Putusan MK ini membuat bursa cawapres pendamping Prabowo Subianto mengerucut menjadi ke tiga nama, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan tokoh NU Yenny Wahid.
Jakarta – Fusilatnews – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak secara keseluruhan Perkara Nomor 29/PUU-XXI/2023, .permohonan uji materiil Pasal 169 huruf q Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur batas usia minimal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Penolakan MK ini memastikan ambisi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) terkuburkarena usia Gibran saat ini baru menginjak 36 tahun
Putusan MK ini membuat bursa cawapres pendamping Prabowo Subianto mengerucut menjadi ke tiga nama, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan tokoh NU Yenny Wahid.
Setelah Gibran disingkirkan oleh MK, peluan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadi bacawapres pendamping Prabowo semakain menguat
“Peluang Erick Thohir semakin menguat berpasangan dengan Prabowo setelah JR batas usia capres-cawapres ditolak,” ujar Andriadi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/10/).
Menurut Andriadi sosok Erick ideal menjadi Prabowo karena memiliki elektabilitas tinggi. Dengan begitu, pasangan Prabowo-Erick dapat mendongkrak peluang melawan Ganjar Pranowo.
Selain itu, dari sisi kemampuan dan pengalaman, Erick juga saat ini menjabat Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI. Hanya saja, kata Direktur Eksekutif Nusantara Institute Political Communication Studies and Research Centre (PolCom SRC) itu, pekerjaan Erick saat ini adalah melobi ketum KIM.
“Maka peluang ET dengan elektabilitas yang tinggi dalam berbagai survei, tinggal bagaimana PAN memperjuangkan dan melobo anggota parpol koalisi. Selain itu, restu Jokowi perlu dikejar oleh PAN untuk menjadikan ET sebagai cawapres prabowo,” ujar Andriadi.
Hal itu karena adanya konstelasi politik terkait perebutan suara Jatim dan Jateng merupakan hal penting. Sehingga, sosok Mahfud MD, Khofifiah, dan Yenny juga menjadi salah satu pertimbangan bagi Prabowo untuk menang.
“Erick sangat ideal, kelemahan ET bukan berasal dari Jawa Timur, karena itu perlu lobi partai dan restu Jokowi, atau menjadikan Khofifah sebagai Ketua Tim Pemenangan dan Yenny juga di dalamnya,” kata Andriadi


























