Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum dan Politik Mujahid 212
Prabowo Subianto, dalam statemen politiknya, dapat disimpulkan, sebagai penuh arti yang positif, tetapi juga bisa diartiakn sebagai merendahkan pigur pemimpin saat ini. Apa si statemen Prabowo Subianto itu?.
Pada hari ini Jumat, 25 November 2022, dihadapan beberapa awak media beliau menyatakan ; ” Sosok Presiden RI berikutnya, Harus Cerdas & Berani, Gak Planga-plongo “
Dari narasi yang disampaikan itu, seolah-olah bagai revisi berbagai statemen terdahulunya, yaitu terkait bahwa dirinya, akan meniru gaya kepemimpinan Jokowi jika terpilih sebagai presiden RI pada Pilpres 2024.
Apakah ini hanya siasah Prabowo S. untuk menghapus jejak digital, terkait pernyataan dirinya sebelumnya? Atau ingin menghilangkan kesan negative? Karena banyak kritikan datang setelah Ia beberapa kali melontarkan sanjungan terhadap diri dan kinerja Jokowi. Termasuk dari barisan 212.
Logikanya, jika Prabowo hanya akan melanjutkan gaya kepemimpinan Jokowi yang banyak dituduhkan sebagai biasa berbohong atau bahkan lips service, serta difahami oleh publik sebagai rezim yang mendulang utang dan akan terus menimbun utang, atau tepatnya kepemimpinan Jokowi, pemerintahan telah gagal dalam bidang pembangunan ekonomi yang pernah Ia janjikan.
Pertubuhan ekonomi tidak pernah meroket, pada sektor penegakan hukum lemah, kebijakan politik banyak sungsang, lalu untuk apa ada pemimpin baru meneruskan model Jokowi? Dalam dibenak masyarakat, jika Prabowo S. ditakdirkan menjadi presiden RI, maka bukan kemajuan yang akan dihadirkan, justru artinya bangsa ini akan bertambah mundur kebelakang dan tentunya lebih parah dari saat ini.
Dan terkait statemen PS soal planga – plongo, itu adalah salah satu gelar yang melekat terhadap diri Jokowi yang diakui oleh Jokowi sendiri, yang pernah disampaikan kepada publik yang menyindir tentang sifat atau sosok jatidirinya.
Banyak duguan dialektis atas pernyataan Prabowo tersebut. Apakah ini menunjukan mulai ada keretakan politik antara Probo dan Jokowi. Atau karena ada alasan lain, misalnya dukungan yang memudar dari diri Jkw kepada dirinya. Atau PS baru menyadari dan mulai terbangun, jika Ia tetap mengambil hati Jkw dengan cara membesar besarkan Jkw, justru sepertinya malah akan menghancurkan pamor dirinya.
Lalu ia merubah starategi politiknya, dengan siasah ” balik gagang “. Dan sekalian ingin merebut kembali massa 212 dan Emak – Emak. Walau publik pastikan mereka akan menjauh darinya, lalu lari kepelukan Anies Baswedan.
Artinya Prabowo S. kini sedang berusaha mencoba merekrut Kembali konstituen yang pernah memilihnya, supaya bisa kembali tetap memilih dirinya, Namun demikian banyak kaum ulama dan santri yang berbasis kaum Nahdiyin di Jawa Barat dan anggota Muhammadiyah yang tulus ikhlas akan memilih Anies, termasuk ” massa 212 yang kadung merasakan penghianatan ” dari dirinya utamanya kepada Sang Imam Besar HRS. yang sampai saat ini PS masih enggan tuk sekedar menjumpainya.
Selanjutnya perlu dietahui tentang sisi pandang Organisasi 212 atas kepribadian Prabowo S. Jika dirinya punya obsesi untuk merekrut hati massa 212, akan ditemui jauh panggang dari api. 212 amat sulit untuk dapat kembali menerima Prabowo S. ataupun siapa saja capres-capres 24, selain kemungkinan besar hanya untuk dan bersama Anies Baswedan.
Sinyalemen dalam pertimbangan para Mujahid 212 dibawah komando HRS. Anies akan sanggup membawa perubahan mendasar bangsa dan negara ini, bahkan diyakini akan maju pesat berdasarkan penilaian obektif dari track record Anies. Sudah teruji baik kepribadiannya yang santun, cerdas, jauh dari terkesan publik sebagai figur yang terpapar korup, serta buah karyanya yang gemilang di DKI. Jakarta selama menjadi Gubernur 2017 – 2022.
Sementara pengamatan publik terhadap PS ternilai track recordnya. Selaku Menhan saat ini, jauh dari karya siginifikan yang dapat dibanggakan. Yang santer adalah olok – olok terhadap dirinya, karena kegagalan proyek singkong estate di Kalimantan. Hasilnya hanya pembabatan ribuan hektar hutan kayu tropis, yang tidak akan bisa pernah Kembali lagi menjadi habitat hutan yang alami.
Publik tentunya akan menunggu kejutan politik diakhir tahun pasca 2022 memasuki tahun 2023, apakah PS. akan menjauh atau justru semakin lengket menempel kepada Jokowi? Yang umur jabatannya tersisa kurang dari 2 ( dua ) tahun. Jkw tentu saja, juga akan menyisakan masalah hukum, politik dan ekonomi pada pemerintahannya periode (2014 – 2019 & 2019 – 2024) untuk pemimpin pemerintahan mendatang setelahnya.


























