• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Presiden yang Ditangisi dan Disambut Gegap Gempita: Kontras Kepemimpinan di Mata Rakyat

Ali Syarief by Ali Syarief
October 20, 2024
in Feature, Politik
0
Presiden yang Ditangisi dan Disambut Gegap Gempita: Kontras Kepemimpinan di Mata Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap pemimpin nasional mengawali dan mengakhiri masa jabatannya dengan respons yang berbeda dari rakyatnya. Beberapa pemimpin ditangisi ketika masa jabatannya berakhir, dianggap sebagai sosok yang memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebaliknya, ada juga yang disambut dengan gegap gempita saat awal menjabat karena membawa harapan besar bagi perubahan. Fenomena ini menggambarkan betapa dinamisnya hubungan antara seorang pemimpin dan rakyatnya, dipengaruhi oleh kebijakan, prestasi, serta kesan yang ditinggalkan sepanjang masa kepemimpinannya.

Presiden yang Ditangisi Saat Lengser

Contoh nyata pemimpin yang ditangisi rakyatnya ketika lengser adalah Nelson Mandela dari Afrika Selatan. Mandela menjabat dari tahun 1994 hingga 1999, memimpin Afrika Selatan dalam masa transisi yang sulit dari era apartheid menuju demokrasi. Kepemimpinan Mandela dipandang sebagai simbol perdamaian, keadilan, dan rekonsiliasi nasional. Setelah mengakhiri masa jabatannya, Mandela dikenang sebagai sosok pemersatu yang mengutamakan perdamaian dan pengampunan ketimbang balas dendam, meski ia mengalami penindasan berat selama lebih dari dua dekade sebagai tahanan politik.

Keputusan Mandela untuk hanya menjabat satu periode juga membuatnya semakin dihormati. Ia menunjukkan bahwa kekuasaan bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk membawa perubahan yang lebih baik. Saat Mandela mengundurkan diri, banyak rakyat Afrika Selatan yang merasa kehilangan, seolah-olah kehilangan figur ayah yang telah membimbing mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Contoh lain adalah Franklin D. Roosevelt, presiden Amerika Serikat yang menjabat selama empat periode dari 1933 hingga wafatnya pada tahun 1945. Roosevelt berhasil memimpin Amerika keluar dari Depresi Besar melalui program New Deal-nya dan memainkan peran kunci dalam Perang Dunia II. Ketika Roosevelt wafat, rakyat Amerika berduka, merasa kehilangan seorang pemimpin yang mampu menavigasi bangsa melalui masa-masa tersulit. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas, penuh empati, dan visioner dalam menghadapi tantangan domestik dan internasional.

Presiden yang Disambut Gegap Gempita Saat Awal Menjabat

Di sisi lain, ada pemimpin yang disambut dengan gegap gempita pada awal masa jabatannya karena membawa harapan besar bagi perubahan. Salah satu contoh adalah Barack Obama, yang dilantik sebagai presiden Amerika Serikat pada tahun 2009. Obama adalah presiden kulit hitam pertama dalam sejarah Amerika Serikat, dan kemenangannya disambut dengan antusiasme besar baik di dalam maupun luar negeri. Kampanye “Yes We Can” miliknya memberikan harapan akan perubahan setelah periode panjang ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah sebelumnya.

Kemenangan Obama menandai momen penting dalam sejarah AS, di mana banyak orang melihatnya sebagai simbol kemajuan rasial dan politik. Euforia pelantikannya sangat terasa, terutama di Washington, D.C., di mana jutaan orang menghadiri upacara pelantikannya. Obama membawa harapan akan pemerintahan yang lebih inklusif, adil, dan berfokus pada rakyat. Meski masa kepemimpinannya tidak terlepas dari kritik, sambutan di awal jabatannya tetap menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam politik modern.

Kontras Emosi di Akhir dan Awal Kepemimpinan

Kontras antara pemimpin yang ditangisi saat lengser dan yang disambut gegap gempita saat awal menjabat menunjukkan bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyat sangat bergantung pada kinerja dan persepsi. Pemimpin yang ditangisi ketika masa jabatannya berakhir biasanya telah menunjukkan kepemimpinan yang penuh empati, visi yang kuat, serta keputusan-keputusan yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat. Mereka dipandang sebagai pelindung dan pembela kepentingan umum, bukan sekadar penguasa politik.

Sementara itu, pemimpin yang disambut dengan gegap gempita saat awal menjabat biasanya datang dengan janji-janji besar akan perubahan dan kemajuan. Rakyat menyambutnya dengan antusias karena melihat peluang baru untuk masa depan yang lebih baik. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga kepercayaan dan antusiasme tersebut sepanjang masa jabatan. Tidak semua pemimpin yang disambut dengan gegap gempita di awal jabatannya akan meraih simpati yang sama ketika mereka meninggalkan kursi kekuasaan.

Penutup

Dalam sejarah politik, presiden yang benar-benar sukses bukan hanya yang disambut dengan gegap gempita di awal masa jabatannya, tetapi juga yang ditangisi ketika masa jabatannya berakhir. Pengakuan atas keberhasilan seorang pemimpin sering kali baru muncul di akhir masa kepemimpinannya, ketika rakyat bisa melihat warisan yang ditinggalkan. Fenomena ini menunjukkan bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyat sangat kompleks, dan bahwa hanya pemimpin yang benar-benar memahami dan melayani kepentingan rakyat dengan tulus yang akan diingat dan dirindukan setelah masa jabatannya berakhir.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membuka Tirai Rumus Rahasia “Mengapa Prabowo Ingin Koalisi Besar?”

Next Post

Prabowo’s High Trust Rating and the Challenges Ahead

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Menyongsong Era Kepresidenan Baru: Apakah Akan Muncul Militerisme?

Prabowo's High Trust Rating and the Challenges Ahead

Stunting: Aib Bangsa di Tengah Status G-20

Stunting: Aib Bangsa di Tengah Status G-20

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist