebatkan hukum fiqih yang telah ratusan tahun jadi perbedaan. Sibuk dengan khilafiah. Tapi lupa bahwa Al-Qur’an tak pernah memerintahkan untuk mempermasalahkan khilafiah.

Yang diperintahkan adalah berbicara tentang keadilan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri…” —QS. An-Nisa: 135

Lalu mengapa mereka diam? Bukan kah surat ini perintah Allah? Apakah perintah Allah dapat ditawar?

Snouck Hurgronje, dalam riset kolonialnya yang dikutip oleh Edward W. Said dalam Orientalism, mencatat bahwa umat Islam, jika mereka taat kepada Allah dengan sadar, akan berani berbicara, bahkan menjatuhkan kekuasaan yang zalim.

Karena itu, penjajah Belanda memanipulasi perbedaan mazhab, menebalkan perdebatan hukum syariat, agar umat sibuk dengan detail ritual, dan lupa akan perintah ilahi: menegakkan keadilan.

Warisan itu tetap hidup hingga kini. Mereka bicara tentang kemurnian turunan Nabi. Melupakan kemurnian ajaran Nabi. Mereka bicara perbedaan qunut. Tapi tidak bicara kekejaman Israel. Mereka bicara detail najis.Tapi diam saat umat dijajah. Mereka bicara siapa Habib asli. Tapi tak pernah bicara tentang darah anak-anak di Rafah.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain…” —QS. Al-Hujurat: 11

“Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Sukakah kamu memakan daging saudaramu yang telah mati?” —QS. Al-Hujurat: 12

Maka pertanyaannya:

Siapa pewaris Nabi yang sesungguhnya? Yang mewarisi darah dan keberanian?

Atau yang mewarisi sorban dan rating podcast?

Sayyid di Iran sana berbicara demi Gaza. Di sini, para pemuka agama saling memotong khutbah di televisi. Sayyid memikul amanat nubuwah. Kita? Sibuk dengan debat yang tak akan pernah selesai, dan memang tidak perlu.

“Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” —QS. Al-Ahzab: 33

Maka siapa yang berdiri di sisi Rasul? Yang berbicara tentang keadilan dan ketertindasan? Atau yang menjual tafsir untuk panggung dan pengaruh?

Kesimpulan

Umat Islam pernah menjadi pembebas, bukan karena fikih, tetapi karena ketaatan kepada nilai ilahi: menegakkan keadilan. Kini, banyak ulama dan cendekia lupa:

Allah tidak bertanya soal mazhabmu, tapi bertanya: apakah kerjakan perintah ku? Apakah kau tegakkan keadilan?

Dan keturunan langit bukan yang disambut di panggung. Mereka berdiri di bawah langit, berteriak untuk Gaza, dan berdiri diatas ketidakadilan yang dialami warga Indonesia, yang diusir, disiksa bahkan tertembak mempertahankantanahnya, yang melacurkan diri karena kemiskinannya. Keturunan langit itu diam-diam Allah tulis namanya di sisi para syuhada.

Discalimer :

Tulisan ini adalah kritik moral terhadap seluruh tokoh ummat : diam atas ketidakadilan yang terjadi, mengabaikan perintah untuk bicara atas ketidakadilan, dan orang-orang mencari kemurnian turunan Nabi SAW dan saat bersamaan melupakan kemurnian ajaran Nabi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jerat Cinta di Dunia Maya: Ketika Akal Sehat Tunduk pada Rasa

Next Post

World-Class, Village-Hearted: Penglipuran’s Journey Beyond the Award

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
World-Class, Village-Hearted: Penglipuran’s Journey Beyond the Award

World-Class, Village-Hearted: Penglipuran’s Journey Beyond the Award

Metamorfosis Amien Rais: dari Raksasa Menjadi Kurcaci

Metamorfosis Amien Rais: dari Raksasa Menjadi Kurcaci

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...