• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Proyek BTS Kominfo Ternyata Bermasalah Sejak di Perencanaan Tapi Dipaksakan

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
August 2, 2023
in Feature
0
Proyek BTS Kominfo Ternyata Bermasalah Sejak di Perencanaan Tapi Dipaksakan

foto Liputan6

Share on FacebookShare on Twitter

“Seharusnya dari awal pekerjaan sedemikian banyak, 4.200 tower di seluruh Indonesia di daerah 3T, harusnya dari awal 6 bulan tidak mungkin bisa dilaksanakan. Harusnya begitu. Ngapain juga dipaksain. Ini, kan, menggunakan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan,” kata hakim.

Jakarta – Fusilatnews – Adanya 7.904 data yang buru-buru diserahkan meski belum tentu valid hingga sampai adanya penggelembungan harga atau mark up sebesar 366 persen. menunjukkan Proyek menara BTS 4G BAKTI Kominfo rupanya sejak awal perencanaan sudah bermasalah.tapi dipaksakan demi memperoleh keuntungan padahal melawan hukum.

Hal itu terungkap dalam kesaksian Kepala Biro Perencanaan Kemkominfo Arifin Saleh Lubis, Kasubdit/Koordinator Monitoring dan Evaluasi Jaringan Telekomunikasi Kemkominfo Indra Apriadi, serta Auditor Utama pada Inspektorat Jenderal Kemkominfo Doddy Setiadi.dalam persidangan lanjutan kasus dugaan mega korupsi proyek BTS 4G BAKTI Kominfo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (2/8).

Arifin yang diperiksa pertama sebagai saksi. Arifin mengatakan anggaran proyek BTS Kominfo mulanya hanya Rp 1 triliun untuk 4.200 tower BTS.

Dalam perjalanannya, ada penambahan anggaran hingga menjadi Rp 12,5 triliun untuk 2021. Anggaran itu kemudian disetujui.

“Prosesnya ada dua, yang pertama melalui proses pagu biasa, jadi dari anggaran Rp 1 triliun ada penambahan anggaran pada pagu anggaran Rp 12,51 triliun kemudian 2022 itu ada usulan pemanfaatan PNBP yang dihasilkan unit eselon 1, jadi di tahun 2021 itu harusnya 4.200 atau total semua ada 6.645 BTS itu tidak bisa dipenuhi semuanya,” kata Arifin dalam kesaksiannya.

Arifin mengatakan anggaran Rp 12,5 triliun untuk 4.200 BTS harus selesai pada 31 Desember 2021. Namun kenyataannya, kata Arifin, sulit untuk dilakukan.

“Kalau kita bicara 2021 anggaran yang Saudara sebutkan Rp 12, 5 triliun itu, 2021 habis tahun anggaran tanggal berapa?” tanya hakim.

“31 Desember 2021,” jawab Arifin.

“Berarti Rp 12,5 triliun untuk 4.200 harus selesai Desember 2021?” tanya hakim.

“Betul,” jawab Arifin.

“Kenyataannya?” tanya hakim.

“Kami sulit Yang Mulia karena,” kata Arifin.

Arifin mengatakan pihaknya sulit menerima laporan mengenai proyek BTS. Kata Arifin, ada aplikasi pantau untuk melaporkan secara administrasi mengenai hal itu, tapi hanya bisa dilihat oleh para pejabat eselon 1 di Kominfo.

“Mendapatkan laporan itu pada saat itu sulit untuk kami, ada aplikasi pantau, aplikasi pantau itu adalah aplikasi bagi para eselon 1 untuk melaporkan secara administrasi capaiannya berapa, capaiannya berapa, tapi kami tidak melihat kewenangan ke dalam lagi, jadi based on trust, berdasarkan kepercayaan,” kata Arifin.

Hakim terus mencecar Arifin soal Proyek 4.200 BTS yang harusnya selesai 2021. Hakim mempertanyakan tupoksi Arifin di biro perencanaan.

“Kita kan di biro perencanaan, awalnya Saudara tahu, akhirnya Saudara tidak tahu, begitu?” tanya hakim.

“Harusnya 4.200,” jawab Arifin.

“Harusnya Saudara tahu kan?” tanya hakim.

“Iya 4.200,” jawab Arifin.

Hakim menegaskan seharusnya Arifin mengetahui progres BTS yang sudah direncanakannya dulu di Biro Perencanaan.

Hakim mengatakan bila pejabat tidak memikirkan keberlanjutan proyek ini dan hanya di tahap perencanaan, maka lama-lama akan habis uang negara.

“Coba lihat tupoksi Saudara itu tahu nggak, Saudara ikut nggak, Saudara bahwa akhirnya gimana yang kami rencanakan dulu bagaimana jadinya, jangan karena ini kami cuma perencanaan saja, selesai atau tidak bukan tugas kami, bukan begitu pak. Kalau begini habis uang negara. Perbagian ini, ini bukan bagian saya, jadi lepas tangan aja begitu Pak. Tidak tahu Saudara?” tanya hakim.

“Tahu Yang Mulia, 4.200 harus selesai bulan Desember,” jawab Arifin.

Saksi lainnya, Indra, mengungkap 4.200 lokasi itu merupakan titik yang belum ada sinyal internet (blank spot). Dia menyebut dari data total ada 7.904 lokasi yang blank spot yang merupakan daerah terluar, terdepan, tertinggal.

“Tentang blank spot, 7.904 itu terdiri dari 3 T dan daerah belum tercover sinyal 4G?” tanya jaksa.

“Untuk seluruh desa, ada 12 ribu desa yang masih belum 100 persen tercover sinyal 4G. Kemudian ketika menggunakan peraturan daerah 3 T Perpres dan peraturan PNBP kemudian ditemu kenali ada 9.113 desa yang ada di daerah 3 T,” kata Indra.

“Dari 9 ribu kita dalami lagi ada desa yang sudah ada powernya tapi belum 4G, ada yang sudah ada coverage tapi belum 100 persen, ada sudah ada BTS tapi belum selesai, ada desa yang belum ada site,” ujarnya.

“Itu sebanyak 7.904?” tanya jaksa.

“Iya,” jawab Indra.

Indra mengakui data 7.904 itu belum valid karena belum dilakukan survei ke lapangan. Akan tetapi, kata Indra, data itu tetap digunakan untuk menyusun rencana pembangunan BTS 4G.

“Kalau berdasarkan coverage prediction dengan data tambahan batas wilayah administrasi yang kami punya, menurut kami harus ada pengecekan,” kata Indra.

“Menurut Saudara belum valid?” tanya jaksa.

“Sumber data digunakan oleh BAKTI?” tanya jaksa lagi.

“Betul,” jawab Indra.

Hakim pun lalu mencecar Indra. Hakim meminta Indra berterus terang tentang siapa yang mendesak data yang belum valid itu untuk diserahkan.

Indra mengaku Dirut BAKTI Kominfo saat itu Anang Achmad Latif yang mendesak agar data lokasi BTS itu diserahkan walaupun belum valid.

“Siapa yang mendesak Saudara data yang tidak valid segera diserahkan ke BAKTI siapa yang mendesak?” tanya hakim.

“Pada saat itu yang minta saya langsung Pak Anang Pak,” jawab Indra.

Saksi selanjutnya, Doddy, mengungkap adanya dugaan mark up atau penggelembungan harga hingga 366 persen. Dia menyebut hal itu karena suku bunga acuan yang digunakan untuk menyusun harga perkiraan sendiri di atas asumsi suku bunga yang ditetapkan dalam perundang-undangan.

“Tahu ya ada mark up harga?” tanya hakim.

“Iya berdasarkan teman-teman ada indikasi temuan,” ujar Doddy.

“Tadi saya tanya apakah ada mark up, dijawab tidak. Tapi setelah ada surat itu, itu kan surat Saudara, itu ada mark up 366 persen,” ujar hakim.

Doddy mengungkap target 4.200 tower BTS pada 31 Desember 2021, ternyata hanya 618 yang baru selesai dan on air. Dia menyebut ada beberapa kendala proyek itu tidak bisa selesai, salah satunya karena situasi keamanan di Papua yang tidak kondusif.

“Jadi targetnya?” tanya hakim.

“Targetnya seluruhnya 4.200,” jawab Doddy.

“Untuk semua paket itu, tidak selesai ada dalam keadaan Kahar. kahar itu kan keadaan alam sebagian. Dimana itu yang saudara tahu? Kaharnya itu apa? Gempa bumi,banjir kah atau apa?” tanya hakim.

“Kahar itu, kalau di Papua kan itu keamanan, lalu juga persoalan transportasi pengangkut material itu yang diantaranya alasannya kenapa progres 3 4 5 itu agak melambat,” ujar Doddy.

“Apakah di Papua saja yang tidak selesai?” tanya hakim lagi.

“Tidak, yang paket 1, 2 juga ada yang tidak selesai,” jawab Doddy.

“Seharusnya dari awal pekerjaan sedemikian banyak, 4.200 tower di seluruh Indonesia di daerah 3T, harusnya dari awal 6 bulan tidak mungkin bisa dilaksanakan. Harusnya begitu. Ngapain juga dipaksain. Ini, kan, menggunakan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan,” kata hakim.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Megalodon Masih Ada?  Warga London Dikejutkan oleh Ikan Hiu Dengan Sirip Setinggi 5 Meter Berenang di Sungai Thames

Next Post

Dengan Alasan Menggelikan Habieb Rizieq Tak Diizinkan Umroh,  Ajukan Gugatan ke PTUN

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Dengan Alasan Menggelikan Habieb Rizieq Tak Diizinkan Umroh,  Ajukan Gugatan ke PTUN

Dengan Alasan Menggelikan Habieb Rizieq Tak Diizinkan Umroh,  Ajukan Gugatan ke PTUN

Menkeu Singgung Nama Gayus Tambunan dan Angin Pratikno Dalam Penjelasan Terkait Pergerakan Uang Rp300 Triliun

Sri Mulyani Hanya Pintar Ngomong Ekonomi Gelap Gulita. Tapi Tak Menjawab Bagaimana Mitigasinya?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist