Jakarta-Fusilatnews.–Rayuan Luhut agar Tesla membuka kantor cabang dan menginvestasikan industri mobil listrik sulit berhasil, karena secara keunggulan komparative Indonesia kalah jauh dengan Malaysia meski Indonesia memberikan insentif fiskal yang menarik karena secara ekosistem untuk industri mobil listrik Indonesia tak punya
Jakarta ‘- Fusilatnews – Perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla lebih tertarik buka kantor cabang dan industri mobil listrik di Malaysia ketimbang di Indonesia meski Luhut atas nama Pemerintah Indonesia ‘merayu’ Tesla ‘setengah mati ” agar investasi ke Indonesia.
Di Indonesia, pemerintah menawarkan insentif kepada pembuat mobil listrik asal AS itu, mulai dari keringanan pajak hingga konsesi untuk menambang nikel.
Mengenai hal ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara. Dia pun mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Kan kantor di mana aja boleh dibangun,” kata Luhut dikutip Senin (6/3).
Saat ditanya apakah Tesla jadi berinvestasi di Indonesia, Luhut ternyata masih optimistis.
“Kita masih tetaplah, masa enggak,” tegasnya.
Luhut pun meminta menunggu perihal rencana Tesla berinvestasi di Indonesia.
“Ya nanti tunggulah. Kalau nanti Senin diumumkan mengenai atau minggu depan diumumkan mengenai insentif EV (kendaraan listrik), nanti baru saya ngomong,” ujarnya.
Tesla diketahui akan membuka kantor di Malaysia dari cuitan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Aziz di akun Twitternya.
Tak hanya itu saja, Malaysia juga akan mengizinkan Tesla mengimpor ke Negeri Jiran. Termasuk membuka showroom, pusat servis dan jaringan supercharger.
“Malaysia welcomes @Tesla,” cuit Zafrul.
“@MITIMAlaysia (kementerian) telah menyetujui aplikasi Tesla untuk mengimpor BEV ke Malaysia. Tesla akan mendirikan Kantor Pusat, Pusat Pengalaman & Layanan Tesla, dan Jaringan Supercharger,” lanjutnya dalam cuitan tersebut.
Kehadiran Tesla di Malaysia juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja terampil. Termasuk meningkatkan partisipasi perusahaan lokal dalam ekosistem Tesla.
Meski demikian, belum diketahui jelas kapan Malaysia membuka resmi kantor di negeri jiran. Mengutip Reuters, perwakilan perusahaan Elon Musk itu juga belum menanggapi permintaan komentar soal ini.

























