Menurut Puan sebagai senior bangsa yang sudah banyak pengalaman teruji, dirinya berharap adanya pertemuan dua orang besar ini akan membangun situasi bangsa dan negara menjadi kondisi yang damai.
Jkarta – Fusilatnews – Pertemuan antara Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY bisa saja terjadi.
“Tidak ada kata tidak,” kata Ketua DPP PDIP Puan Maharani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa, (20/6)
Harapan Puan pertemuan dua mantan pemimpin RI itu bisa terwujud. “Jadi jangan pernah putus asa, semua masih ada harapan,” ujar dia.
Ketua DPR itu mengatakan bahwa semua orang berharap agar kondisi politik Indonesia ke depan dalam situasi yang damai. “Kita semua berharap tentu nantinya semua bisa berkumpul, guyub,” ujar dia.
Seperti diketahui hubungan antara Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY boleh dikata cukup buruk selama 20 tahun terakhir.
Kerenggangan hubungan keduanya sejak SBY maju di Pilpres 2004. Sejak itu, kedua partai tak pernah berkomunikasi. Namun, hubungan itu belakangan cair setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY bertemu dengan Puan Maharani di kawasan Senayan pada Ahad lalu.
Setelah pertemuan yang disebut sebagai rekonsiliasi itu, SBY pada Senin, 19 Juni 2023 mengunggah cuitan yang isinya tentang mimpi dia melakukan perjalanan dan berbincang dengan Jokowi dan Megawati.
Menanggapi mimpi itu, Puan mengatakan itu bisa jadi merupakan suatu pertanda, bahwa membangun bangsa dan negara mesti bersama-sama. “Ya itu mungkin jadi suatu pertanda,” katanya.
Menurut Puan sebagai senior bangsa yang sudah banyak pengalaman teruji, dirinya berharap adanya pertemuan dua orang besar ini akan membangun situasi bangsa dan negara menjadi kondisi yang damai.
“Situasi yang dibangun semua pemimpin yang pernah berjasa bagi bangsa dan negara bisa ditunjukan kepada rakyat Indonesia, jadi kita yang muda-mudanya merasa adem ayem,” katanya
Isi Utas SBY di Twitter
SBY Menulis di Akun Twitter
Presiden RI ke 6, SBY mengunggah mimpinya melalui twitt di akun Twitter pada Senin, 19 Juni lalu sekitar pukul 14.42 WIB. Unggahan tersebut terbagi menjadi empat paragraph , yang hingga kini telah disukai sebanyak 7 ribu lebih, dan di-retwet hingga seribu lebih.
Tulisan SBY itu pada intinya momen kebersamaan kedua pemimpin RI lainnya, yakni Jokowi, dan Megawati. Menurut SBY, Mereka melakukan perjalanan bersama, sembari menghabiskan waktu berbincang-bincang. Berikut ini utas yang ditulis SBY secara lengkap.
“Saya bermimpi, di suatu hari Pak Jokowi datang ke rumah saya di Cikeas untuk kemudian bersama-sama menjemput Ibu Megawati di kediamannya. Selanjutnya kami bertiga menuju Stasiun Gambir,” tulis SBY.
“Di Stasiun Gambir, sudah menunggu Presiden Indonesia Ke-8 & beliau telah membelikan karcis kereta api Gajayana ke arah Jawa Tengah & Jawa Timur. Karena masih ada waktu, sejenak kami berempat minum kopi sambil berbincang-bincang santai.”
“Setelah itu, kami bertiga naik kereta api Gajayana yang siap berangkat ke tujuan. Di perjalanan, kami menyapa rakyat Indonesia dengan hangat. Rakyat yang pernah kami pimpin dengan penuh kesungguhan hati. Memimpin bangsa yang tak pernah sepi dari tantangan.”
“Sampai di Solo, Pak Jokowi dan saya turun dari kereta. Pak Jokowi kembali ke kediamannya, saya terus ke Pacitan dengan bus. Sedangkan Ibu Megawati melanjutkan perjalanan ke Blitar utk berziarah ke makam Bung Karno,” tulis SBY dalam utasnya itu.

























