• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Politisi Kuasai Kursi Komisaris, UU BUMN Baru Diuji Profesionalismenya

fusilat by fusilat
October 3, 2025
in Birokrasi, Layanan Publik, News
0
Megawati Soekarnoputri Bakal Tunjuk Kader PDI-P Terbaik Untuk Calon Presiden Pada Pemilu 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-Fusilatnews – Harapan agar BUMN dikelola lebih profesional kembali dipertaruhkan. DPR baru saja mengesahkan Revisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN), namun di lapangan, dominasi politisi dan birokrat di kursi komisaris justru semakin menguat. Fenomena ini menegaskan bagaimana perusahaan pelat merah masih menjadi ruang kompromi politik dan arena balas budi kekuasaan.

Ketua DPR RI Puan Maharani berharap aturan baru itu mampu mengubah wajah tata kelola BUMN ke arah lebih efektif. “Ya, dengan sudah adanya aturan yang baru, lagi kita lihat bagaimana agar semuanya bisa berjalan profesional dan efektif,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (2/10/2025).

Namun, penelitian Transparency International Indonesia (TII) justru memotret kenyataan berbeda. Dari total 562 kursi komisaris BUMN, 165 diisi oleh politisi. Dari jumlah itu, 104 orang merupakan kader partai politik dan 61 lainnya relawan politik.

Selain politisi, sebanyak 172 komisaris berasal dari birokrat, 133 profesional, 35 dari kalangan militer, 29 aparat penegak hukum, 15 akademisi, 10 dari organisasi masyarakat, dan satu mantan pejabat negara. “Komisaris di holding BUMN, tata kelola BUMN dikuasai lebih banyak oleh birokrat dan politisi,” kata peneliti TII, Asri Widayati.

Dominasi politik di jajaran komisaris kerap dipandang sebagai bentuk “politik rente” yang menggerus prinsip meritokrasi. Posisi strategis di perusahaan negara dijadikan instrumen transaksi, mulai dari konsolidasi kekuasaan hingga pengamanan kepentingan politik jangka panjang. Dalam praktiknya, banyak komisaris yang dipilih bukan karena kapasitas profesional, melainkan karena kedekatan politik dengan lingkaran kekuasaan.

Revisi UU BUMN memang melarang wakil menteri merangkap jabatan sebagai komisaris. Namun, aturan itu baru berlaku paling lama dua tahun setelah putusan Mahkamah Konstitusi. Celah waktu ini berpotensi melanggengkan praktik rangkap jabatan dan memperkuat stigma bahwa BUMN bukan semata entitas bisnis negara, melainkan juga “lumbung jabatan” bagi politisi dan relawan.

Bagi investor, tata kelola yang sarat kepentingan politik menjadi sinyal negatif. Alih-alih memperkuat daya saing dan efisiensi, BUMN justru rentan diseret ke dalam konflik kepentingan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan mandat awal pendirian BUMN sebagai lokomotif ekonomi nasional.

Pertanyaannya, apakah UU BUMN yang baru mampu menutup ruang kompromi politik dan memastikan perusahaan negara berjalan profesional, atau justru sekadar menjadi lapisan formalitas di tengah kuatnya budaya politik balas jasa? Jawaban atas pertanyaan itu akan sangat menentukan arah BUMN, apakah tetap menjadi aset strategis bangsa atau terjebak dalam kubangan kepentingan politik sesaat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Jalanan ke Gedung KPK – Simbol Seruan Menyeret Jokowi dan Keluarganya

Next Post

DHL Menjawab: Politik Hukum di Balik Kasus Sylvester Matutina

fusilat

fusilat

Related Posts

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara
Birokrasi

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi
Birokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026
Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun
Birokrasi

Nasib Para Pensiunan Kelak: Lonjakan Klaim Jadi Sinyal Tekanan Dana Pensiun

April 13, 2026
Next Post
DHL Menjawab: Politik Hukum di Balik Kasus Sylvester Matutina

DHL Menjawab: Politik Hukum di Balik Kasus Sylvester Matutina

Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu

Koordinasi Pangan yang Terlepas: Saatnya Bulog Diberi Peran Sejati

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist