• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Harus Belajar dari Pak Harto: Mengelola Kekuasaan, Akademisi, dan Peran Militer

Ali Syarief by Ali Syarief
February 21, 2025
in Feature, Politik
0
Prabowo Harus Belajar dari Pak Harto: Mengelola Kekuasaan, Akademisi, dan Peran Militer
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah politik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari bayang-bayang kepemimpinan Soeharto, sosok yang memegang kendali kekuasaan selama lebih dari tiga dekade. Stabilitas politik dan pembangunan ekonomi menjadi warisan yang banyak dikagumi, tetapi di sisi lain, otoritarianisme dan korupsi sistemik menjadi noda hitam dalam pemerintahannya. Jika Prabowo Subianto ingin belajar dari Pak Harto, ada beberapa pelajaran penting yang perlu ia cermati, terutama dalam membangun stabilitas, merangkul akademisi, dan menyikapi peran militer dalam politik.

Stabilitas dan Kontrol Kekuasaan ala Soeharto

Pak Harto dikenal sebagai pemimpin yang mampu menjaga stabilitas politik melalui kontrol penuh terhadap militer, birokrasi, dan ekonomi. Ia membangun sistem pemerintahan yang kuat dengan memastikan loyalitas aparat negara. Prabowo, yang memiliki latar belakang militer, tentu memahami pentingnya stabilitas. Namun, di era demokrasi saat ini, stabilitas tidak bisa dicapai dengan cara yang sama seperti Orde Baru. Pendekatan represif dan dominasi militer dalam politik justru bisa menimbulkan reaksi balik dari masyarakat sipil dan dunia internasional.

Jika Prabowo ingin meniru keberhasilan Pak Harto dalam mengelola kekuasaan, ia perlu membangun jaringan yang lebih luas, bukan hanya di kalangan militer, tetapi juga dalam birokrasi sipil, partai politik, dan dunia usaha. Loyalitas tidak bisa hanya dibangun dengan ketakutan, tetapi juga dengan visi yang jelas dan kebijakan yang menguntungkan banyak pihak.

Peran Akademisi dan Guru Besar dalam Kebijakan Publik

Soeharto memang bukan sosok intelektual dalam arti akademik, tetapi ia memiliki para teknokrat andal seperti para ekonom Mafia Berkeley yang merancang kebijakan ekonomi nasional. Keberhasilan Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi pada era 1970-an dan 1980-an tidak lepas dari peran akademisi yang mendukung kebijakan pemerintah dengan data dan riset.

Prabowo, jika ingin sukses sebagai pemimpin, harus meninggalkan pola lama yang cenderung mengandalkan retorika nasionalisme tanpa dasar ilmiah yang kuat. Ia harus merangkul para akademisi, terutama dari berbagai disiplin ilmu seperti ekonomi, politik, dan teknologi, agar kebijakan yang dihasilkan memiliki landasan yang kokoh dan relevan dengan tantangan zaman. Mengelilingi diri dengan para pakar bukan hanya akan memperkuat kebijakannya, tetapi juga meningkatkan kredibilitasnya sebagai pemimpin yang berpikir strategis.

Mengasuh Politikus Ulung untuk Keberlanjutan Kekuasaan

Pak Harto tidak hanya membangun sistem kekuasaan, tetapi juga mencetak kader politik yang memahami bagaimana menjalankan pemerintahan. Politikus-politikus yang tumbuh di era Orde Baru memahami cara bekerja dalam sistem yang telah dibangun, sehingga kekuasaan tetap stabil meski ada pergantian individu dalam struktur pemerintahan.

Prabowo perlu memahami bahwa politik tidak hanya soal kekuasaan individu, tetapi juga tentang membangun kaderisasi yang solid. Ia harus mampu mengelola dan membina politikus berbakat, bukan hanya mengandalkan orang-orang dari lingkaran pribadinya atau kelompok oligarki tertentu. Keberlanjutan kepemimpinan tidak bisa hanya bertumpu pada figur sentral, tetapi juga pada sistem yang berjalan secara efektif.

Dwi Fungsi ABRI: Apakah Masih Relevan?

Salah satu pilar utama kekuasaan Pak Harto adalah konsep Dwi Fungsi ABRI, yang memberikan peran ganda bagi militer sebagai alat pertahanan negara sekaligus kekuatan sosial-politik yang ikut mengatur pemerintahan. Dengan menempatkan perwira di berbagai posisi strategis, mulai dari gubernur, bupati, hingga menteri, Pak Harto memastikan kontrol penuh atas negara.

Namun, pasca-reformasi 1998, Dwi Fungsi ABRI dihapus karena dianggap bertentangan dengan prinsip demokrasi. Masyarakat menolak dominasi militer dalam politik sipil. Jika Prabowo berusaha mengembalikan peran militer dalam pemerintahan secara terang-terangan, ia akan menghadapi perlawanan besar dari masyarakat sipil dan komunitas internasional.

Sebagai alternatif, Prabowo dapat membangun pengaruh melalui cara lain, misalnya dengan memperkuat kontrol terhadap birokrasi sipil dan kepolisian, mengembangkan loyalis di partai politik dan organisasi masyarakat, serta menguasai sektor ekonomi untuk memperkuat stabilitas politiknya. Strategi ini lebih halus dan dapat diterima dibandingkan dengan menghidupkan kembali Dwi Fungsi secara formal.

Kesimpulan

Prabowo dapat mengambil pelajaran dari Pak Harto dalam membangun stabilitas, merangkul akademisi, dan mengelola kekuasaan. Namun, ia juga harus belajar dari kesalahan Pak Harto, terutama dalam hal pengekangan demokrasi dan ketergantungan pada militer. Mengembalikan Dwi Fungsi ABRI bukanlah strategi yang bijak, tetapi membangun pengaruh melalui jalur yang lebih halus dapat menjadi pilihan yang lebih realistis. Jika Prabowo benar-benar ingin mengikuti jejak Pak Harto, ia harus menyesuaikan pendekatannya dengan dinamika politik modern yang lebih terbuka dan demokratis.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

TANTANGAN BAGI BULOG : DILEMA PENYIMPANAN GABAH !

Next Post

PDIP Tegaskan Penangkapan Hasto Sebagai Tindakan Politik dan Serangan Terhadap Partai

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Kuasa Hukum Hasto Tuding Ada Politisasi Dalam Kasus Harun Masiku

PDIP Tegaskan Penangkapan Hasto Sebagai Tindakan Politik dan Serangan Terhadap Partai

Blunder Berkelanjutan: Megawati dan Instruksi Menunda Retreat di Magelang

Blunder Berkelanjutan: Megawati dan Instruksi Menunda Retreat di Magelang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...