• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo :Ingin Proses Politik Murah atau Kembali ke Masa Lalu ( Seperti Pak Harto) – Pasca Amandemen (Seperti Jokowi)?

Prabowo Piloh Yang Mana?

Ali Syarief by Ali Syarief
December 13, 2024
in Feature, Politik
0
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?
Share on FacebookShare on Twitter

Pernyataan Prabowo Subianto yang ingin menjadikan proses politik lebih murah dengan mengembalikan mekanisme pemilihan presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memunculkan pertanyaan besar: apakah ini langkah maju, atau justru mundur ke belakang? Ide ini, yang terdengar menarik di tengah mahalnya ongkos politik saat ini, memiliki konsekuensi historis dan sistemik yang patut dipertimbangkan dengan hati-hati.

Sejarah Pemilihan Presiden oleh MPR

Sistem pemilihan presiden melalui MPR pernah dipraktikkan di Indonesia. Pada masa Orde Baru, sistem ini memungkinkan Presiden Soeharto terpilih hingga enam kali berturut-turut, karena proses tersebut lebih merupakan formalitas dibandingkan representasi demokrasi yang sejati. Hal ini menciptakan dominasi politik yang hampir tak tergoyahkan, di mana suara rakyat hanya menjadi bayangan dalam proses politik.

Ketika Presiden Habibie, yang menggantikan Soeharto, mencoba mencalonkan diri lagi, ia ditolak oleh fraksi-fraksi di MPR yang mendukungnya sebelumnya. Dalam kasus Abdurrahman Wahid (Gus Dur), meskipun partainya, PKB, hanya meraih suara rendah dalam Pemilu 1999, ia berhasil terpilih sebagai presiden melalui koalisi politik di MPR. Namun, koalisi yang sama akhirnya mengimpeach dirinya. Ironisnya, Megawati Soekarnoputri, yang memiliki perolehan suara partai tertinggi dalam Pemilu, hanya menjadi presiden setelah mendapatkan dukungan dari “Poros Tengah” di bawah komando Amien Rais.

Dilematisnya Kembali ke UUD 1945 yang Lama

Usulan untuk kembali ke sistem pemilihan presiden oleh MPR secara implisit juga berarti ingin mengembalikan UUD 1945 ke bentuk aslinya. Padahal, amandemen UUD 1945 adalah salah satu amanat reformasi untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih demokratis, transparan, dan akuntabel. Dengan adanya pemilu langsung, rakyat diberikan hak penuh untuk memilih pemimpin mereka, meskipun sistem ini tidak sepenuhnya bebas dari cacat.

Namun, kembali ke UUD 1945 yang lama bukan hanya mengabaikan capaian reformasi, tetapi juga membuka peluang untuk mengulang kesalahan masa lalu. Sistem lama, dengan struktur kekuasaan yang terpusat, memungkinkan manipulasi politik yang mengancam demokrasi. Apakah kita siap menghadapi kemungkinan itu lagi?

Apa yang Sebenarnya Kita Inginkan?

Di satu sisi, pemilu langsung sering kali menjadi ajang persaingan mahal yang melibatkan kapitalisasi besar-besaran. Biaya politik yang tinggi memicu praktik korupsi, baik dalam proses pencalonan maupun pemerintahan setelahnya. Di sisi lain, pemilu tidak langsung membawa risiko lain: dominasi elit politik yang mengabaikan aspirasi rakyat.

Intinya, baik sistem pemilu langsung maupun tidak langsung, masing-masing memiliki kelemahan mendasar. Mengembalikan sistem lama tanpa memperbaiki substansi konstitusi hanya akan mengulangi siklus buruk di masa lalu.

Menciptakan Sistem Baru yang Lebih Baik

Jika UUD 1945 dianggap sebagai akar dari masalah sistemik yang kita hadapi, maka memperbaikinya adalah kewajiban. Namun, perbaikan ini harus dilakukan dengan visi yang lebih jauh ke depan: menciptakan konstitusi baru yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman, lebih inklusif terhadap kepentingan rakyat, dan lebih mampu meminimalkan celah untuk korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Demokrasi bukanlah soal mekanisme semata, tetapi bagaimana sistem tersebut mampu mencerminkan kehendak rakyat secara adil. Apakah itu melalui pemilu langsung atau tidak langsung, yang terpenting adalah transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Kesimpulan

Proses politik yang lebih murah tidak boleh menjadi alasan untuk mundur ke sistem lama yang terbukti cacat. Indonesia membutuhkan terobosan baru, bukan hanya dalam cara memilih pemimpin, tetapi juga dalam membangun sistem politik yang lebih sehat. Reformasi sejati adalah tentang melangkah maju dengan dasar yang lebih kokoh, bukan sekadar nostalgia terhadap masa lalu. Dengan menciptakan sistem yang lebih baik, Indonesia dapat keluar dari lingkaran buruk yang selama ini menghambat potensi demokrasi dan kemajuan bangsa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tes Pertama di Dunia, Dapat Percepat Diagnosis Kanker Paru Dengan Mencari ‘Sel Zombi’ dalam Urin

Next Post

Indonesia, Malaysia, Vietnam Dan Thailand Menjadi Negara Mitra BRICS

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Indonesia, Malaysia, Vietnam Dan Thailand Menjadi Negara Mitra BRICS

Indonesia, Malaysia, Vietnam Dan Thailand Menjadi Negara Mitra BRICS

Presiden Prabowo Bertekad Ciptakan Clean Government

Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Loyalitas yang Benar dan Penegakan Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist