Pasca deklarasi dukungan Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) kepada Ganjar Pranowo selanjutnya bergabung dengan PDIP dalam Koalisi yang segera dibentuk menempatkan Koalisi Indonesia Bersatu di persimpangan jalan
Jakarta – Fusilatnews – Menyusul langkah dukungan PPP ikut mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) tampaknya membuat KIB berada “dipersimpangan jalan”
Keputusan PPP setidaknya memicu PAN dan Golkar memikirkam kembali langkah selanjutnya terkait pencalonan bacapres. atau mencari mitra baru yang mampu menutup kekurangan prosentase kursi batas ambang pencalonan presiden.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sempat melempar sinyal bakal membuka kerja sama dengan PDI-P. Sementara itu, partai beringin lebih memilih mendekat ke Partai Gerindra.
Guna mengonsolidasikan langkah politik ke depan, para pemimpin KIB akan melakukan pertemuan pada Kamis (27/4) hari ini.
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, Golkar bakal menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Namun, ia belum memberi tahu kapan detail pertemuan akan digelar.
“Nanti akan diinfokan secara lebih lanjut dalam pertemuan silaturahmi ,” sebut Viva Rabu (26/4/).
Rencana pertemuan senada dengan keinginan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono yang menyatakan akan melakukan komunikasi dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Zulhas.
“Sekaligus akan menampilkan ketetapan rapimnas terhadap beliau sebagai sahabat terbaik PPP selama satu tahun ini,” kata Mardiono setelah mengumumkan pengusungan Ganjar sebagai capres di Yogyakarta, Rabu.
Golkar akui KIB hadapi tantangan soliditas Juru Bicara Partai Golkar Tantowi Yahya mengakui ada tantangan soliditas di internal KIB pasca-pengusungan Ganjar sebagai capres.
Namun, ia mengeklaim Golkar telah mengantisipasi agar tak ditinggalkan oleh PAN dan PPP karena perbedaan sikap soal pengusungan capres.
“Sikap PAN dan PPP yang bisa saja bermuara pada lepasnya mereka dari koalisi adalah tantangan yang sudah diantisipasi,” ujar dia.
Di sisi lain, Tantowi meminta publik melihat sikap Golkar dari pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang berlangsung pada Sabtu (22/4).
“Pertemuan AH dan ARB dengan Prabowo beberapa hari lalu bisa dijadikan indikasi arah politik ke depan,” ucap dia.
PDI-P beri sambutan hangat pada PPP Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyambut hangat keputusan PPP untuk mengusung Gubernur Jawa Tengah itu sebagai capres.
Ia menyatakan bakal membuka komunikasi dengan PPP. Kedua partai politik (parpol) tersebut segera bertemu. Hasto juga menyinggung bahwa PDI-P dan PPP memiliki banyak kesamaan.
Terlebih, keduanya sempat direpresentasikan sebagai parpol yang tertindas di era Orde Baru.
“Sehingga terbangun emotional bonding di antara kedua partai dalam hubungan yang unik, yang disatukan oleh perasaan senasib sepenanggungan,” ujar dia.
PPP memberikan sejumlah alasan mengusung Ganjar sebagai capres. Pertama, ia merupakan figur yang dianggap bisa memimpin Tanah Air dengan baik.
Kedua, memiliki tingkat elektabilitas yang mumpuni. Ketiga, PPP mempunyai kedekatan dengan Ganjar karena beberapa keluarganya merupakan kader PPP. “PPP yakin seyakin-yakinnya, dengan kultur keluarga Nahdlatul Ulama (NU), beliau (Ganjar) pasti memiliki visi yang hampir sama dengan PPP,” kata Mardiono.

























