Jakarta, Fusilatnews.- Mengawali Rekarenas Partai Ummat, Persaudaraan Jurnalis Mulsim Indonesia (PJMI), telah melakukan kunjungan kepada pimpinan Partai Ummat, di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (7/2.2023).
Rombongan pengurus pusat PJMI yang berjumlah 12 orang dipimpin ketuanya Ismail Lutan. Mereka disambut Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, Ketua Majelis Suro Prof. Amin Rais dan Wakil Ketua Buni Yani.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Dalam kesempatan itu Ridho Rahmadi menyampaikan perkembangan terbaru partainya dan beberapa informasi penting lainnya. Termasuk informasi of the record.
Menurut Ridho, setelah lolos sebagai peserta pemilu 2024 melalui perjuangan yang cukup melelahkan, partainya fokus melakukan konsolidasi ke dalam. Menyusun strategi bagaimana agar bisa masuk ke ‘Senayan’ dan meraup suara maksimal.
Persatuan Jurnalis Muslim Indonesia yang akan turut meliput Rakernas Partai Ummat (PU) yang dipimpin DR H Ridho Rahmadi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur yang berlangsung pada 13 – 15 Febuari 2023
Dalam memperkenalankan PJMI, Ismail Ketua umum ke 4, mengatakan PJMI adalah ormas paguyuban wartawan yang terbuka berasas Islam menuju Profesionalisme. Disampaikan belum seluruh Provinsi terbentuk paguyuban ini. Sementara anggota PJMI yang ada di Jakarta, baru terdaftar sekitar 75 anggota.
Ditambahkan, sekalipun belun dilantik, namun PJMI tahun 2023 telah melaukan berbagai kunjungan secara intensif ke beberapa lembaga seperti ke Komunitas Sekolah Ciliwung, Srenseng Sawah Pimpinan Usman, kerjasama dengan Kedubes USA, Audiensi ke KPU, Jajaki area perumahan Wartawan, pertimbangan Kerjasama dengan Developer PU di Maja, Banten, Audiensi ke Pengurus pusat Dewan Masjid Indonesia pimpinan Jusuf Kalla dengan Program 1 Masjid 1 Wartawan, Audiensi ke Team kesehatan Mercy dan lainnya.
Rakernas
Partai Ummat, akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada tanggal 13-15 Februari 2022, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta. Isu yang akan diagendakan antara lain soal calon presiden yang akan diusung partainya.
“Ada beberapa nama yang muncul. Baik dari dalam maupun dari luar partai. Nah dalam Rakernas tersebut akan kita putuskan,” tutur Ridho.
Nama-nama yang mencuat, lanjutnya, diantaranya Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo. Sementara dari kalangan internal. Ketua Majelis Suro Amien Rais.
“Kita akan undang kedua tokoh tersebut berbicara di Rakernas. Setelah itu peserta raker bisa menentukan pilihannya. Apa pun keputusan dalam Rakernas, itulah yang akan kita usung,” tambahnya.
Ridho sendiri memastikan dirinya tidak akan menjadi calon presiden dari partainya.
Terbuka dan Tertutup
Mengenai isu terbaru tentang pemilu. Apakah akan menggunakan sistem terbuka atau tertutup. Ridho menjelaskan partainya siap kedua-duanya.
“Sitem terbuka kami siap. Tertutup pun kami siap. Pokoknya sistem apa pun yang diputuskan nanti, kami siap,” tegasnya.
Informasi terakhir 8 parpol Parlemen setuju dengan sitem terbuka (sepertia yang berlaku sebelumnya). Hanya PDIP yang menginginkan sistem tertutup. Sementara kepastiannya masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan ke luar dalam waktu dekat.
Rezim Harus Diganti
Sementara itu Amien Rais menyatakan pemerintah yang berkuasa saat ini sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Wacana-wacana untuk memperpanjang masa jabatan atau presiden tiga periode Cuma akal-akalan belaka. Karena hal tersebut melawan konstitusi dan kehendak rakyat.
“Saya sudah muak dengan segala akal-akalan pemerintah untuk melanggengkan kekuasaannya. Makanya mereka harus diganti agar kedaulatan bangsa ini tidak diinjak-injak asing,” tuturnya bersemangat.
Amien menilai 90 prosen lebih kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Melainkan untuk orang asing. Misalnya IKN, UU Ketenagakerjaan atau Omnibus low. Semuanya untuk kepentingan asing.
Sementara itu Ketua Umum PJMI Ismail Lutan mengatakan partai Ummat adalah asset yang memberikan pencerahan dalam berpolitikan Tanah Air. Makanya Partai ini harus besar sehingga dapat memainkan perannya sebagai penyalur aspirasi umat.
PJMI sendiri, lanjut Ismail Lutan, tidak memihak ke salah satu partai atau tokoh. PJMI sesuai dengan perannya, adalah jurnalis yang berupaya untuk menyuarakan objektifitas.























