Secara empiris sejumlah lembaga survei ‘ punya reputasi yang kurang baik dalam membuat prediksi kemenangan Paslon karena laporan hasil survei mereka terbukti tidak akurat
Jakarta – Fusilatnews – Dalam paparan surveinya, Poltracking Indonesia menyatakan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming berpotensi memenangkan Pilpres 2024 langsung satu putaran jika elektabilitasnya mencapai 45 persen.
Saat ini, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengklaim elektabilitas Prabowo-Gibran sudah mencapai 40,2 persen.
“Jika tren kenaikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terus berlanjut hingga menembus 45 persen sementara Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengalami penurunan dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar stagnan, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berpotensi menang satu putaran,” kata Hanta Jumat (10/9)
Hasil Survei ini menunjukkan klaim elektabilitas Prabowo-Gibran di tempat teratas sebesar 40,2 persen. Sementara, Ganjar-Mahfud berada di urutan kedua dengan 30,1 persen dan Anies-Muhaimin 24,4 persen. Responden yang tak menjawab 5,3 persen.
Meski demikian klaim Hanta menegaskan tetep ada kemungkinan Pilpres 2024 digelar dua putaran. Jika ini terjadi, pasangan Prabowo-Gibran diklaim akan melaju ke putaran kedua dan berhadapan dengan pasangan Ganjar-Mahfud.
“Kondisi ini bisa terjadi jika tren Ganjar Pranowo – Mahfud MD mengalami rebound,” kata dia.
Sementara kemungkinan lain, Prabowo-Gibran tetap masuk ke putaran kedua berhadapan dengan Anies-Muhaimin. Anies-Muhaimin bisa masuk ke putaran kedua jika pasangan Ganjar-Mahfud alami tren penurunan elektabilitas.
“Tapi kenaikan Anies Baswedan – Muhaimin harus terus berlanjut,” kata dia.
Segmen pemilih NU-Muhammadiyah
Di segmen pemilih NU, klaim elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 42,4 persen. Kemudian disusul oleh pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 30,4 persen dan di posisi paling buncit adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan klaim 23,4 persen.
Pasangan Prabowo-Gibran juga unggul di segmen pemilih Muhammadiyah dengan 42,3 persen. Kemudian disusul oleh Anies-Cak Imin dengan 30,8 persen dan Ganjar-Mahfud 23,1 persen.
“Pasangan Anies-Muhaimin unggul di segmen organisasi lainnya dengan elektabilitas 60 persen. Lalu di segmen ini Ganjar-Mahfud dengan 30 persen dan Prabowo-Gibran 10 persen,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda saat paparan survei secara daring, Jumat (10/9).
Sementara, dalam ceruk yang lebih umum, yakni berdasarkan agama, Prabowo dan Gibran unggul untuk segmen pemilih Muslim dengan 40,2 persen.
Prabowo-Gibran diklaim unggul tipis dengan pasangan Ganjar-Mahfud di segmen pemilih Protestan-Katolik. Prabowo-Gibran di segmen ini unggul 39,8 persen. Kemudian Ganjar-Mahfud 36,3 persen. Untuk agama lainnya, Ganjar Mahfud unggul dengan 50 persen.
Survei Poltracking menggunakan metode pengambilan sampel multistage random sampling dengan jumlah 1.220 responden. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada periode 4-12 September 2023 menunjukkan di segmen pemilih NU Prabowo-Gibran diklaim masih unggul dari dua pesaingnya. Prabowo-Gibran unggul dengan elektabilitas 44,6 persen. Sementara, Ganjar-Mahfud unggul di segmen pemilih Muhammadiyah dengan 52,6 persen.
Adapun Anies-Cak Imin paling banyak terkonsentrasi dari Muhammadiyah dengan 21,1 persen, walau masih di bawah Ganjar-Mahfud.
Perlu diketahui Hasil survei sejumlah lembaga survei seperti Poltracking, LSI, Populi Center Charta Politika, SMRC, Poltracking. dan beberapa lembaga survei lainnya yang menempatkan pada nomor tiga dalam elektabilitas Calon Presiden Anies Baswedan menunjukkan semakin optims
Secara empiris sejumlah lembaga survei ‘ punya reputasi yang kurang baik dalam membuat prediksi kemenangan Paslon karena laporan hasil survei mereka terbukti tidak akurat
Sebagai contoh dalam pilkada di DKI 2017 sejumlah lembaga survei seperti Poltracking, LSI, Populi Center Charta Politika, SMRC, Poltracking. dan beberapa lembaga survei lainnya, memprediksi kemenangan Ahok dan Anies akan dikalahkan. secara telak
Faktanya hasil survei mereka terbukti bodong karena hasil real count KPUD DKI menunjukkan hasil sebaliknya. Anies menang dan Ahok kalah telak dalam pilgub DKI 2017 lalu























