akarta, Fusilatnews.com – Cendekiawan Muslim Indonesia Prof Dr Komaruddin Hidayat mengapresiasi terpilihnya kembali duet Profesor Haedar Nashir dan Profesor Abdul Mu’ti sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (20/11/2022). Menurut Komaruddin, keduanya adalah pilihan yang tepat, karena mampu menjaga dan memperkokoh posisi dan eksistensi Muhammadiyah sebagai gerakan kultural, pendidikan dan moral bangsa.
“Sebuah pilihan yang tepat. Kedua tokoh itu mampu menjaga dan memperkokoh posisi dan eksistensi Muhammadiyah sebagai gerakan kultural, pendidikan dan moral bangsa,” ungkap Komaruddin Hidayat saat dihubungi, Ahad (20/11/2022) malam.
Sebagai organisasi, kata Komaruddin yang juga Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), saat ini Muhammadiyah yang merupakan organisasi keagamaan terbesar kedua di Indonesia setelah Nahdatul Ulama (NU), yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912, tengah menarik warganya agar naik menjadi kelas menengah yang independen.
“Ini sebuah kekuatan ‘civil society’ (masyarakat madani, red) yang sangat diperlukan bangsa dan negara untuk mendewasakan demokrasi,” jelasnya.
Terkait formulasi relasi antara Muhammadiyah dan pemerintah yang menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersifat proporsional, yakni jika kebijakan pemerintah pro-rakyat maka Muhammadiyah akan bedada di garda terdepan untuk membelanya, dan sebaliknya jika kebijakan pemerintah tidak pro-rakyat maka Muhammadiyah akan mengkritisinya, sesuai prinsip “amar ma’ruf nahi munkar” (menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran), Komaruddin menjawab diplomatis.
“Kesanku Muhammadiyah lebih sibuk mengurus warganya dan memajukan lembaga-lembaga pendidikannya dan rumah sakitnya. Itu sebuah kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Muhammadiyah berjuang tidak mesti lewat jalur politik praktis,” cetus mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini.
“Hubungan Muhammadiyah dengan negara dan pemerintah juga cukup baik, tidak oposisi dan tidak pula minta-minta belas kasih,” tandasnya.
Diberitakan, petahana Haedar Nashir dan Abdul Mu’ti terpilih kembali sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam Muktamar Muhammadiyah di Solo, Ahad (20/11/2022). Keduanya merupakan peraih suara tertinggi pertama dan kedua dari 13 calon ketua umum yang semula seluruhnya berjumlah 39 orang.
Berikut daftar lengkap 13 nama anggota PP Muhammadiyah masa jabatan 2022-2027 berikut perolehan suaranya:
1. Haedar Nashir: 2.203 suara.
2. Abdul Mu’ti: 2.159 suara.
3. Anwar Abbas: 1.820 suara.
4. Busyro Muqoddas: 1.778 suara.
5. Hilman Latief: 1.675 suara.
6. Muhadjir Effendy: 1.598 suara.
7. Syamsul Anwar: 1.494 suara.
8. Agung Danarto: 1.489 suara.
9. Saad Ibrahim: 1.333 suara.
10. Syafiq A Mughni: 1.152 suara.
11. Dadang Kahmad: 1.119 suara.
12. Ahmad Dahlan Rais: 1.080 suara.
13. Irwan Akib: 1.001 suara.
Profil Komaruddin Hidayat
Dikutip dari Wikipedia, Prof Dr Komaruddin Hidayat lahir di Magelang, Jawa Tengah, 18 Oktober 1953. Ia adalah Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, periode 2006-2010 dan 2010-2015, dan juga Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia periode 2019-2024.
Selain sebagai akademisi, ia juga menjadi penulis kolom di beberapa media massa.Kemampuan intelektualnya ia tunjukkan dengan menjadi peneliti di beberapa lembaga kajian dan penelitian.
Riwayat Jabatan
– Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia, 2019-2024.
– Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2006-2015.
– Ketua Panitia Pengawas Pemilu 2004.
Riwayat Pendidikan
– Pondok Pesantren Pabelan, Magelang (1965).
– Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan (1971).
– Sarjana Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1981).
– Master and PhD Bidang Filsafat pada Middle East Technical University, Ankara, Turki (1995).
– Post Doctorate Research Program di Harfort Seminary, Connecticut, AS, selama satu semester (1997).
– International Visitor Program (IVP) ke AS (2002).
Pengalaman Kerja
– Guru Besar Filsafat Agama UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (sejak 2001).
– Direktur Eksekutif Yayasan Paramadina (1996-2000).
– Associate Trainer/Consultant bidang HRD pada Vita Niaga Colsultant (sejak 1999).
– Dosen Tetap Institut Bankir Indonesia (sejak 2000).
– Dosen Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (sejak 2003).
– Advisory Board Member of Common Ground Indonesia (sejak 2001).
– Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pusat (2003-2004).
– Chairman pada Indonesia Procurement Watch (sejak 2002).
– Direktur Eksekutif Pendidikan Madania (sejak 2001).
– Dewan Pertimbangan Pendidikan DKI Jakarta (sejak 2004).
– Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (sejak 2005).
– Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan RI (sejak 2005).
– Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pusaf, 2004.
– Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2006-2010.
Karya Tulis
– Memahami Bahasa Agama (1996) (liberal).
– Masa Depan Agama (1995).
– Tragedi Raja Midas (1998).
– Tuhan Begitu Dekat (2000).
– Wahyu di Langit, Wahyu di Bumi (2002).
– Menafsirkan Kehendak Tuhan (2003).
– Psikologi Kematian (2005).
– Psikologi Beragama
Path of Life, Menanam Kebajikan dalam Setiap Langkah (2014).
– Iman yang Menyejarah (2018). (F-2)






















