Jakarta, FusilatNews,- Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengajak PKS dan Partai Demokrat bergabung bersama PKB dan Partai Gerindra untuk Pilpres 2024. Merespon itu Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menyiratkan tak berminat berkoalisi dengan Partai Gerindra. Hal ini disampaikan Ketua DPP PKS Bidang Humas, Ahmad Mabruri, untuk menjawab ajakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar bergabung dengan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang dibentuk PKB bersama Gerindra.
“Kami akan lihat dulu apa yang digagas koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Soalnya kita sudah pengalaman sama Gerindra kemarin,” ujar Mabruri dikutip Tempo.co , Senin, (20/06).
Diketahui, sebelum PKB dan PKS juga sepakat menjajaki koalisi untuk Pilpres 2024. Bahkan keduanya sudah menamakan koalisinya sebagai Koalisi Semut Merah. Hanya saja, koalisi ini belum secara resmi dideklarasi karena baru sama-sama menjajaki.
Sementara dengan Gerindra, PKS berkoalisi dalam Pilpres 2019 dan Pilgub DKI Jakarta 2017. Untuk Pilpres 2019 mendukung total Prabowo saat bertarung dengan Jokowi di Pilpres. Setelah sama sama berjuang, Prabowo kemudian memilih bergabung ke koalisi pemerintahan Jokowi di Kabinet Indonesia Maju
Perseteruan antara PKS dengan Gerindra berlanjut saat mereka mencari Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Uno yang mundur untuk maju bersama Prabowo Subianto dalam pilpres.
Pada Januari 2020, PKS menyodorkan nama Nurmansjah Lubis untuk menggantikan Sandiaga Uno. Namun setelah perdebatan dan negosiasi alot yang berlangsung dua tahun antara PKS dengan Gerindra, kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta akhirnya diisi oleh Ahmad Riza Patria yang merupakan perwakilan dari Gerindra.
Pengalaman ini menjadi salah satu pertimbangan PKS berpikir ulang untuk kembali berkoalisi dengan Gerindra. “Intinya PKS mau mencari teman koalisi yang lebih baik,” ujar Mabruri.





















