• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PRABOWO: MAN OF PARADOX di Tahun Ujian 2026

fusilat by fusilat
January 11, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Di awal 2026, Prabowo Subianto, yang sering disebut sebagai “orang kuat” Indonesia, tampak semakin mengukuhkan posisinya dengan serangkaian pencapaian yang digembar-gemborkan. Pada 7 Januari 2026, ia secara resmi mendeklarasikan swasembada pangan beras untuk Indonesia, sebuah milestone yang disebut-sebut sebagai buah dari program food estate dan hilirisasi yang digalakkan sejak pelantikannya pada Oktober 2024. Selain itu, Prabowo baru saja memimpin retreat kabinet di Hambalang untuk mengonsolidasikan agenda 2026, etapi kenapa retreatnya gak di lokasi bencana saja sekalian biar pada melek dan siapa tahu bisa menyentuh hati nurani mereka demi melihat penderitaan rakyat secara langsung. Konsolidasi dalam retreat yang dimaksud, termasuk prioritas energi mandiri, rehabilitasi pasca-bencana di Sumatra, dan penyitaan lahan ilegal seluas Swiss untuk mengendalikan sumber daya alam seperti perkebunan dan tambang. Ini sejalan dengan visinya dalam buku Paradoks Indonesia dan Solusinya (2022), di mana ia menekankan state capitalism ala Tiongkok untuk menguasai ekonomi untuk rakyat, bukan pasar bebas yang ia anggap sebagai akar masalah di Pasal 33 UUD 1945 pasca-amandemen.

Namun, di balik pencitraan ini, muncul paradoks yang semakin kentara: antara janji pro-rakyat dan realitas yang semakin represif serta berisiko korupsi. Meski dukungan awal tinggi—dengan approval rate 80,9% pada Januari 2025—tren akhir 2025 menunjukkan penurunan ke 78%, terutama akibat penanganan bencana banjir Sumatra yang menewaskan ribuan orang dan protes massal atas kenaikan pajak serta layoff.

Di berbagai platform sosial media, sentimen publik campur aduk: sebagian memuji diplomasi global Prabowo (seperti bergabung BRICS dan kunjungan ke China), tapi banyak yang mengkritik inkonsistensi pernyataannya, seperti overpromise pada target pertumbuhan 8% yang kini diproyeksikan hanya 5,3-5,4% oleh Bank Indonesia. Tempo memprediksi 2026 sebagai “tahun pertaruhan” dengan kebijakan yang tak menenteramkan, di mana Prabowo semakin defensif terhadap kritik, meminggirkan oposisi, dan berpotensi mengarah ke otoritarianisme ala Orde Baru.

Salah satu paradoks terbesar adalah di bidang ekonomi. Prabowo menjanjikan negara kuat sebagai prasyarat pembangunan, tapi megaproyek seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran Rp 300 triliun di 2026 menuai kritik atas inefisiensi dan dugaan korupsi. Kasus keracunan makanan dan keterlibatan kroni dalam kontrak proyek semakin mengemuka, meski program ini diklaim menjangkau 80 juta penerima.

Pidato-pidato berapi-api dan janji indah lebih mirip retorika kosong, terutama soal anggaran pendidikan yang tidak sesuai harapan rakyat. Janjinya, anggaran pendidikan Rp757,8 triliun (20% dari APBN, naik dari outlook 2025 sekitar Rp690-724 triliun, dan disebut sebagai “terbesar sepanjang sejarah” oleh Prabowo). Namun dari jumlah itu, Rp335 triliun (sekitar 44%) dialokasikan khusus untuk MBG, yang ditempatkan di bawah Kementerian Pendidikan. Akibatnya, anggaran pendidikan “murni” (di luar MBG) tersisa sekitar Rp422 triliun, atau hanya 14% dari total APBN—jauh di bawah amanat konstitusi UUD 1945 Pasal 31 ayat 4 yang mewajibkan minimal 20% untuk pendidikan. Pendidikan jelas mundur ke belakang.

Masyarakat juga seyogyanya semakin waspada terhadap retorika yang tidak selaras dengan alokasi anggaran. Di tengah deklarasi swasembada pangan pada 7 Januari 2026 dan retreat kabinet di Hambalang, isu ini berpotensi memicu gelombang protes baru—terutama dari kalangan pendidik, mahasiswa, dan masyarakat sipil yang merasa masa depan anak bangsa jadi taruhan.

Paradoks ini bukan hanya soal angka, tapi soal visi: apakah Indonesia mau jadi negara kuat dengan SDM berkualitas, atau cukup dengan program instan yang terlihat “pro-rakyat” tapi berisiko menggerus fondasi jangka panjang? Di 2026 yang diprediksi riuh ini, isu anggaran pendidikan vs MBG bisa jadi pemicu utama backsliding kepercayaan publik terhadap Prabowo.

Paradoks Prabowo bertambah: Janji negara kuat melalui SDA, tapi realitas bergantung pajak karena SDA tak optimal. Jika tak ada reformasi (misalnya royalti lebih tinggi atau nasionalisasi selektif), 2026 bisa lebih riuh dengan protes atas ketidakadilan ini.
Sejumlah inkonsistensi—janji manis vs realitas anggaran yang dianggap salah prioritas, plus tuduhan nepotisme dan korupsi yang terus bergaung di media sosial.

Di ranah politik, niat mengembalikan UUD 1945 ke versi asli 18 Agustus 1945 sepertinya terlihat dengan rencana abolisi pemilu langsung untuk kepala daerah dan presiden, penghapusan DPD, serta pembatasan MK dan Komisi Yudisial. Prabowo beralasan pemilu langsung mahal dan rawan pengaruh pemodal (hanya Rp 11,8 triliun untuk “membeli” pengaruh), tapi mengembalikannya ke DPR/DPRD justru lebih murah bagi oligarki untuk melobi anggota parlemen dalam ruang-ruang gelap.

Revisi UU TNI yang memperluas peran militer di urusan sipil, memicu tuduhan revisionisme sejarah dan militerisasi. Kritik sipil semakin ditekan: aktivis lingkungan ditangkap, permintaan data pengguna media sosial pasca-kerusuhan, dan teror terhadap pengkritik tanpa penindakan aparat. Ini jelas bertolak belakang dengan janji “sabda pandito ratu” dalam bukunya, bahwa: ucapan harus dipegang, bukan berubah-ubah seperti “jam dua tahu, jam empat tempe”. Pokmen esuk dele sore tempe.

2026 berpotensi semakin gaduh dan represif, sebagaimana prediksi Tempo: gelombang protes atas revisi KUHP yang memperluas pengawasan, deforestasi massal di Papua (2 juta hektar untuk tebu), dan ketidakadilan ekonomi pemicunya.

Resesi mungkin tidak langsung menimpa, tapi perlambatan ekonomi akibat defisit APBN mendekati ambang batas, utang infrastruktur warisan Jokowi, dan ketergantungan stimulus bisa memukul pengangguran (4,76%) dan kemiskinan (8,47%).

Jika Prabowo gagal menavigasi—misalnya dengan transparansi lebih baik—paradoks ini bisa memicu krisis lebih lanjut, mengubah Man of Paradox menjadi simbol kegagalan janji pro-rakyat. Rakyat Indonesia, yang memberi mandat 58% di 2024, kini bertanya: apakah benefit of the doubt sudah habis?

Salam,
Malika Dwi Ana
10 Januari 2026

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Surat Untuk Masa Depan Kita

Next Post

GREAT INSTITUTE: EKONOMI DUNIA TAHUN 2026 MAKIN PANAS

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
GREAT INSTITUTE: EKONOMI DUNIA TAHUN 2026 MAKIN PANAS

GREAT INSTITUTE: EKONOMI DUNIA TAHUN 2026 MAKIN PANAS

Mafia-mafia Pajak Setelah Gayus

Mafia-mafia Pajak Setelah Gayus

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...