JAKARTA, fusilatnews.– – Pejuang separatis di wilayah Papua, Indonesia, telah menyandera pilot Selandia Baru setelah membakar pesawat komersial kecil ketika mendarat di daerah dataran tinggi terpencil pada Selasa, kata kelompok pro-kemerdekaan dalam sebuah pernyataan.
Seorang juru bicara polisi di provinsi Papua, Ignatius Benny Adi Prabowo, mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut, dengan personel polisi dan militer dikirim ke daerah tersebut untuk menemukan pilot dan lima penumpang.
“Kami tidak bisa mengirim banyak personel ke sana karena Nduga adalah daerah yang sulit dijangkau. Kami hanya bisa pergi ke sana dengan pesawat,” katanya.
Seorang juru bicara militer di Papua, Herman Taryaman, mengatakan pilot telah diidentifikasi sebagai Kapten Philip Merthens dan tidak jelas apakah lima penumpang yang ikut juga diculik.
Pesawat yang dioperasikan oleh Susi Air mendarat dengan selamat pada Selasa pagi, sebelum diserang oleh pejuang pemberontak, kata pihak berwenang.
TPNPB tidak menyebutkan penumpang, tetapi mengatakan ini adalah kedua kalinya kelompok itu melakukan penyanderaan. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1996.
Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta dan Kementerian Luar Negeri Indonesia tidak segera menanggapi permintaan komentar
Provinsi paling timur Indonesia telah didera pertempuran tingkat rendah untuk kemerdekaan sejak wilayah yang kaya sumber daya secara kontroversial dibawa ke bawah kendali Indonesia dalam pemungutan suara yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1969.
Sementara Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyebut, memberi keterangan bahwa Pilot Susi Air Philips Marthen dan 15 pekerja pembangunan puskesmas telah dibawa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya keluar dari Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
“Pilot dan 15 karyawan dibawa keluar dari Distrik Paro,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (7/2/2023). Kondisi Pilot hingga Sempat Hilang Kontak Sebelumnya, KKB dikabarkan mengancam 15 pekerja bangunan yang membangun Puskesmas Paro, sejak Sabtu (4/2/2023). Kemudian KKB membakar pesawat Susi Air PK-BVY yang mendarat di Landasan Terbang Paro dan membawa pilot berkewarganegaraan Selandia Baru tersebut. Fakhiri mengatakan, TNI-Polri tengah berusaha berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk membantu berkomunikasi dengan Egianus Kogoya agar pilot dan 15 pekerja itu bisa dibebaskan. “Kami sedang berupaya untuk berkoordinasi dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat, mudah-mudahan bisa bernegosiasi agar yang disandera bisa dilepas,” kata dia.
Konflik telah meningkat secara signifikan sejak 2018, dengan para pejuang pro-kemerdekaan melakukan serangan yang lebih mematikan dan lebih sering.
Meningkatnya intensitas serangan-serangan ini dimungkinkan oleh peningkatan kemampuan untuk memperoleh lebih banyak senjata, termasuk dengan merampok dan mencuri dari pos-pos tentara, pembelian lintas batas dan penjualan ilegal senjata-senjata yang dikeluarkan pemerintah, kata Institut Analisis Kebijakan Konflik dalam laporan tahun lalu.
Pendiri Susi Air dan mantan Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan di Twitter dia berdoa untuk keselamatan pilot dan penumpang.
























