• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Rencana Pindah Ibu Kota (3, Selesai)

fusilat by fusilat
February 28, 2022
in Feature
0
Rencana Pindah Ibu Kota (3, Selesai)

Bangunan Gedong Sate, baru 5 persen dari rencana pembangunan gedung instansi pusat pemerintah di Bandung.*

Share on FacebookShare on Twitter

Kisah Perpindahan Ibu Kota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung,Dimulai dari Instansi Militer, Pembangunan Seterusnya Terbengkalai Akibat Jepang dan Malaise (3, Selesai)

TIM perencanaan pemindahan ibu kota Hindia Belanda dari Jakarta ke Bandung merancang kantor pusat militer atau pertahanan terpisah dari perkantoran sipil. Ini dimaksudkan agar kompleks perkantoran sipil bernuansa cair, sesuai dengan misi yang diemban tim: anggun, berwibawa, yang selaras dengan lingkungan sekelilingnya.

Pemerintah Hindia Belanda mula-mula memindahkan pusat militer dari Jakarta ke Bandung. Kenapa militer lebih dahulu dipindahkan? Itu tiada lain untuk memastikan pembangunan ibu kota baru Hindia Belanda benar-benar aman dan berjalan lancar, menurut istilah sekarang: kondusif.

Pertama kali dibangun adalah Devartement van Oorlog (Departemen Peperangan), masyarakat Bandung menyebutnya Gedong Sabau. Penamaan ini merujuk pada luas bangunan yang dipakainya: 1 bau atau kira-kira 7000 meter persegi, teletak di sekitar Insulindepark (sekarang Taman Lalu Lintas).

Setelah itu pembangunan dan pemindahan Paleis van de Legercommandant (Istana Panglima Tentara). Negara Indonesia merdeka, Istana ini dijadikan kantor Pangdam III Siliwangi. Artilledrie Constructie Winkel (ACW) juga dipindahkan dari Surabaya ke Kiaracondong Bandung, kini PT Pindad. 

Baca Juga : Kisah Perpindahan Ibu Kota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung (2) Direncanakan Matang, Mempertimbangkan Topografi dan Estetika

Instansi militer lainnya yang pindah ke Bandung: Topographischen Dienst (Dinas Topografi Angkatan Darat) dan  Militairen Vliegdients (Angkutan Udara Militer). Sebelum ada rencana pemindahan ibu kota, Pemerintah Hindia Belanda telah membangun kompleks militer di Cimahi.

Kantor pusat kereta api (Staats Spoorwegen), Lembaga Meteorologi, Bengkel Induk PTT(Post Telegraaf en Telefoondienst), Stasion Radio Telefon,  juga dipindahkan. Kantor industri dan perusahaan multi nasional juga membuka kantor pusatnya di Bandung. Di antaranya Philips, Siemens, Javasche Bank, dan Rhein Elbe Unian.

Pembangunan gedung instansi pemerintah pusat sendiri dimulai dikerjakan  27 Juli 1920: mulai dibangunnya gedung yang sekarang dinamakan Gedong Sate. Menurut mendiang Haryoto Kunto, Gedong Sate diperuntukan kantor Departemen Verkeer en Waterstaat (Depertamen Manajemen Perhubungan dan Air).

“Gedong Sate sekarang baru 5 persen dari rencana pembangunan kompleks perkantoran pemerintah pusat,” ujar mendiang Haryoto Kunto. Kantor departemen pusat, istana gubernur Jendral Hindia Belanda belum dibangun, namun denahnya sudah dirancang, perancangnya planologi dan arsitek.

Dalam buku Balai Agung di Kota Bandung (Granesia, 1996) Haryoto Kunto menulis peletakan batu pertama pembangunan Gedong Sate dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, putri sulung Walikota Bandung, B.Coops dan oleh Petronella Roelofsen yang mewakili Gubernur Jendral. Keduanya masih gadis.

Gedong Sate dirancang oleh arsitek Ir. Gerber dari Jawatan Gedung Negara (Landsgebouwndienst). Pertama selesai dibangun (awal tahun 1924): Gedung PTT, sayap timur Gedung Sate, sekarang dipakai PT Kantor Pos. Kemudian dibangun gedung induk dan perpustakaan, selesai September 1924.

Pada zaman Hindia Belanda perpustakaan di Gedong Sate merupakan perpustakaan tehnik paling lengkap  di Asia Tenggara. Haryoto Kunto menulis koleksi perpustakaan Gedong Sata saat itu terdiri dari buku dan arsip dari Departemen Pekerjaan Umum, Geologi, Metrologi dan Dinas Tenaga Air dan Listrik.

Pro Kontra

Meski pembangunan perkantoran pemerintah pusat, termasuk untuk militer, sedang berlangsung, menurut Haryoto Kunto, tetapi di DPRD-nya Provinsi Jawa Barat (Provincialen Raad van  West Java) terjadi pro kontra mengenai pemindahan ibu kota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung.

“Rapat Paripurna tanggal 16 Desember 1929 khusus membicarakan masalah perpindahan ibu kota,” tulis Haryoto Kunto (Balai Agung di Kota Bandung, Granesia, 1996). Kuncen Kota Bandung ini kemudian merangkum alasan yang pro dan yang kontra yang diterjemaahkan dari Secretarie-nota Het Provinciaat Blad nomer 6 tahun 1930.

Anggota dewan yang setuju (pro) Bandung dijadikan ibu kota Hindia Belanda mengemukakan Bandung letaknya sentral. Selain itu Bandung memiliki iklim yang nyaman, senyaman musim panas di Perancis Selatan. Keadaan iklim ini cocok bagi penduduk bangsa Eropa, khususnya bangsa Belanda.

Tingkat kematian di Bandung antara tahun 1919 hingga tahun 1929 rendah dibandingkan  dengan tingkat kematian di Batavia. Tingkat kematian di Bandung tahun 1919: 25 permil dan di tahun 1929 menjadi 20 permil. Di Batavia, tahun 1919: 59 permi, dan di tahun 1929 menjadi 38 permil.

Bandung memiliki perguruan tinggi terkemuka (sekarang ITB) dan merupakan  pusat para intelektual. Bandung memiliki lahan yang baik sehingga memungkinkan mengembangkan  lingkungan yang indah dan nyaman. Bandung juga masih memiliki lahan yang luas untuk mengembangkan suatu kawasan pemerintahan yang anggun dan berwibawa.

Adapun yang tidak setuju (kontra) Bandung menjadi ibu kota Hindia Belanda mengatakan Bandung memang sentral untuk Jawa Barat (saat itu Jawa Barat meliputi Batavia dan Banten), tetapi tidak untuk seluruh Hindia Belanda. Dari segi iklim Batavia pun  memiliki iklim yang baik dibandingkan dengan kota tropis lainnya di dunia.

Batavia bagian Selatan mempunyai lingkungan yang lebih sehat dan cukup berwibawa untuk dikembangkan sebagai pusat pemerintahan. Batavia juga memiliki perguruan dan intelektual yang lebih besar dari pada di Bandung.  Bandung juga tidak memiliki hubungan interinsulair dan interkonental menyebabkan letak kedudukan  Gubernur Jendral akan terisolir dari hubungan dalam dan luar negeri.

Terbengkalai

Haryoto Kunto menulis pemindahan ibu kota Hindia Belanda kemudian menjadi terbengkalai. Bukan karena terdapat pro kontra, tetapi karena situasi global saat itu. Intelejen Hindia Belanda pada awal tahun 1930 mencium rencana  ekspansi Jepang  ke Asia Tenggara. Maka anggaran Hindia Belanda dicurahkan untuk penguatan militer.

Keadaan itu ditambah dengan terjadinya malaise (krisi moneter) yang melanda Eropa pada tahun 1934 dan berimbas pada Hindia Belanda. Malaise mulai terasa pada tahun 1930, sehingga Hindia Belanda tidak memiliki dan yang cukup untuk memindahkan ibu kota dan lebih memperhatikan pembangunan militer.

Pada tahun 1939, tulis Haryoto Kunto, beberapa arsitek dan ahli planologi pada lokakarya di hari Planologi (Planologishe Day) 1 Juli, yang berlangsung di Villa Isola (sekarang dipakai kantor UPI) Bandung mempertanyakan dihentikannya proyek pemindahan ibu kota Hindia Belanda.

Rencana pemindahan ibu kota Hindia Belanda benar-benar ambyar saat Perang Dunia ke-2, dan Jepang merebut Nusantara pada tahun 1942. Pada zaman kemerdekaan, rencana Bandung jadi ibu kota negara dilupakan dan pembangunan Kota Bandung tidak lagi berdasarkan rancangan Hindia Belanda.

“Andai saja rancangan Hindia Belanda membangun perkantoran pemerintah pusat terwujud, akan sangat menomental sekali. Akan menjadi komplek perkantoran pemerintah pusat yang benar-benar anggun, berwibawa yang menyatu dengan keadaan alam dan lingkungannya,” kata Haryoto Kunto.

Gedong Sate saja yang baru 5 persen dari rencana pembangunan gedung instansi pusat pemerintah Hindia Belanda, sudah demikian mengagumkan, apalagi jika gedung perkantoran dan istana gubernur jenderal selesai dibangun. Gedung lainnya juga istana gubernur jendral pasti jauh lebih megah dari pada Gedung Sate.***

Oleh : Fusilat Jabar

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Ukraina: 24 Jam ke Depan adalah Periode Krusial bagi Ukraina

Next Post

Kabar Baik! Covid RI Terus Turun, Pandemi Bisa Menuju Endemi

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya
Feature

Segitiga Geopolitik: Amerika–Israel, Iran, dan Indonesia yang Kehilangan Daya Tawar

March 5, 2026
Memulai Agama dari Akal Waras
Feature

Menanti Pencerahan Nuzulul Qur’an: Saatnya Al-Qur’an Ditafsirkan oleh Para Ilmuwan

March 5, 2026
Next Post
Kabar Baik! Covid RI Terus Turun, Pandemi Bisa Menuju Endemi

Kabar Baik! Covid RI Terus Turun, Pandemi Bisa Menuju Endemi

5 Skenario Terburuk jika Pemilu Ditunda Menurut Yusril

5 Skenario Terburuk jika Pemilu Ditunda Menurut Yusril

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

March 5, 2026
Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Segitiga Geopolitik: Amerika–Israel, Iran, dan Indonesia yang Kehilangan Daya Tawar

March 5, 2026
Memulai Agama dari Akal Waras

Menanti Pencerahan Nuzulul Qur’an: Saatnya Al-Qur’an Ditafsirkan oleh Para Ilmuwan

March 5, 2026
Istana Mendadak Penuh Nasihat: Prabowo Dengar Kritik Jokowi, SBY hingga JK di Tengah Gejolak Timur Tengah

Istana Mendadak Penuh Nasihat: Prabowo Dengar Kritik Jokowi, SBY hingga JK di Tengah Gejolak Timur Tengah

March 5, 2026
Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Bandung, Belasan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Bandung, Belasan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

March 5, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

March 5, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist