• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Potret Legislatif Kita: “Permainan Anggaran” yang Meminggirkan Fungsi Pengawasan

fusilat by fusilat
August 13, 2025
in Bencana, Feature
0
Potret Legislatif Kita: “Permainan Anggaran” yang Meminggirkan Fungsi Pengawasan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Prolog

Mengapa lembaga legislatif begitu sering terseret kasus korupsi Dana CSR, Bansos/Hibah, Dana Aspirasi, atau Pokok Pikiran? Jawabannya sesederhana sekaligus sekompleks ini: permainan anggaran. Padahal, DPR maupun DPRD memegang mandat konstitusional untuk menjalankan tiga fungsi utama—legislasi, pengawasan, dan penganggaran—demi memastikan tegaknya mekanisme check and balances. Mekanisme inilah jantung demokrasi, pengaman agar kekuasaan tidak melampaui batas.

Namun, kenyataan di lapangan memperlihatkan bahwa fungsi pengawasan nyaris mati suri. Ia tergadai—bahkan dijual—dalam transaksi politik yang dibangun di atas pengaturan alokasi anggaran.


“Permainan Anggaran”

Di era ini, anggaran telah menjelma menjadi arena kolusi paling strategis antara legislatif dan eksekutif. Hubungan keduanya jarang lahir dari kemitraan kritis; yang tumbuh adalah kesepakatan pragmatis yang menukar kewenangan pengawasan dengan hak istimewa ikut menentukan pembagian program dan proyek.

Legislator tidak lagi sekadar mengawasi pelaksanaan kebijakan, melainkan berubah menjadi “eksekutor bayangan” yang mengarahkan, bahkan memutuskan, detail realisasi program eksekutif.

Akar masalahnya menguat dari sistem elektoral. Janji kampanye memaksa pembuktian cepat di hadapan konstituen. Di banyak daerah, akses ke anggaran menjadi “senjata pamungkas” untuk mempertahankan basis dukungan politik. Alhasil, anggaran bergeser fungsi—dari instrumen pemerataan pembangunan menjadi komoditas elektoral.


Problem Kapasitas Legislator

Persoalan semakin pelik ketika dikaitkan dengan kapasitas individu para legislator. Memang, secara formal jabatan ini tidak mensyaratkan latar belakang pendidikan tertentu. Namun, secara praktis, kemampuan membaca dan menganalisis RUU atau Perda, mengevaluasi kebijakan publik, serta mengaudit kinerja anggaran adalah keterampilan yang tak bisa ditawar.

Tanpa penguasaan substansi, fungsi legislasi dan pengawasan mudah terperosok menjadi arena kompromi pragmatis yang sarat konflik kepentingan.


Tenaga Ahli: Solusi yang Gagal Menjadi Solusi

Di DPR RI, tenaga ahli tersedia di fraksi, alat kelengkapan dewan, maupun per anggota. Namun, rekrutmen mereka sering tidak berbasis kompetensi, melainkan balas jasa politik. Akibatnya, banyak tenaga ahli yang semestinya berperan sebagai expert advisor justru terjebak pada pekerjaan administratif belaka.

Kondisi di DPRD bahkan lebih memprihatinkan. Jumlah tenaga ahli sangat terbatas, dan peran teknis kerap diambil alih staf administrasi. Padahal, kompleksitas pengelolaan anggaran daerah justru menuntut analisis kebijakan yang matang, berbasis riset, dan berorientasi pada kepentingan publik.


Bimtek yang Menyimpang Fungsi

Bimbingan teknis (bimtek) sejatinya dirancang untuk meningkatkan kapasitas anggota DPRD. Namun dalam praktiknya, bimtek kerap hanya menjadi justifikasi untuk menambah anggaran perjalanan dinas—alih-alih forum pembelajaran substantif.


Epilog

Dengan semua kondisi ini, jelas bahwa demokrasi kita berjalan pincang. Fungsi legislatif yang seharusnya menjadi pengimbang kekuasaan eksekutif telah kehilangan taring, terkikis oleh praktik internal yang korosif.

Jika sistem rekrutmen politik tetap berbasis popularitas semata, jika Pemilu tidak diarahkan untuk memunculkan calon yang berkualitas, dan jika kapasitas kelembagaan tidak diperkuat, demokrasi akan terus berjalan sebatas prosedur—tanpa substansi.

Memperbaiki kualitas legislator, menata ulang mekanisme rekrutmen tenaga ahli yang kompeten, serta mengembalikan fungsi pengawasan ke jalur yang benar adalah syarat mutlak. Tanpa langkah itu, parlemen akan tetap menjadi aktor utama dalam “permainan anggaran” yang menguntungkan segelintir elite, sementara rakyat dibiarkan menanggung ongkos politik yang mahal.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kebebasan Berpendapat di Persimpangan – Demokrasi di Ujung Tanduk: Ujian Kebebasan Berekspresi

Next Post

FAHAM PERSEORANGAN, SETIAP ORANG, INDIVIDUALISME BERTENTANGAN DENGAN PANCASILA DAN UUD 1945

fusilat

fusilat

Related Posts

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Birokrasi

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
Next Post

FAHAM PERSEORANGAN, SETIAP ORANG, INDIVIDUALISME BERTENTANGAN DENGAN PANCASILA DAN UUD 1945

Pesan Jepang kepada Dunia: Teknologi, Estetika, dan Filosofi yang Menyatukan

Pesan Jepang kepada Dunia: Teknologi, Estetika, dan Filosofi yang Menyatukan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026
Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

June 15, 2026

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist