Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Alarm menyala merah. Presiden Prabowo Subianto dalam bahaya. Salah langkah sedikit saja, bisa turun takhta.
Adapun alarm merah itu adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang Selasa (8/4/2025) ini diprediksi mencapai Rp17.050; dan anjloknya harga saham yang hari ini mencapai lebih dari 9%.
Diketahui, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025) ini kembali dimulai setelah libur panjang Idul Fitri 1446 H. Namun, BEI langsung menerapkan kebijakan membekukan sementara perdagangan alias “trading halt”, sebagai imbas dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG membuka perdagangan Selasa (8/4/2025) dengan anjlok 9,19% atau turun 598,55 poin ke level 5.912,06. Ini cukup berbahaya.
Soekarno jatuh karena inflasi. Soeharto jatuh karena inflasi. Apakah Prabowo juga akan jatuh karena inflasi?
Adapun pemicu utama anjloknya nilai tukar rupiah dan harga saham adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif resiprokal atau timbal-balik 32% kepada Indonesia yang mulai berlaku Rabu (9/4/2025) esok.
Sejauh ini Prabowo belum memiliki jurus jitu untuk mengantisipasi tarif resiprokal Trump. Prabowo baru menyatakan akan mengirimkan delegasi ke AS untuk negosiasi. Indonesia sendiri kini tak punya duta besar di AS setelah Rosan Roeslani ditarik dari Washington DC sejak dua tahun lalu.
Di sisi lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit hingga Rp31,2 triliun hanya dalam waktu dua bulan saja (Januari-Februari).
Salah satu pemicu defisit APBN adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tahun ini saja anggarannya mencapai Rp71 triliun, dan untuk lima tahun ke depan akan mencapai lebih dari Rp400 triliun.
Jika program MBG ini tidak dihentikan, maka defisit APBN diprediksi akan terus terjadi. Posisi Prabowo akan lebih berbahaya lagi.
Anjloknya IHSG di sisi lain juga mencerminkan ketidakpercayaan pelaku pasar terhadap pemerintah.
Kini, bola ada di tangan Prabowo. Apakah akan terus melanjutkan program MBG dengan konsekuensi defisit APBN akan terus terjadi?
Di sisi lain, apakah negosiasi terkait tarif timbal-balik Trump akan berhasil?
Jika tidak, plus program MBG terus berjalan, Prabowo diharap jangan terlalu percaya diri hanya gegara baru lima bulan dilantik jadi Presiden. Bekas mertua Anda, Soeharto, jatuh dari kursi Presiden hanya dua bulan setelah dilantik untuk ke tujuh kalinya.
Kalau rakyat sudah tidak percaya, siapa pun bisa turun dari singgasana. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan. Vox populi vox dei. IHSG adalah salah satu pelantang suara rakyat.





















