• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pintu-Pintu Masuk Penjajahan Sistemik

fusilat by fusilat
November 28, 2025
in Feature, Politik
0
Pintu-Pintu Masuk Penjajahan Sistemik
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Malika Dwi Ana (28 November 2025)

Ada penjajahan baru yang sedang berlangsung di republik ini. Ia tidak memakai senapan, tidak mengibarkan bendera asing, tapi sangat efektif: ia masuk lewat konstitusi kita sendiri. Tepatnya, lewat tiga pintu besar yang sengaja dibuka pada amandemen UUD 1945 tahun 1999–2002. Ketiga pintu itu saling mengunci satu sama lain, menciptakan lingkaran setan yang sempurna.

Pintu Pertama: MPR Didegradasi
MPR yang semula adalah lembaga tertinggi negara (penjelmaan seluruh rakyat Indonesia) diturunkan derajatnya menjadi sekadar “lembaga tinggi” setara DPR dan DPD. Dampak paling fatal: Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dihapuskan. Tidak ada lagi peta jalan nasional yang mengikat presiden. Akibatnya, presiden menjadi “raja tanpa mahkota” yang bebas berimprovisasi lima tahunan. Kedaulatan rakyat pelan-pelan berpindah tangan ke oligarki partai dan koalisi istana.

Pintu Kedua: Pemilihan Presiden Langsung (Pasal 6A)
Pemilu presiden langsung memang terlihat demokratis, tapi biayanya ratusan triliun setiap periode. Calon presiden yang menang otomatis berutang nyawa kepada para cukong dan partai koalisi gemuk. Cara paling cepat bayar utang itu? Ya dengan cara membuka karpet merah seluas-luasnya bagi investor besar, termasuk asing. Maka lahirlah proyek-proyek raksasa tanpa perencanaan matang: Morowali, Rempang, IKN, Weda Bay, hingga bandara-bandara eksklusif tanpa imigrasi dan bea cukai. Semua demi “legacy” dan balas budi politik.

Pintu Ketiga (yang Paling Mematikan): Pasal 33 ayat (4) & (5)
Di sinilah suntikan neoliberal paling brutal terjadi. Kata-kata manis seperti “efisiensi berkeadilan”, “berkelanjutan”, dan “keseimbangan kemajuan” dijadikan kedok untuk tax holiday puluhan tahun, kontrak karya 30+10+10 tahun, serta kawasan industri yang praktis lepas dari pengawasan negara. Ayat (5) kemudian memberi karpet hijau kepada DPR dan pemerintah untuk membuat undang-undang turunan yang semakin liberal: UU Minerba 2009, UU Cipta Kerja 2020, dan puluhan peraturan lainnya yang lebih kapitalis daripada zaman VOC.

Tiga pintu ini menghasilkan satu resep maut:
presiden superkuat secara personal yang tidak terikat visi bangsa jangka panjang, tidak terikat utang politik besar, dan didukung konstitusi yang memuja pasar bebas.

Hasilnya sudah kita saksikan: SDA dieksploitasi habis-habisan, royalti ke negara kecil, buruh lokal tersingkir, lingkungan rusak, dan kedaulatan ekonomi menguap—namun semuanya legal dan konstitusional.

Jika ditanya pintu mana yang paling fatal, jawabannya sederhana: ketiganya sekaligus. Namun cukup satu pintu ditutup—misalnya mengembalikan kewenangan MPR membuat GBHN yang mengikat, atau menghapus Pasal 33 ayat (4) dan (5)—maka lingkaran setan ini akan langsung ambruk.

Selama ketiga pintu itu masih terbuka lebar, bandara gelap di Morowali, Weda Bay, atau tempat lain hanyalah episode kecil dari serial panjang berjudul “Republik Dijual dengan Restu Konstitusi”.

Sudah waktunya kita bertanya:
masihkah kita mau terus membiarkan penjajahan sistemik ini berlangsung atas nama reformasi dan demokrasi?

Malika’s Insight, 28 November 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diperlukan Tindakan Kepolisian Terhadap Jokowi Terkait Praktik “Negara di dalam Negara”

Next Post

Munas IV FPL 2025: LBH Keadilan Hadir Perkuat Arah Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Munas IV FPL 2025: LBH Keadilan Hadir Perkuat Arah Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan

Munas IV FPL 2025: LBH Keadilan Hadir Perkuat Arah Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan

HGB Hotel Sultan Hapus sejak 2023, PN Jakpus Perintahkan Lahan Dikosongkan

HGB Hotel Sultan Hapus sejak 2023, PN Jakpus Perintahkan Lahan Dikosongkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...