• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Metamorfosis Amien Rais: dari Raksasa Menjadi Kurcaci

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 21, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Metamorfosis Amien Rais: dari Raksasa Menjadi Kurcaci
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Bermula dari menjadi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, lalu menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, gerakan Reformasi 1998 melambungkan namanya dan menyulap Amien Rais menjadi seorang raksasa yang perkasa. Ia bermetamorfosis.

Sedemikian perkasanya, sampai-sampai ia berhasil memimpin mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya menduduki Gedung DPR/MPR dan kemudian menggulingkan Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998 atau sehari setelah peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Hari itu menjadi Hari Kebangkrutan Nasional. Terutama bagi Soeharto.

Amien Rais kemudian mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) dan ikut Pemilu 1999, lalu terpilih menjadi Ketua MPR meskipun PAN bukan pemenang. Pemenangnya adalah PDI Perjuangan.

Tidak itu saja. Amien Rais berhasil membentuk Poros Tengah dan merekayasa Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang partainya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bukan pemenang pemilu, menjadi Presiden RI. Megawati Soekarnoputri yang partainya, PDIP menjadi pemenang pemilu cukuplah menjadi wakil presiden saja.

Dua tahun kemudian, tepatnya 21 Juli 2001, Amien Rais melalui MPR yang dipimpinnya berhasil menjatuhkan Gus Dur dan menaikkan Megawati ke kursi Presiden RI. Demikian perkasanya Amien Rais.

Waktu berlalu. Lambat laun pengaruh Amien Rais di dunia politik kian memudar. Apalagi setelah Joko Widodo terpilih menjadi Presiden RI pada Pemilu 2014 dan terpilih lagi di Pemilu 2019. Kharisma pakar politik Timur Tengah itu terus memudar.

Puncaknya adalah perseteruannya dengan sang besan saat itu, Zulkifli Hasan dalam Kongres PAN tahun 2020. Zulhas terpilih menjadi Ketua Umum PAN. Amien Rais pun terpental.

Pada 2021, Amien mendirikan Partai Ummat dan menobatkan menantunya, Ridho Rahmadi sebagai ketua umum.

Namun, dalam Pemilu 2024, Partai Ummat hanya berhasil mengais suara sekitar 1 persen saja. Jauh dari parliamentary threshold 4 persen, sehingga gagal manggung di Senayan.

Akhir 2024 lalu, Amien mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Ummat secara sepihak. Forum musyawarah nasional, musyawarah wilayah dan musyawarah daerah ditiadakan. Kekuasaan terpusat pada Majelis Syura yang diketuai dirinya.

Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, itu juga mengangkat kembali menantunya, Ridho Rahmadi sebagai Ketua Umum Partai Ummat meskipun sudah terbukti gagal memimpin.

Akhirnya, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Daerah Istimewa Yogyakarta membubarkan diri. Sebanyak 34 DPW Partai Ummat lainnya melapor ke Mahkamah Partai Ummat. Mereka juga menyurati Kementerian Hukum agar tidak mengesahkan perubahan AD/ART Partai Ummat yang diajukan Amien Rais. Mereka juga siap menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Musababnya sama: sikap diktator Amien Rais.

Amien Rais yang sebelumnya merupakan pentolan demokrasi, kini justru menjadi tidak demokratis ketika menguasai Partai Ummat. Dari demokrat menjadi diktator.

Akibatnya, ia ditinggalkan para pendukungnya. Implikasinya, Amien Rais seperti bermetamorfosis dari raksasa menjadi kurcaci.

Kurcaci adalah humanoid atau makhluk yang menyerupai manusia, baik secara fisik maupun perilaku, namun ukurannya lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan dengan manusia.

Bukan Kekuasaan yang Merusak Watak

Pertanyaannya, mengapa Amien Rais yang suka “khutbah” tentang demokrasi justru bersikap tidak demokratis ketika memegang kuasa?

Mengapa ada semacam paradoks dalam diri Amien Rais, di mana tindakannya bertentangan dengan ucapannya?

Itulah kekuasaan. Dan kekuasaan punya logikanya sendiri.

Karakter Amien Rais pun sepertinya sudah rusak. Tapi bukan disebabkan oleh kekuasaan, melainkan oleh ketakutan. Amien Rais dilanda ketakutan, sehingga karakternya menjadi rusak. Takut kehilangan kekuasaan.

Masih terngiang dalam benak kita ketika Aung San Suu Kyi, kini mantan pemimpin Myanmar, menyampaikan pidato saat menerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991. Katanya, “Bukan kekuasaan yang merusak watak (karakter) manusia, melainkan ketakutan. Takut kehilangan kekuasaan merusak watak mereka yang berkuasa, takut dilanda kekuasaan merusak watak mereka yang dikuasai.”

Amien Rais saat ini adalah pengendali dan pemegang kuasa tertinggi atas Partai Ummat. Sayangnya, ia hanya seorang kurcaci.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

World-Class, Village-Hearted: Penglipuran’s Journey Beyond the Award

Next Post

ERA JOKOWI, INTELIJEN NEGARA MATA-MATA TUKANG PARKIR

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
ERA JOKOWI, INTELIJEN NEGARA MATA-MATA TUKANG PARKIR

ERA JOKOWI, INTELIJEN NEGARA MATA-MATA TUKANG PARKIR

Ironi Negeri Lumbung Padi: Ketika Rakyat Masih Harus Antri Beras

Ironi Negeri Lumbung Padi: Ketika Rakyat Masih Harus Antri Beras

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...