Fusilatnews – Zaman terus berubah, begitu pula cara manusia mencari ikan. Jika dahulu nelayan hanya mengandalkan kail, jaring sederhana, dan pengalaman turun-temurun, kini penangkapan ikan telah memasuki era teknologi modern yang jauh lebih canggih.
Selama ratusan tahun, masyarakat pesisir menangkap ikan dengan cara tradisional. Metode ini masih bisa kita lihat hingga sekarang, misalnya pada para pemancing di sungai atau nelayan kecil di laut. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan pangan dan ekonomi, cara-cara lama tidak lagi cukup untuk memenuhi permintaan dalam skala besar.
Di era modern, nelayan tidak lagi sekadar “menebak” lokasi ikan. Mereka dibantu oleh berbagai alat elektronik yang mampu menunjukkan tempat terbaik untuk menangkap ikan. Peralatan ini membantu nelayan bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih aman.
Salah satu alat penting adalah Colour Echo Sounder. Cara kerjanya mirip dengan alat USG di dunia medis. Alat ini memancarkan gelombang suara ke dalam laut. Ketika gelombang tersebut mengenai benda—seperti dasar laut atau gerombolan ikan—suara akan dipantulkan kembali ke alat.
Dari pantulan suara itulah, alat ini dapat memperkirakan kedalaman laut dan keberadaan ikan. Jika ikan sedang bergerombol, tampilannya akan terlihat jelas di layar. Menariknya, benda yang berbeda akan ditampilkan dengan warna yang berbeda pula. Semakin canggih alatnya, semakin banyak variasi warna yang bisa ditampilkan untuk membedakan jenis objek di bawah laut.
Selain itu, ada juga alat bernama Colour Net Recorder. Alat ini dipasang langsung pada jaring penangkap ikan. Dengan bantuan teknologi suara yang sama, nelayan bisa mengetahui ikan apa saja yang sudah masuk ke dalam jaring mereka, tanpa harus menarik jaring terlebih dahulu.
Versi terbaru dari alat ini bahkan mampu menunjukkan apakah jaring sudah penuh atau belum, seberapa besar jaring yang digunakan, serta suhu air di mulut jaring. Semua informasi ini sangat membantu nelayan dalam menentukan waktu terbaik untuk mengangkat jaring.
Tak kalah penting adalah penggunaan sistem navigasi satelit. Melalui satelit, nelayan bisa mengetahui posisi kapal mereka di tengah laut, memantau cuaca, tinggi gelombang, arah angin, hingga suhu permukaan laut. Bahkan, satelit juga membantu memperkirakan wilayah laut yang berpotensi banyak ikan.
Dengan dukungan teknologi tersebut, kegiatan menangkap ikan menjadi jauh lebih terbantu. Nelayan tidak hanya menghemat waktu dan bahan bakar, tetapi juga meningkatkan keselamatan serta hasil tangkapan.
Begitulah gambaran sederhana bagaimana teknologi modern mengubah cara nelayan menangkap ikan. Harapannya, kemajuan ini terus berkembang dan digunakan secara bijak agar laut tetap lestari dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Murhan Ramly, BSc
Alumni Akademi Maritim Republik Indonesia
Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga


























