*Jakarta – FuslatNews* – Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan komitmennya untuk membereskan berbagai permasalahan yang menjadi warisan gubernur-gubernur sebelumnya. Salah satu fokus utamanya adalah membenahi peninggalan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang menjadi bagian dari janji kampanye pasangan Pramono-Rano dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 lalu.
Pramono menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikannya selama menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Dalam hal ini, ia mengaku akan melanjutkan program-program baik dari gubernur-gubernur sebelumnya serta menyempurnakan yang masih kurang optimal.
Fokus pada Revitalisasi Taman Kalijodo
Salah satu proyek peninggalan Ahok yang akan segera dibenahi adalah Taman Kalijodo. Pramono menilai bahwa taman yang dahulu dibangun sebagai ruang publik dan pusat kegiatan masyarakat belum memberikan manfaat maksimal bagi warga sekitar.
“Dalam kampanye, saya mengatakan bahwa apa yang baik dari Mas Anies, Pak Ahok, Bang Yos, dan Bang Foke akan saya lanjutkan. Sekarang, saya akan fokus ke tempat-tempat yang peninggalannya masih perlu diperbaiki, salah satunya Kalijodo,” kata Pramono saat menghadiri acara di KSB, kompleks Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Kamis (7/3/2025).
Menurutnya, Taman Kalijodo awalnya dirancang sebagai ruang terbuka hijau dan area rekreasi yang produktif bagi warga. Namun, dalam perkembangannya, taman tersebut belum menjadi ikon bagi masyarakat setempat sebagaimana yang diharapkan.
“Sekarang Kalijodo tidak lagi menjadi maskot bagi warga di situ. Awalnya di sana ada skate park, tapi ternyata warga di sekitar Kalijodo tidak terlalu antusias bermain skateboard, sehingga tempat itu kurang dimanfaatkan dengan optimal,” ujarnya.
Penambahan Fasilitas Baru
Untuk menghidupkan kembali Taman Kalijodo, Pramono berencana menambahkan sejumlah fasilitas olahraga yang lebih relevan dengan kebutuhan warga sekitar. Beberapa di antaranya adalah lapangan padel dan lapangan sepak bola mini (mini soccer) atau futsal.
“Maka apa yang harus dilakukan? Skate park-nya tetap ada, tempat sepedanya juga masih bisa digunakan oleh anak-anak SD, tapi kita juga akan menambahkan fasilitas lain agar tempat ini benar-benar bisa menjadi pusat aktivitas warga,” jelasnya.
Selain itu, Pramono menyebutkan bahwa pihaknya akan menambahkan overhead atau atap peneduh di beberapa area agar taman tersebut bisa lebih nyaman digunakan sepanjang hari.
Dukungan CSR untuk Percepatan Revitalisasi
Pramono optimistis bahwa revitalisasi Taman Kalijodo bisa dilakukan dengan cepat karena proyek ini didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari salah satu perusahaan swasta.
“Saya yakin tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan ini. Taman Kalijodo dibangun menggunakan dana CSR, dan perusahaan yang dulu membangunnya juga bersedia melanjutkan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Dengan adanya rencana revitalisasi ini, Pramono berharap Taman Kalijodo bisa kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat, bukan sekadar ruang terbuka hijau yang kurang dimanfaatkan secara optimal.























