• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo: Estafet Kebodohan Kepemimpinan Setelah Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
December 21, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam dinamika politik Indonesia, peralihan kekuasaan dari Joko Widodo ke Prabowo Subianto bukan sekadar pergantian figur. Bagi sebagian pengamat, ini adalah lanjutan logis dari pola berpikir yang sama: kebijakan yang dangkal, narasi simplistik, dan pemahaman minim terhadap kompleksitas lingkungan.

Pernyataan Jokowi bahwa dirinya disebut bodoh telah menjadi meme politik. Namun ironisnya, kritik itu bukan hanya sekadar hinaan — karena kemudian diproduksi narasi pemerintahan yang belum matang berpikir, yang beresonansi dalam cara Prabowo memandang isu-isu strategis seperti hutan, sawit, dan lingkungan.

Pohon Sawit Bukan Hutan — Tapi Disamakan

Presiden Prabowo pernah menyampaikan bahwa penanaman kelapa sawit tidak perlu ditakuti sebagai ancaman deforestasi karena, menurutnya, sawit juga pohon yang menyerap karbon dioksida dan memproduksi oksigen. Pernyataan ini mencerminkan pemahaman yang kurang akurat tentang ekologi hutan tropis versus kebun monokultur sawit — yang sangat berbeda secara fungsi dan dampak ekologis. (Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Pakar lingkungan dan akademisi pun mengecam pernyataan ini sebagai kesalahan logis yang serius. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan bahwa klaim Prabowo tidak memakai akal sehat karena membandingkan sawit dengan hutan tanpa menghitung penurunan kapasitas penyerapan karbon ketika hutan asli dikonversi menjadi kebun sawit. (IDN Times)

Guru besar Universitas Gadjah Mada bahkan menolak keras langkah memperluas lahan sawit sebagai pengganti hutan, menyebutnya menyesatkan dan berdampak buruk pada biodiversitas — karena sawit monokultur tidak mampu menjadi habitat alami satwa liar dan mempertahankan ekosistem. (Universitas Gadjah Mada)

Mengulang Kesalahan Besar yang Sama

Pernyataan seperti ini bukan hanya sekadar ujaran publik yang salah — ia mencerminkan cara berpikir yang sama dengan narasi kebijakan Jokowi sebelumnya, di mana pendekatan terhadap isu penting seringkali bersifat simplistik, populis, dan tanpa dasar sains yang kuat. Salah satu kritik umum terhadap era Jokowi adalah bahwa kebijakan besar sering diluncurkan tanpa pemahaman yang mendalam tentang sistem yang hendak diatur — entah itu infrastruktur tanpa kesiapan fiskal atau proyek ambisius tanpa kajian dampak sosial dan ekologis.

Prabowo, di sisi lain, menguatkan pola tersebut. Ketika ia memutuskan memperluas sawit ke wilayah Papua sebagai bagian dari program swasembada energi dan pangan, responsnya dipenuhi kritik tajam dari kalangan lingkungan karena mengabaikan risiko deforestasi, dampak terhadap masyarakat adat, dan potensi krisis ekologis baru. (suara.com)

Anggota DPR bahkan menyebut Papua bukan ruang kosong yang bisa diperlakukan sebagai eksperimen kebijakan, melainkan ruang hidup masyarakat adat dan kawasan hutan tropis yang vital secara ekologis. Kritikan ini muncul langsung karena pernyataan Presiden yang dianggap tidak mencerminkan pemahaman tentang kompleksitas wilayah tersebut. (katakini.com)

Kebijakan Tanpa Rasionalisasi: Sama Tapi Baru

Jika Jokowi sering dituduh membuat kebijakan besar berdasarkan narasi yang terlalu sederhana atau populis, Prabowo tampaknya meneruskan logika yang sama — hanya dengan label baru:

  • Jokowi mempromosikan pembangunan besar tanpa penyangga kuat pada pengetahuan teknis (misalnya prioritas fisik tanpa tata kelola SDM yang memadai).
  • Prabowo memperluas narasi agraria dan energi tanpa memperhitungkan dampak ekologis, sosial, dan hak masyarakat adat secara serius.

Intinya bukan sekadar kritik emosional terhadap figur. Ini adalah kritik terhadap pola berpikir yang berulang: pemimpin-pemimpin yang menentukan arah kebijakan besar tanpa landasan pemahaman yang memadai terhadap data, sains, dan kompleksitas realitas yang hendak diatur.

Dan dalam konteks ini, pernyataan Prabowo tentang sawit dan hutan tidak bisa dipisahkan dari kritik intelektual terhadap pola pikir yang sama — kesimpulan cepat tanpa rasionalisasi yang mendalam — yang sebelumnya juga dipertanyakan pada era Jokowi.


Kesimpulan: Prabowo bukan sekadar penerus politik Jokowi. Ia adalah lanjutan logis dari kebodohan kebijakan ketika kebijakan besar dibuat tanpa pemahaman yang memadai tentang realitas ekologis, sosial, dan teknis — dan hal ini dibuktikan melalui reaksi kritik terhadap pernyataannya soal sawit dan hutan. (Universitas Muhammadiyah Surakarta)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Transformasi Teknologi Penangkapan Ikan di Era Modern

Next Post

Jokowi dan Kebodohan yang Dinormalisasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Next Post
Jokowi Puji Prabowo  Karena Meningktanya Elektabilitas  Gerindra dan Dirinya

Jokowi dan Kebodohan yang Dinormalisasi

Api yang Sama di Dua Lilin: Renungan tentang Persahabatan

Ketika Satu Jari Terluka, Seluruh Tubuh Menangis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist