• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo dan Politik yang Belajar Berdamai dengan Ingatannya

fusilat by fusilat
February 3, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jangan Senang Dulu – Itu Gula-Gula Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Prabowo Subianto adalah nama yang selalu datang bersama ingatan.
Bukan ingatan yang selesai, melainkan ingatan yang terus dinegosiasikan.
Ia tidak pernah benar-benar pergi dari panggung politik Indonesia—ia hanya berganti posisi, dari penantang menjadi bagian dari rumah kekuasaan.

Di sinilah politik Prabowo menarik: ia tidak bekerja dengan amnesia, tetapi dengan rekonsiliasi selektif. Masa lalu tidak disangkal sepenuhnya, namun juga tidak pernah dibuka tuntas. Ia dibiarkan menggantung, seperti luka yang ditutup perban tanpa pernah dibersihkan.


Prabowo tidak menawarkan politik gagasan yang rumit. Ia menawarkan politik perasaan.
Nada suaranya, gesturnya, retorika tentang bangsa yang besar tapi dizalimi—semuanya bekerja di wilayah emosi kolektif. Ia memahami bahwa di negeri yang lelah oleh ketimpangan, kemarahan sering kali lebih mudah dirawat daripada harapan.

Namun kemarahan itu tidak diarahkan ke struktur. Ia diarahkan ke nostalgia.

Indonesia, dalam narasi Prabowo, adalah negeri yang seharusnya bisa besar, pernah kuat, pernah disegani. Masalahnya bukan sistem, melainkan pengkhianatan terhadap kejayaan itu. Maka solusi yang ditawarkan bukan pembongkaran, melainkan pemulihan martabat—sebuah konsep yang indah, tetapi kerap kabur ketika ditanya bentuknya.


Ketika Prabowo akhirnya masuk ke dalam kekuasaan, banyak yang berharap akan terjadi koreksi. Bahwa oposisi yang keras akan menjadi pengawas yang jujur. Tetapi politik tidak selalu bekerja berdasarkan harapan moral. Ia bekerja berdasarkan insting bertahan hidup.

Masuknya Prabowo ke pemerintahan bukan sekadar kompromi, melainkan pergeseran identitas. Dari simbol perlawanan menjadi simbol stabilitas. Dari kritik sistem menjadi penjaga sistem. Di titik ini, politik Prabowo menunjukkan watak aslinya: fleksibel secara posisi, tetapi konsisten dalam ambisi.

Ia tidak sedang mengkhianati siapa pun. Ia sedang menyesuaikan diri dengan kenyataan bahwa kekuasaan tidak dimenangkan oleh kemurnian sikap, melainkan oleh kemampuan beradaptasi.


Budaya politik Indonesia memberi ruang luas bagi tokoh seperti Prabowo.
Kita adalah masyarakat yang mudah memaafkan, tetapi jarang mengingat dengan jujur. Masa lalu sering kali dianggap sebagai beban yang mengganggu harmoni, bukan sebagai pelajaran yang harus diselesaikan.

Dalam konteks ini, Prabowo tidak sendirian. Ia hanyalah representasi dari budaya politik yang lebih besar: budaya yang lebih sibuk berdamai dengan kekuasaan daripada berdamai dengan kebenaran.

Ketika rekam jejak tidak lagi menjadi syarat utama, yang tersisa adalah performa. Dan Prabowo adalah performer politik yang berpengalaman. Ia tahu kapan harus keras, kapan harus melunak, dan kapan harus diam.


Yang jarang dibicarakan adalah bagaimana politik Prabowo memengaruhi etos demokrasi.
Demokrasi, dalam praktiknya, membutuhkan konflik ide yang sehat. Tetapi politik Prabowo cenderung meredam konflik itu dengan jargon persatuan. Persatuan yang indah di pidato, tetapi sering kali mahal bagi akuntabilitas.

Ketika semua pihak diajak masuk ke dalam lingkar kekuasaan, siapa yang tersisa untuk mengingatkan?
Ketika oposisi menjadi mitra, siapa yang menjaga jarak?

Di sinilah politik Prabowo beririsan dengan politik pasca-reformasi yang semakin teknokratis dan minim etika. Stabilitas menjadi tujuan, bukan sarana. Kritik dianggap gangguan, bukan vitamin demokrasi.


Prabowo sering berbicara tentang cinta tanah air. Tetapi cinta, dalam politik, tidak cukup diucapkan. Ia harus diuji. Dan ujian itu bernama keberpihakan.

Keberpihakan bukan pada retorika “rakyat kecil” yang diulang-ulang, melainkan pada keputusan-keputusan konkret:
siapa yang dilindungi ketika konflik kepentingan terjadi,
siapa yang dikorbankan ketika pembangunan dipercepat,
dan siapa yang diminta bersabar atas nama masa depan.

Di titik ini, politik Prabowo belum sepenuhnya menjawab. Ia masih berada di wilayah simbolik—kuat di citra, lemah di transparansi.


Barangkali itulah ironi terbesar Prabowo.
Ia adalah politisi yang terus berbicara tentang kedaulatan, tetapi beroperasi dalam sistem yang semakin oligarkis. Ia mengkritik elite lama, sambil perlahan menjadi bagian darinya. Ia mengusung nasionalisme, tetapi jarang membongkar relasi kuasa yang membuat nasionalisme itu timpang.

Ini bukan soal niat personal. Ini soal struktur yang dibiarkan utuh.


Maka pertanyaan yang tersisa bukan lagi: siapa Prabowo sebenarnya?
Melainkan: politik seperti apa yang kita biarkan tumbuh bersamanya?

Apakah kita sedang membangun demokrasi yang berani menghadapi masa lalunya,
atau sekadar mengelolanya agar tidak mengganggu stabilitas hari ini?

Prabowo, pada akhirnya, adalah cermin.
Ia memantulkan wajah politik Indonesia yang dewasa secara usia, tetapi belum selesai secara etika.
Dan seperti semua cermin, ia tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas bayangan yang ia perlihatkan.

Yang perlu ditanya adalah:
apakah kita cukup jujur untuk menatapnya lebih lama—
atau akan kembali menutupnya dengan slogan persatuan yang terdengar indah, tetapi hampa makna.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Overdosis Pernyataan Hukum: Ketika Narasi Panggung Mengalahkan Logika KUHAP

Next Post

Di Hadapan Barisan Pemerintahan, Prabowo Menagih Disiplin dan Keberanian

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Di Hadapan Barisan Pemerintahan, Prabowo Menagih Disiplin dan Keberanian

Di Hadapan Barisan Pemerintahan, Prabowo Menagih Disiplin dan Keberanian

Jokowi Sehat-Waras di Depan Kader PSI: Akhirnya Kita Akui, Tertipu

Jokowi Sehat-Waras di Depan Kader PSI: Akhirnya Kita Akui, Tertipu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...