• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Piala Dunia Qatar dan Kebanggaan Timur Tengah

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 17, 2022
in Feature
0
Piala Dunia Qatar dan Kebanggaan Timur Tengah

Foto ilustrasi: Getty Images/Lionel Hahn

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: M Syaroni Rofii

Jakarta – Qatar layak mendapat acungan jempol atas prestasinya menyelenggarakan Piala Dunia untuk pertama kalinya di jazirah Arab. Ketika Qatar diumumkan terpilih sebagai tuan rumah menyingkirkan Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Australia, pers Barat ramai-ramai mengkritik keputusan FIFA. Bagi para pengkritik, penyelenggaraan turnamen sepakbola terbesar di dunia tidak layak diselenggarakan di Timur Tengah karena kondisi alam dan ketersediaan infrastruktur.

Namun, pihak Qatar mengerahkan segenap energi untuk memastikan penyelenggaraan Piala Dunia berjalan lancar. Untuk mencapai target, Qatar mengerahkan 26.000 pekerja untuk membangun tujuh stadium baru dengan standar internasional. Qatar bekerja sama dengan negara tetangga seperti Uni Emirates Arab dan Saudi Arabia untuk menyediakan akomodasi jika Qatar mengalami kekurangan tempat penginapan. Bagi Qatar, menjadi tuan rumah adalah bagian dari membangun reputasi internasional.
Dalam perjalanannya, rencana Qatar tidak berjalan mulus. Ada banyak aral melintang yang berpotensi mengganggu persiapan mereka. Mulai dari kampanye negatif terkait kapasitas Qatar menyelenggarakan turnamen olahraga, konflik politik dengan negara tetangga, hingga pandemi Covid-19.

Ketika Presiden FIFA, kala itu Sepp Blatter, mengumumkan Qatar keluar sebagai pemenang menyebutnya sebagai “perkembangan sepakbola di daratan yang baru”, sebagian kalangan tidak menerima keputusan FIFA. Jaksa Amerika Serikat sempat melakukan investigasi seputar kemungkinan adanya korupsi dalam proses bidding. Qatar dibombardir oleh isu seputar pelanggaran hak asasi manusia para pekerja yang diupah dengan harga murah. Bahkan, Eric Cantona, seorang legenda sepakbola Prancis yang juga mantan pemain Manchester United pada awal 2022 menyatakan tidak akan menonton Piala Dunia 2022. Ia menyebut penyelenggaraan Piala Dunia di Qatar “hanya urusan uang”, sebagai bentuk kritiknya terhadap persiapan infrastruktur pertandingan yang menyebabkan korban jiwa dari kalangan pekerja (Middle East Eye, 1/2022).

Belum selesai urusan kampanye hubungan masyarakat, Qatar diisolasi oleh negara tetangganya. Di tengah-tengah persiapan membangun infrastruktur, pada 2017 negara-negara Teluk yang dipimpin oleh Saudi Arabia menjatuhkan sanksi kepada Qatar. Negara tetangga mengisolasi Qatar karena dianggap bersekutu dengan Iran. Saudi Arabia dan asosiasi negara Teluk menjatuhkan kebijakan isolasi berupa pelarangan terbang maskapai Qatar ke wilayah negara Teluk, pembatasan akses terhadap stasiun Aljazeera, penghentian ekspor bahan pokok ke Qatar serta pengusiran diplomat Qatar dari negara Teluk. Isolasi ini memberi dampak langsung terhadap persiapan Piala Dunia.

Dan, tentu saja faktor pandemi Covid-19 menjadi variabel yang tidak boleh dinegasikan. Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Turnamen olahraga seperti Liga Champions sempat dihentikan. Olimpiade 2020 Jepang yang semestinya berlangsung pada 2020 digeser menjadi 2021. Kondisi inilah yang membawa keraguan bagi pihak Qatar tentang ekspektasi dan realitas yang dihadapi. Sebagai negara yang mengandalkan sektor jasa, pandemi menjadi pukulan telak bagi mereka.

Bertahan di Tengah Badai

Di tengah banyaknya rintangan, Qatar bisa bertahan. Peristiwa demi peristiwa dilewati oleh Qatar. Krisis politik kawasan mampu diatasi setelah disepakati normalisasi hubungan dengan negara-negara Teluk pada 2021 di bawah supervisi Amerika Serikat. Sejak 2021 hingga sekarang hubungan baik Qatar dengan negara tetangga menjadi kunci suksesnya Piala Dunia tahun ini.

Saat prosesi pembukaan, Qatar berhasil meyakinkan para pemimpin negara-negara kunci untuk hadir secara langsung untuk mengirim pesan kepada dunia bahwa Qatar dan negara tetangga telah berdamai. Kehadiran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Pangeran Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden Mesir Jendral Sisi saat acara pembukaan Piala Dunia menegaskan pesan itu.

Kunci lainnya, keberhasilan Qatar mengambil hati para petinggi FIFA. Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan secara khusus menggelar jumpa pers satu arah di hadapan media internasional sehari sebelum pembukaan. Orang nomor satu di FIFA itu menyinggung isu politik yang selama ini dihindari oleh otoritas olahraga. Infantino menyebut secara tegas adanya “kemunafikan” yang membayangi masyarakat internasional: “Apa yang kita (orang Eropa) telah lakukan selama 3,000 tahun silam, kita semestinya meminta maaf untuk 3,000 tahun mendatang sebelum memberikan pelajaran moral…Reformasi dan perubahan butuh waktu. Ia membutuhkan ratusan tahun di negara-negara kita di Eropa. Ia butuh waktu di mana pun itu, caranya adalah dengan melibatkan mereka…bukan dengan membentak.”.

Pada akhirnya, Piala Dunia kini memasuki tahap akhir. Final akan berlangsung pada 18 Desember di Lusail Iconic Stadium. Sebuah stadion dengan kapasitas 89.000 penonton. Qatar menutup 2022 dengan sempurna. Keberhasilan menggelar event olahraga terbesar di dunia menjadi kebanggaan tersendiri buat Syekh Tamim bin Hamad At-Tsani. Menjadi kebanggaan buat Timur Tengah dan Jazirah Arab. Andai Maroko juara dunia, maka kebahagiaan Timur Tengah kian sempurna.

M Syaroni Rofii, Dosen Program Magister Ketahanan Nasional, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia; Sekretaris Program Doktor Kajian Stratejik dan Global; Pemerhati Timur Tengah.

Dikutip dari detik.com, Sabtu 17 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Cukup Satu Periode

Next Post

PWI Cabut Keanggotaan Wartawan Umbaran, Wilson Lalengke: Itu Tindakan Brutal dan Sangat Disayangkan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
PWI Cabut Keanggotaan Wartawan Umbaran, Wilson Lalengke: Itu Tindakan Brutal dan Sangat Disayangkan

PWI Cabut Keanggotaan Wartawan Umbaran, Wilson Lalengke: Itu Tindakan Brutal dan Sangat Disayangkan

KPU Membebani Rakyat

FAIRNESS DALAM PEMILU

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist