• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Dinilai Otoriter oleh Dunia

Ali Syarief by Ali Syarief
August 30, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prabowo Dinilai Otoriter oleh Dunia
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tragedi tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan lapis baja polisi saat demonstrasi di Jakarta, telah menjadi sorotan internasional. Berita ini mendunia bukan semata karena peristiwa tragisnya, melainkan karena simbol yang terkandung di dalamnya: rakyat kecil digilas oleh alat negara di bawah kepemimpinan seorang presiden berlatar militer, Prabowo Subianto. Dunia pun segera membaca pesan politiknya—Indonesia sedang dipimpin dengan cara otoriter.

Kematian yang Menggemparkan Dunia

Affan, seorang pekerja muda yang hanya sedang menuntaskan pesanan, menjadi korban ketika aparat dengan brutal menghalau massa. Alih-alih menghentikan kendaraan, aparat justru melindas tubuhnya hingga tewas. Gambarannya begitu jelas: aparat yang seharusnya melindungi rakyat justru menjadi mesin represi.

Di mata internasional, peristiwa ini mengulang pola lama: rakyat Indonesia yang lemah selalu jadi korban. Kali ini simbolnya lebih menyentuh—ojek online, profesi yang akrab di seluruh kota besar, menjadi martir bagi kemarahan publik. Tak heran berita ini menembus headline media asing, memicu narasi global bahwa Prabowo tidak hanya gagal menahan arogansi aparat, tetapi juga membiarkan wajah otoritarianisme tampil telanjang.

Prabowo dan Bayang-Bayang Militerisme

Prabowo mungkin menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan investigasi, tetapi dunia tahu siapa dia: seorang jenderal dengan rekam jejak kontroversial sejak era Orde Baru. Label otoriter yang menempel padanya kini menemukan pembenarannya. Bagaimana mungkin seorang presiden yang dikenal keras, kini terlihat ragu bahkan cenderung melindungi kultur kekerasan dalam institusi kepolisian?

Di titik ini, kredibilitas Prabowo sebagai kepala negara dipertaruhkan. Dunia menilai bukan pada ucapannya, melainkan tindakannya. Dan sejauh ini, tindakan tegas yang ditunggu—yakni pencopotan Kapolri—belum kunjung datang.

Saatnya Mencopot Kapolri

Kematian Affan bukan kasus tunggal. Amnesty International mencatat berlapis-lapis kasus kekerasan aparat: penembakan, penangkapan sewenang-wenang, hingga pembunuhan di luar hukum. Karena itu, publik menuntut satu langkah nyata: mencopot Kapolri.

Tindakan ini bukan sekadar administratif, melainkan pernyataan moral bahwa negara tidak tunduk pada kekerasan aparat. Jika Prabowo menolak melakukannya, maka dunia akan semakin yakin bahwa ia tidak lebih dari seorang presiden yang nyaman dengan represi—seorang pemimpin otoriter yang memelihara kekerasan sebagai alat kontrol sosial.

Gelombang Perlawanan Baru

Protes yang membara di Jakarta, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Medan, Makassar, hingga Papua menunjukkan bahwa rakyat tidak lagi percaya pada janji kosong. Awalnya dipicu oleh isu tunjangan mewah DPR dan biaya hidup yang kian mencekik, kini protes itu menemukan martirnya: seorang ojol muda yang dilindas aparat.

Affan bukan hanya korban, ia telah menjadi simbol. Simbol bahwa rakyat kecil selalu dikorbankan, sementara elit menikmati kemewahan. Simbol bahwa negara yang semestinya mengayomi justru menindas. Dan simbol bahwa kepemimpinan Prabowo sedang membawa Indonesia ke arah otoritarianisme.

Kesimpulan

Dunia kini menilai Prabowo Subianto dengan kacamata yang keras: otoriter, gagal melindungi rakyat, dan abai pada nyawa. Pencopotan Kapolri menjadi ujian moral sekaligus politik. Jika langkah ini tidak diambil, maka label yang kini tersemat akan melekat selamanya: Indonesia kembali berada di bawah bayang-bayang represi, dengan presiden yang lebih takut pada aparatnya sendiri ketimbang pada suara rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hey Sahroni – Kedaulatan Rakyat dan Extra-Parlementer: Kekuasaan di Atas Hukum Formal

Next Post

Demo 28 Agustus: Kumulasi dari Kebijakan Ngawur – “Prabowo hanya akan dua tahun menjabat”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan
Feature

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Next Post
Connie : Nasdem Punya Selerah Tinggi Tapi Langkah Murahan

Demo 28 Agustus: Kumulasi dari Kebijakan Ngawur - “Prabowo hanya akan dua tahun menjabat"

Demonstrasi Itu Harus Dikawal Polisi – Bukan Ditumpas – Berermin dibeberapa Negara

Jangan Pernah Melawan Rakyat!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026

MBG DAN PEKERJAAN BESAR TATA KELOLA NEGARA

June 15, 2026
Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist