• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Memuliakan Agama Harus dengan Cara Mulia – “Hibah Dari APBD Ke Yayasannya 45 M”

Ali Syarief by Ali Syarief
April 30, 2025
in Crime, Feature
0
Memuliakan Agama Harus dengan Cara Mulia – “Hibah Dari APBD Ke Yayasannya 45 M”
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di tanah Pasundan yang konon kental dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal, ironi sering kali bersembunyi di balik jubah kesalehan. Kasus penyaluran dana hibah ke pesantren di Jawa Barat kembali mencuat ke permukaan, menyeret satu nama yang pernah duduk di kursi kekuasaan: Uu Ruzhanul Ulum, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat. Yayasan yang terafiliasi dengannya, Perguruan Al-Ruzhan di Tasikmalaya, disebut-sebut menerima gelontoran dana hibah hingga Rp 45 miliar dalam lima tahun terakhir.

Angka yang mencengangkan jika dibandingkan dengan nasib ratusan pesantren kecil yang tersebar dari Cianjur hingga Cirebon. Banyak dari mereka hidup nyaris tanpa sentuhan bantuan negara. Sementara satu lembaga dapat mendirikan gedung megah dengan sistem MEP (mekanikal, elektrikal, dan plumbing) layaknya kampus swasta modern, ada ribuan santri yang masih mengaji di saung bilik bambu beratap seng karatan.

Gubernur Jawa Barat saat ini, Dedi Mulyadi, layak mendapat catatan tersendiri. Di tengah gelombang kritik dan potensi benturan dengan elite lama, Dedi justru memilih jalan terjal: mengevaluasi ulang penyaluran dana hibah yang disebutnya sarat nepotisme dan kedekatan politik. Langkah ini bukan tanpa risiko, sebab ia membuka lembaran dosa lama birokrasi yang telah menjadikan agama sebagai tameng kepentingan pribadi.

Pertanyaannya, sejak kapan memuliakan agama boleh dilakukan dengan cara-cara tidak mulia?

Hibah negara kepada lembaga pendidikan agama bukanlah sebuah kemurahan, melainkan amanat konstitusional untuk memastikan akses pendidikan setara bagi semua. Tapi ketika uang rakyat hanya mengalir ke kantong segelintir yayasan yang “dekat” dengan kekuasaan, di situlah agama kehilangan kehormatannya.

Jabar memang sering tampil menonjol dalam peta politik nasional sebagai lumbung suara Islam. Tapi jika praktiknya justru memperlihatkan keberpihakan pada jaringan politik, bukan pada prinsip keadilan sosial, maka kita sedang melihat kemunduran peradaban dalam balutan serban dan sorban.

Kepala Biro Kesra Setda Jabar, Andrie Kustria Wardana, bahkan tak menampik keterkaitan lembaga yang menerima hibah dengan keluarga besar sang mantan wakil gubernur. Tahun demi tahun, anggaran mengalir nyaris tanpa hambatan. Tak ada audit menyeluruh yang dapat diakses publik. Tak ada laporan pertanggungjawaban yang transparan. Yang ada hanyalah satu pola yang terus diulang: kekuasaan memberi, kekuasaan pula yang menerima.

Dalam kondisi seperti ini, langkah Gubernur Dedi bukan sekadar tindakan administratif, melainkan sebuah koreksi moral terhadap cara negara memperlakukan lembaga keagamaan. Bahwa pesantren bukanlah ladang proyek, dan dakwah tidak seharusnya disubsidi oleh relasi kuasa.

Agama, jika ingin tetap dihormati dalam ruang publik, harus dirawat oleh tangan yang bersih. Bukan hanya dari korupsi, tetapi juga dari manipulasi.

Dan kepada mereka yang pernah menduduki jabatan publik dan kini memanfaatkan pengaruhnya untuk mengamankan aliran dana bagi lembaga yang dekat dengan keluarganya—barangkali perlu merenung sejenak. Apakah mereka benar-benar sedang membangun peradaban Islam, atau hanya sedang memperluas kerajaan pribadi atas nama Tuhan?

Di bumi Parahyangan, agama bukan sekadar ibadah, tapi juga nilai-nilai yang membentuk watak masyarakat. Jika nilai itu dijual dengan harga proyek, jangan salahkan rakyat jika suatu hari nanti mereka kehilangan kepercayaan pada institusi keagamaan.

Memuliakan agama, sejatinya, harus dilakukan dengan cara yang mulia. Bukan dengan proyek, bukan dengan afiliasi politik. Tetapi dengan keadilan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

QRIS & GPN: Jalan Sunyi Menuju Kedaulatan Digital, dan Mengapa Amerika Keberatan

Next Post

Putusan MK Dalam UU ITE, Ciptakan Angin Segar Dalam Kebebasan Berpendapat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Next Post
Putusan MK Dalam UU ITE, Ciptakan Angin Segar Dalam Kebebasan Berpendapat

Putusan MK Dalam UU ITE, Ciptakan Angin Segar Dalam Kebebasan Berpendapat

Menuju Jogja: Misi Membongkar Legitimasi Akademik Jokowi

BREAKING NEWS: Jokowi Laporkan Tudingan Ijazah Palsu ke Polda Metro Jaya, Mediasi Sidang Gugatan Digelar di PN Solo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist