Jakarta – Fusilatnews – Sejak 2012 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengirimkan laporan kekayaan mantan pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ada transaksi keuangan yang agak aneh dari ayah Mario Dandy Satrio, tersangka penganiayaan David.
“Biar diaudit. Laporan kekayaan yang bersangkutan di PPATK itu sudah dikirimkan oleh PPATK sejak 2012, tentang transaksi keuangannya yang agak aneh,” kata Mahfud kepada wartawan, Jumat (24/2)
Entah mengapa transaksi aneh yang sudah diberitahukan ke KPK sejak 2012 itu belum mendapat respon KPK.
“Tetapi, oleh KPK belum ditindaklanjuti. Jadi itu saja. Biar sekarang dibuka oleh KPK,” kata Mahfud.
Menanggapi kasus ini Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mencopot Rafael Alun Trisambodo (RAT) dari jabatan sebagai kepala bagian umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan II.
Dia dicopot dari jabatan di Kementerian Keuangan untuk mempermudah proses pemeriksaan terhadap harta kekayaannya, yang menjadi viral di media sosial setelah anaknya, Mario Dandy, terlibat kasus penganiayaan.
Sebelumnya, Mario Dandy Satrio memukuli David, putra pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jonathan Latumahina, hingga koma. Perbuatannya ini diduga disulut kemarahan oleh sang pacar bernama Agnes, yang tak lain mantan David.
Akibat penganiayaan itu sampai Kamis malam (23/2/2) David masih menjalani perawatan intensif di ICU. Jonathan Latimahina memohon doa agar David segera diberi kesembuhan.

























