• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Zalimi Rakyat dan Hanya Untungkan Oligarki Taipan, Presiden Prabowo Harus Batalkan Semua PSN

fusilat by fusilat
March 7, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Zalimi Rakyat dan Hanya Untungkan Oligarki Taipan, Presiden Prabowo Harus Batalkan Semua PSN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Susiana, Aktivis Aliansi Rakyat Menggugat

Langit biru Rempang bergema oleh jeritan rakyat yang dipaksa meninggalkan tanah leluhur mereka. Di desa-desa kecil Wadas, ratusan warga duduk gelisah, dihantui ketidakpastian. Sementara itu, di Morowali, udara dipenuhi debu tambang yang meracuni kehidupan.

Di Surabaya, lautan yang dulu menjadi sumber rezeki nelayan kini berubah menjadi deretan bangunan megah yang hanya bisa dinikmati segelintir elite. Ini bukan sekadar cerita lama tentang pembangunan. Ini adalah kenyataan pahit tentang bagaimana negara lebih berpihak kepada oligarki dan taipan, sementara rakyat harus merelakan tanah, rumah, dan kehidupan mereka.

PSN: Strategi Penjajahan Gaya Baru?

Ketika Proyek Strategis Nasional (PSN) pertama kali digagas oleh pemerintahan Jokowi, banyak yang percaya bahwa ini akan menjadi lompatan besar bagi Indonesia. Jalan tol, bandara, kawasan industri, dan pusat ekonomi baru digalakkan di berbagai daerah. Namun, seiring berjalannya waktu, rakyat mulai melihat bahwa PSN bukan untuk mereka.

Siapa yang benar-benar diuntungkan? Rakyat kecil yang dipaksa hengkang dari tanahnya, atau para taipan yang semakin berkuasa atas sumber daya negeri?

Di balik PSN, jaringan oligarki semakin kuat, menguasai tanah, mengendalikan proyek, dan memperkaya diri dengan kebijakan yang dibuat demi kepentingan mereka sendiri. Sementara itu, rakyat kecil hanya menjadi penonton yang menyaksikan tanah mereka dijual murah dan kehidupan mereka dihancurkan atas nama “kemajuan.”

Rempang: Ketika Negara Menjadi Alat Penggusuran

Di Rempang, ribuan warga Melayu yang telah hidup di sana selama ratusan tahun kini menghadapi kenyataan pahit. Tanah mereka, yang diwariskan turun-temurun, kini diincar untuk dijadikan kawasan elite bernama Rempang Eco City.

Dalihnya? Investasi dari China yang diklaim akan membawa kemajuan bagi Indonesia. Tapi apakah kemajuan itu benar-benar untuk rakyat? Atau hanya proyek yang menguntungkan segelintir elite?

Ketika warga Rempang menolak, mereka tidak diberi kesempatan berdialog. Mereka justru disambut dengan gas air mata, polisi bersenjata, dan intimidasi dari negara yang seharusnya melindungi mereka.

Wadas: Pembangunan yang Menghancurkan Kehidupan Petani

Di Wadas, warga desa yang bergantung pada pertanian harus menerima kenyataan bahwa tanah mereka akan diambil untuk proyek bendungan. Batu andesit yang ada di sana akan ditambang, mengubah tanah subur menjadi kubangan raksasa yang tak lagi bisa ditanami.

Petani yang telah menggarap lahan selama puluhan tahun kini berhadapan dengan aparat bersenjata. Mereka yang berani bersuara malah dicap sebagai pengganggu pembangunan. Padahal, yang mereka perjuangkan bukanlah kekayaan, melainkan hak dasar: hak untuk tetap tinggal di tanah mereka sendiri.

Morowali: Ketika Tanah Air Dijual ke Asing

Morowali, yang kini menjadi pusat industri nikel terbesar di Indonesia, adalah bukti lain bahwa PSN lebih menguntungkan oligarki dan pemodal asing daripada rakyat. Dengan investasi besar dari China, kawasan ini berubah menjadi surga bagi pemilik modal. Tapi di balik kilauan investasi ini, ada cerita pahit rakyat yang semakin terpinggirkan.

Polusi dari pabrik membuat udara sulit dihirup, air bersih semakin langka, dan para pekerja lokal hanya mendapat upah rendah dibandingkan tenaga kerja asing yang didatangkan dengan fasilitas mewah. Di atas tanah mereka sendiri, rakyat Morowali hanya menjadi buruh, bukan pemilik. Mereka bekerja keras, tapi keuntungan besar tetap mengalir ke kantong taipan dan pemodal asing.

Surabaya Waterfront Land: Ketika Lautan Dijual

Nelayan di Surabaya yang dulu bisa melaut dengan bebas kini harus menerima kenyataan bahwa laut mereka bukan lagi milik mereka.

Proyek reklamasi yang masuk dalam PSN mengubah garis pantai menjadi kawasan elite dengan apartemen dan pusat bisnis mewah. Bagi segelintir orang, ini adalah tanda kemajuan. Tapi bagi para nelayan, ini adalah tanda kehancuran. Mereka kehilangan mata pencaharian, kehilangan rumah, dan kehilangan identitas mereka sebagai bagian dari laut.

Prabowo Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Taipan

Sekarang, bola panas ada di tangan Prabowo Subianto.

Sebagai presiden terpilih, ia harus memutuskan: apakah ia akan melanjutkan kebijakan yang hanya menguntungkan oligarki, atau berani menghentikan semua PSN yang telah menzalimi rakyat?

Jika Prabowo benar-benar nasionalis seperti yang ia sering klaim, maka ia harus menunjukkan keberanian untuk menghentikan proyek-proyek yang merampas hak rakyat kecil. Jangan biarkan negara ini terus menjadi alat para taipan. Jangan biarkan pribumi terusir dari tanah mereka sendiri.

Membatalkan PSN bukanlah kemunduran. Justru, itu adalah langkah maju untuk mengembalikan keadilan bagi rakyat Indonesia.

Rakyat Harus Bangkit dan Melawan

Tapi kita tidak bisa hanya berharap pada Prabowo. Sejarah telah membuktikan bahwa perubahan tidak datang dari penguasa, melainkan dari rakyat yang berani melawan ketidakadilan.

Jika negara terus menutup telinga terhadap jeritan rakyat, maka rakyat harus turun ke jalan. Dari Rempang hingga Morowali, dari Wadas hingga Surabaya, suara perlawanan harus terus menggema.

Ini bukan hanya tentang mempertahankan tanah. Ini adalah tentang mempertahankan hak, harga diri, dan masa depan kita sebagai bangsa.

Pribumi harus bangkit melawan! Jika negara tak lagi berpihak pada rakyat, maka rakyatlah yang harus memperjuangkan haknya sendiri!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Korupsi Pertamina 1.000 T, Kejagung Lindungi Erick Thohir

Next Post

Pramono Anung Bertekad Benahi Peninggalan Ahok, Mulai dari Kalijodo

fusilat

fusilat

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Pramono Anung Bertekad Benahi Peninggalan Ahok, Mulai dari Kalijodo

Pramono Anung Bertekad Benahi Peninggalan Ahok, Mulai dari Kalijodo

Sejumlah Harapan Berbagai Ormas Islam Disampaikan Kepada Menko Yusril

Sejumlah Harapan Berbagai Ormas Islam Disampaikan Kepada Menko Yusril

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist