• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

QRIS & GPN: Jalan Sunyi Menuju Kedaulatan Digital, dan Mengapa Amerika Keberatan

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
April 30, 2025
in Economy, Feature
0
QRIS & GPN: Jalan Sunyi Menuju Kedaulatan Digital, dan Mengapa Amerika Keberatan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Ketika Bank Indonesia meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada akhir 2017, dan kemudian memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2019, publik menyambutnya sebagai langkah menuju efisiensi transaksi digital. Tapi di balik euforia kemudahan bertransaksi, tersembunyi satu agenda besar: kedaulatan.

Ya, kedaulatan. Sebuah kata yang terlalu sering kita dengar dalam pidato kenegaraan, tapi jarang benar-benar dibumikan dalam praktik kebijakan ekonomi. GPN dan QRIS adalah pengecualian. Inisiatif ini lahir dari kesadaran menyakitkan: bahwa selama puluhan tahun, setiap kali rakyat Indonesia menggesek kartu debit di toko kelontong atau kafe langganan, data dan uang mereka melayang ke luar negeri. Terutama ke Amerika Serikat, ke jantung dua raksasa finansial: Visa dan Mastercard.

Bayangkan, Anda punya kartu debit BRI, berbelanja di toko yang memakai EDC BCA, tapi transaksinya tetap harus melewati jaringan Visa atau Mastercard. Ada biaya switching, ada potongan transaksi, ada arus data yang tidak pernah kembali. Indonesia seperti menyewa rumah sendiri dari pemilik asing. Bahkan untuk belanja di warung tetangga, kita “minta izin dulu ke Washington.”

Kenapa Amerika Resah?

Jawabannya sederhana dan brutal: uang dan data. Visa dan Mastercard menarik 1–3% dari setiap transaksi yang melalui jaringan mereka. Sekilas terlihat kecil, tapi dalam skala ekonomi Indonesia yang per tahun menggerakkan ribuan triliun rupiah dari ritel, fee ini menjelma menjadi aliran dolar miliaran ke luar negeri. Devisa bocor tanpa bunyi.

Tapi yang lebih mahal dari uang adalah data. Setiap transaksi adalah sepotong puzzle dari kebiasaan konsumsi warga negara. Dikumpulkan, dianalisis, dijual, dipakai untuk prediksi pasar. Data is the new oil, dan Amerika tak ingin kehilangan sumurnya.

QRIS: Dari Pandemi ke Revolusi

COVID-19 menjadi katalis yang tak terduga. Uang tunai dianggap riskan, masyarakat beralih ke transaksi nirsentuh. QRIS melesat. Hanya dalam empat tahun, jumlah merchant pengguna QRIS meledak dari ratusan ribu menjadi lebih dari 30 juta per April 2025. Bahkan warung kopi pinggir jalan kini punya QRIS. UMKM yang sebelumnya enggan masuk ke dunia digital, kini punya alat yang murah, efisien, dan terhubung langsung dengan sistem keuangan nasional — tanpa perantara asing.

QRIS bukan sekadar teknologi. Ia adalah pernyataan. Bahwa ekonomi digital Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri, tidak tergantung pada sistem global yang memaksa tunduk.

QRIS, ASEAN, dan Ancaman terhadap Hegemoni Dolar

Per April 2025, Indonesia sudah menjalankan uji coba transaksi lintas negara berbasis QRIS dengan 5 negara ASEAN: Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Turis Thailand bisa pakai dompet digital mereka untuk bayar nasi campur di Bali. Warga Jakarta bisa ngopi di KL hanya dengan scan QRIS.

Inilah bibit dari ASEAN Pay — sistem pembayaran regional yang interkoneksi, murah, dan independen dari jaringan Visa/Mastercard. Indonesia bersama Singapura (NetQR), Thailand (PromptPay), Malaysia (DuitNowQR), Filipina (QRPh), Vietnam (VietQR), dan bahkan Kamboja (Bakong) sedang membangun sesuatu yang bisa mengguncang dominasi dolar dalam transaksi kawasan.

Amerika tentu gelisah. Dalam satu dekade ke depan, jika tren ini berlanjut, bukan mustahil Visa dan Mastercard akan kehilangan porsi pasarnya di Asia Tenggara. Ini bukan cuma kerugian bisnis. Ini soal geopolitik.

Siapa di Balik Visa & Mastercard?

Jaringan Visa dan Mastercard adalah tulang punggung bagi ekosistem raksasa teknologi Amerika: Apple Pay, Google Pay, PayPal, Amazon Pay. Jika jaringan ini melemah di negara-negara berkembang yang mulai membangun sistem pembayaran sendiri, maka arus data dan dominasi sistem keuangan Amerika ikut tergerus.

Indonesia memilih jalan yang tidak mudah: membangun arsitektur sendiri, menolak ketergantungan, dan mempromosikan interoperabilitas domestik. Ekosistem lokal — OVO, DANA, Gopay, ShopeePay, LinkAja — bukannya saling membunuh, tapi justru dipersatukan oleh satu QR: QRIS.

Dan ini terjadi tanpa perlu undang-undang proteksionis, tanpa perang dagang, cukup dengan kemauan politik dan keberanian untuk tidak tunduk pada “aturan main global” yang timpang.

Akhirnya, Apa yang Dipertaruhkan?

QRIS dan GPN adalah simbol. Bahwa negara ini mulai belajar bahwa dalam dunia digital, infrastruktur adalah kedaulatan. Bahwa setiap transaksi yang tidak dikendalikan sendiri, adalah potensi kebocoran.

Amerika keberatan, karena QRIS adalah jalan pulang menuju kedaulatan. Karena QRIS dan GPN membuka mata negara-negara berkembang bahwa mereka tidak perlu selamanya menyewa sistem, mereka bisa membangun sendiri. Dan karena QRIS adalah awal dari sebuah perubahan besar: dari dominasi global menuju tata ekonomi digital yang adil dan setara.

QRIS bukan hanya sekumpulan titik dan garis di atas stiker. Ia adalah perlawanan diam-diam yang bersuara lantang: kita ingin rumah sendiri, sistem sendiri, dan masa depan yang kita kontrol sendiri.

Apakah Anda siap membayar kopi pagi dengan revolusi kecil itu?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kepala PCO Hasan Nasbi Mengundurkan Diri

Next Post

Memuliakan Agama Harus dengan Cara Mulia – “Hibah Dari APBD Ke Yayasannya 45 M”

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Memuliakan Agama Harus dengan Cara Mulia – “Hibah Dari APBD Ke Yayasannya 45 M”

Memuliakan Agama Harus dengan Cara Mulia - "Hibah Dari APBD Ke Yayasannya 45 M"

Putusan MK Dalam UU ITE, Ciptakan Angin Segar Dalam Kebebasan Berpendapat

Putusan MK Dalam UU ITE, Ciptakan Angin Segar Dalam Kebebasan Berpendapat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist