• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PKB dan Si Malin Kundang

fusilat by fusilat
August 13, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Jurus Dewa Mabuk Cak Imin
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Ingat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ingat Si Malin Kundang, legenda atau cerita rakyat dari Sumatera Barat.

Malin Kundang adalah seorang anak yang durhaka kepada ibunya, sehingga karena murka maka ibunya kemudian mengutuk Malin Kundang hingga berubah menjadi batu.

PKB pun demikian. Setelah berhasil menyingkirkan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari kursi Ketua Dewan Syura tahun 2008 lalu, kini PKB berupaya menyingkirkan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) yang membidani kelahirannya.

Kelahiran PKB diinisiasi oleh Gus Dur yang saat itu menjabat Ketua Umum PBNU. Atas desakan Nahdliyin, PBNU membentuk Tim 5 untuk mengkaji pendirian partai politik yang akan merepresentasikan Nahdliyin yang akhirnya diberi nama PKB.

Tim 5 diketuai KH Ma’ruf Amin yang kini Wakil Presiden RI. Adapun anggotanya adalah para petinggi PBNU, yakni M Dawam Anwar (Katib Aam PBNU), Said Aqil Siradj (Wakil Katib Aam PBNU), Rozy Munir (Ketua PBNU), dan Ahmad Bagdja (Sekretaris Jenderal PBNU).

PKB kemudian dideklarasikan di halaman rumah kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, 23 Juli 1998.

Adapun deklaratornya adalah Gus Dur, KH Munasir Ali, KH Ilyas Ruchiyat, KH Ahmad Mustofa Bisri, dan KH Ahmad Muchith Muzadi.

Mathori Abdul Djalil didaulat menjadi Ketua Umum PKB yang perdana, disusul Alwi Shihab dan kemudian Muhaimin Iskandar sejak 2005 hingga kini.

Saat terjadi konflik internal, Cak Imin mendepak Gus Dur dari kursi Ketua Dewan Syura melalui Muktamar Luar Biasa PKB di Ancol, Jakarta Utara, 2-4 Mei 2008.

Padahal, Gus Dur-lah yang menjadikan Cak Imin sebagai Wakil Ketua DPR RI 1999-2004, dan merupakan yang termuda dalam sejarah karena saat itu Cak Imin baru berusia 33 tahun.

MLB Ancol yang mengukuhkan Cak Imin sebagai Ketua Umum, dan memilih Lukman Edy sebagai Sekretaris Jenderal itu digelar tepat sehari setelah PKB kubu Gus Dur rampung menggelar MLB di Parung, Bogor, Jawa Barat, yang memilih Ali Masykur Musa dan Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid, putri kedua Gus Dur, sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.

Kini, ketika sudah besar dan makin besar, PKB justru terlibat konflik terbuka dengan PBNU, meskipun sesungguhnya konflik tersebut bermula dari konflik personal antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dan adik kandungnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dengan Cak Imin.

Pada Muktamar PKB di Bali dalam waktu dekat ini, Cak Imin tidak mengundang PBNU. Cak Imin hanya mengundang tokoh-tokoh NU kultural, non-struktural.

Lebih parah lagi adalah pernyataan kakak kandung Cak Imin, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Halim Iskandar.

Kata Cak Halim yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur itu, PKB sama sekali tak memiliki hubungan dengan PBNU.
PBNU dengan PKB, katanya, secara konstitusional tidak ada hubungan apa pun.

Menurut Cak Halim, konstitusi yang mengikat dua organisasi itu pun berbeda. PKB diatur oleh Undang-Undang Partai Politik, sedangkan PBNU dipayungi Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan.

UU Parpol adalah UU No 2 Tahun 2011. Adapun UU Ormas adalah UU No 16 Tahun 2017.

Meski demikian, Cak Halim mengklaim PKB tetap jadi satu kesatuan dan tak bisa dipisahkan dengan warga NU atau Nahdliyin.

Artinya, PKB mau Nahdliyin dan NU-nya, tapi tak mau PBNU atau induknya. Ironis bukan?

Alhasil, PKB kini ibarat kacang lupa kulitnya. Ibarat anak ayam lupa induknya. Ibarat Malin Kundang lupa ibunya.

Akankah PBNU murka kemudian mengutuk PKB menjadi “batu”? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kebakaran Hebat di Permukiman Manggarai, Charger Ponsel Diduga Jadi Pemicu

Next Post

Golkar: Beringin yang Tumbang, Siap Menjadi Kayu Bakar Penghangat Penguasa

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Golkar: Beringin yang Tumbang, Siap Menjadi Kayu Bakar Penghangat Penguasa

Golkar: Beringin yang Tumbang, Siap Menjadi Kayu Bakar Penghangat Penguasa

TPDI dan Banyak Pihak Desak Seret Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution ke KPK

TPDI dan Banyak Pihak Desak Seret Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution ke KPK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...