• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ironi Negeri Lumbung Padi: Ketika Rakyat Masih Harus Antri Beras

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 21, 2025
in Economy, Feature
0
Ironi Negeri Lumbung Padi: Ketika Rakyat Masih Harus Antri Beras
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat


Antri beras. Dua kata yang sederhana, namun menyimpan makna yang dalam tentang realitas kehidupan rakyat di sebuah negeri agraris. Indonesia, yang dulu dijuluki “lumbung padi Asia”, kini masih menyaksikan rakyatnya berdiri berjam-jam demi mendapatkan beras. Pertanyaannya: mengapa ini bisa terjadi?

Antrian beras mencerminkan masalah serius dalam sistem pangan kita. Fenomena ini tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor penyebabnya:

  • Kelangkaan beras, akibat keterlambatan masa panen dan minimnya pasokan dari sentra produksi padi.
  • Kenaikan harga, didorong oleh mahalnya harga gabah dan biaya produksi yang membebani petani.
  • Inflasi, yang menurunkan daya beli masyarakat, memaksa mereka berburu beras murah.
  • Masalah irigasi dan pupuk, yang menyebabkan gagal panen.
  • Ketergantungan pada impor, yang membuat Indonesia rentan terhadap gejolak pasar global.
  • Distribusi tidak merata, akibat infrastruktur yang belum memadai dan birokrasi yang rumit.

Fenomena ini menandakan bahwa produksi saja tidak cukup. Distribusi, stabilitas harga, serta ketahanan sistem pangan secara menyeluruh adalah kunci.

Langkah Pemerintah: Dari Retorika ke Realisasi

Pemerintah melalui berbagai lembaga telah mencoba mengatasi masalah ini. Perum Bulog, misalnya, mencatatkan rekor cadangan beras sebesar 4 juta ton hingga Mei 2025. Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya menjaga surplus beras nasional sebagai benteng menghadapi ancaman krisis pangan global.

Beberapa kebijakan strategis yang telah dan sedang dijalankan, antara lain:

  1. Operasi Pasar, untuk memotong rantai distribusi yang berlapis-lapis dan menstabilkan harga.
  2. Peran Koperasi Desa Merah Putih, untuk mendekatkan layanan pertanian langsung ke petani dan konsumen.
  3. Pengawasan Distribusi, agar tidak ada penyimpangan dalam rantai pasok.
  4. Bantuan Pangan, seperti distribusi beras 10 kg ke 22 juta penerima manfaat.
  5. Program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), guna menjaga kestabilan harga di pasar.
  6. Gerakan Pangan Murah, yang menyediakan pangan sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi).
  7. Optimalisasi Produksi, dengan target produksi 34,6 juta ton pada musim tanam 2024/2025.

Bukan Sekadar Produksi, Tapi Keadilan Akses

Pemerintah boleh bangga dengan surplus dan rekor stok, tapi pertanyaannya: apakah rakyat ikut menikmatinya? Apa gunanya panen melimpah jika rakyat tetap harus antri demi sebungkus beras?

Pelajaran penting bisa dipetik dari Jepang. Negara ini tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi memastikan distribusi berjalan rapi, tepat sasaran, dan tidak menindas petani kecil maupun konsumen.

Penutup: Jangan Biarkan Negeri Ini Mengulang Luka yang Sama

Kita semua tentu berharap, Indonesia tak lagi mengenal fenomena antri beras sebagai hal yang lumrah. Jika produksi meningkat tapi distribusi dan akses tetap timpang, maka kebijakan pangan hanya akan menjadi retorika kosong tanpa rasa.

Masyarakat butuh kehadiran negara yang adil dan sigap—bukan sekadar slogan surplus, tapi jaminan bahwa setiap perut rakyat tak perlu mengantri untuk kenyang.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ERA JOKOWI, INTELIJEN NEGARA MATA-MATA TUKANG PARKIR

Next Post

Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN
Feature

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026
Feature

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Next Post
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

Sertifikat Tanah Terbit Di Era Jokowi Dibatalkan di Era Prabowo

Proses Ubah HGB ke SHM Kini Bisa Dilakukan Secara Online Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

June 11, 2026
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...