Jakarta – FusilatNews – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, membantah anggapan bahwa PSI merupakan partai milik keluarga Presiden Joko Widodo. Pernyataan ini disampaikannya menyusul munculnya nama Jokowi dan putranya, Kaesang Pangarep, dalam bursa calon ketua umum PSI mendatang.
Menurut Raja Juli, meskipun Jokowi tengah mempertimbangkan untuk maju sebagai calon ketua umum, keputusan tersebut masih dalam proses penghitungan matang. “Tadi beliau (Jokowi) sedang secara serius mengkalkulasi. Jadi, bahasa beliau, ‘saya lihat, saya kalkulasi’,” ujar Raja Juli kepada awak media usai bertemu Jokowi pada Senin (26/5/2025).
Jika nantinya Jokowi benar-benar maju dan terpilih, maka secara otomatis posisi Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI akan tergantikan oleh ayahnya sendiri. Meski demikian, Raja Juli menegaskan bahwa proses pemilihan tetap akan berlangsung demokratis. “Kan ini dipilih anggota. One vote, one voice. Satu anggota, satu suara,” katanya.
PSI dijadwalkan menggelar Pemilu Raya pada 19-20 Juli 2025 mendatang. Agenda tersebut akan berlangsung di Graha Saba Buana dan Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah. Proses pemilihan menggunakan sistem e-voting yang melibatkan seluruh kader PSI di Indonesia.
Dalam mekanisme pemilu internal partai, calon ketua umum diwajibkan memperoleh dukungan dari minimal lima Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan 20 Dewan Pengurus Daerah (DPD).
Raja Juli juga menegaskan bahwa PSI ingin menjauh dari praktik politik dinasti. “PSI ingin menjadi partai yang tidak elitis dan tidak milik keluarga. Pemilihan ketua umum kita dilakukan oleh anggota, bukan keputusan elit,” tegasnya.
Dengan sistem yang terbuka dan partisipatif ini, PSI berharap dapat menjaga citra sebagai partai yang progresif dan inklusif.


























