Jakarta, Fusilatnews. – Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten, mengingatkan Nikita Mirzani untuk menjaga perilaku baik dalam persidangan maupun setelah persidangan. Saran ini disampaikan setelah aksi Nikita melempar map dan mendorong mikrofon hingga jatuh usai sidang.
“Saya masih memaafkan, saya mengimbau terdakwa dan penasihat hukum untuk selalu mengingatkan, karena penasihat hukum bukan hanya memberi nasihat hukum, tapi juga perilaku,” kata Humas PN Serang Uli Purnama dikutip dari detikom Senin (19/12/2022).
Uli juga mengatakan dia sudah bertanya ke majelis hakim bahwa kejadian itu dilakukan setelah sidang ditutup. Aksi melempar map dan mendorong mik, katanya, dilakukan Nikita setelah majelis hakim sudah meninggalkan ruang sidang.
“Menurut saya mungkin karena dia seorang ibu, seorang perempuan yang sudah terlalu lama mendekam di tahanan, emosinya tinggi, proses persidangan ini kan berlarut-larut, sudah sampai ke-7, ini kan saksi belum ada yang didengar keterangannya,” katanya.
Apalagi, katanya, ketika mendengar permohonan penangguhan penahanannya masih belum dikabulkan. Uli menilai Nikita memang emosi dan agar tidak mengulangi perbuatannya di sidang yang akan datang. “Saya nanti imbau supaya tidak lagi,” tegasnya.
Tapi, perbuatan Nikita tadi bukan “contempt of court” (menghina peradilan) karena persidangan sudah selesai dan tidak ada majelis. Itu katanya luapan emosi terdakwa karena yang ia alami selama persidangan.
“Enggak usah contempt of court dulu, tapi kita masih memahami sikapnya seperti itu, saya ingatkan minggu berikut hal-hal ini tidak akan dilakukan, karena menurut saya karena kondisi psikis agak terganggu karena lama di tahanan dan penangguhan penahanan juga ditolak, kemungkinan besar dia luapkan emosi sesaat dan saksi Dito yang diharapkan datang tidak hadir,” sebut Uli.
Nikita memang terlihat emosi dan meluapkan kekesalan usai majelis menutup sidang. Ia terlihat mendorong mikrofon yang ada di depannya hingga jatuh. Setelah berdiri, dia kemudian mengambil berkas yang ada di meja majelis setelah majelis keluar ruangan. Berkas itu dilempar ke arah meja kuasa hukum dan berserakan di lantai.
Kepada wartawan, Nikita berdalih mikrofonnya kesenggol karena tidak sengaja. Kertas yang ia lembar katanya terbang dengan sendirinya. “Kesenggol, itu juga cuma enggak sengaja tersenggol, terbang sendiri saja, pokoknya di sini serba mengejutkan ya, mik saja bisa terbang,” katanya. (F-2)




















