• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Rencana Trump Jadikan Gaza sebagai ‘Riviera Timur Tengah’ Picu Kecaman Internasional

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
February 5, 2025
in News, World
0
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas
Share on FacebookShare on Twitter

WASHINGTON/PARIS, 5 Februari (Reuters) – Rencana  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengambil alih Gaza yang dilanda perang dan mengubahnya menjadi “Riviera Timur Tengah” setelah merelokasi warga Palestina ke tempat lain telah mengguncang kebijakan AS terhadap konflik Israel-Palestina dan memicu kecaman luas.

Langkah mengejutkan ini dengan cepat ditolak oleh berbagai kekuatan internasional. Arab Saudi, yang diharapkan Trump dapat menjalin hubungan dengan Israel, menolak rencana tersebut secara tegas.

Turki menyebut proposal ini sebagai hal yang “tidak dapat diterima”, sementara Prancis memperingatkan bahwa rencana itu dapat semakin mengacaukan kawasan Timur Tengah. Negara-negara lain seperti Rusia, Tiongkok, Jerman, Spanyol, Irlandia, dan Inggris menegaskan kembali dukungan mereka terhadap solusi dua negara, yang selama beberapa dekade menjadi landasan kebijakan Washington di kawasan tersebut. Solusi ini menetapkan bahwa Gaza akan menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan bersama dengan Tepi Barat yang diduduki.

Dalam pengumuman besar pertamanya mengenai kebijakan Timur Tengah, Trump menyatakan visinya untuk membangun resor internasional di Gaza setelah lebih dari 15 bulan serangan Israel yang menghancurkan wilayah pesisir kecil itu dan menewaskan lebih dari 47.000 orang menurut data Palestina.

Putra sekaligus mantan penasihat Trump, Jared Kushner, sebelumnya pernah menggambarkan Gaza sebagai “properti tepi laut yang bernilai tinggi”.

Saat menyambut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih pada Selasa, Trump mengatakan akan mendukung upaya merelokasi warga Palestina dari Gaza ke tempat lain demi keamanan mereka. Ia mengklaim telah berdiskusi dengan Yordania, Mesir, dan negara-negara regional lainnya terkait rencana ini.

Dalam konferensi pers, Trump menyatakan keyakinannya bahwa Raja Abdullah dari Yordania dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada akhirnya akan menerima rencana tersebut meskipun sebelumnya mereka menolak. “Mereka akan membuka hati dan memberi kami lahan yang kami butuhkan agar ini bisa terwujud, dan orang-orang bisa hidup dalam harmoni dan damai,” kata Trump.

Kecaman Global terhadap Rencana Trump

Usulan ini mengejutkan dunia diplomatik. Tiongkok dengan tegas menolak pemindahan paksa warga Palestina. “Tiongkok selalu percaya bahwa Palestina harus diperintah oleh rakyat Palestina sebagai prinsip dasar tata kelola pascakonflik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian. Beijing juga menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara.

Kritik tajam juga datang dari Prancis. Paris menyatakan bahwa pemindahan paksa warga Gaza adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta serangan terhadap aspirasi sah rakyat Palestina yang dapat memperburuk ketidakstabilan kawasan.

Kelompok Hamas, yang menguasai Gaza sebelum berperang dengan Israel, menyebut pernyataan Trump “konyol dan tidak masuk akal”. “Gagasan semacam ini dapat memicu ketegangan di kawasan,” kata juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, seraya menegaskan bahwa Hamas tetap berkomitmen pada gencatan senjata dengan Israel serta keberhasilan negosiasi tahap kedua.

Apakah Trump Serius atau Sekadar Strategi Negosiasi?

Belum jelas apakah Trump benar-benar akan menjalankan rencana kontroversial ini atau hanya menggunakan taktik ekstrem sebagai strategi tawar-menawar. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut dalam konferensi persnya.

Rusia menegaskan bahwa penyelesaian konflik di Timur Tengah hanya bisa terjadi melalui solusi dua negara, sementara Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengatakan, “Gaza adalah tanah milik warga Gaza, dan mereka harus tetap tinggal di sana.”

Sebelumnya pada Selasa, Trump menyerukan pemindahan permanen lebih dari dua juta warga Palestina ke negara-negara tetangga. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan butuh waktu hingga 21 tahun untuk membangun kembali Gaza setelah kehancuran akibat perang.

Rencana Trump juga menimbulkan pertanyaan tentang apakah Arab Saudi akan tetap bersedia bergabung dalam upaya normalisasi hubungan dengan Israel yang didorong oleh AS. Arab Saudi dengan tegas menolak klaim Trump bahwa mereka tidak lagi menuntut pembentukan negara Palestina sebagai syarat untuk hubungan diplomatik dengan Israel. Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, menegaskan kembali posisi Kerajaan dalam pernyataan yang dinyatakan “dengan jelas dan tegas” tanpa ruang untuk interpretasi.

Trump berharap Saudi mengikuti jejak Uni Emirat Arab dan Bahrain yang menandatangani Abraham Accords pada 2020, yang menjadikan mereka negara Arab pertama dalam 25 tahun yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

Trump mengatakan dirinya berencana mengunjungi Gaza, Israel, dan Arab Saudi, tetapi tidak menyebutkan kapan tepatnya kunjungan itu akan dilakukan.

Ketakutan Palestina terhadap ‘Nakba’ Baru

Pemindahan paksa merupakan isu sensitif bagi warga Palestina dan negara-negara Arab. Saat perang di Gaza berlangsung, banyak warga Palestina khawatir akan mengalami “Nakba” kedua—istilah yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa 1948 ketika ratusan ribu warga Palestina kehilangan tanah mereka akibat berdirinya negara Israel.

“Trump bisa pergi ke neraka, dengan gagasannya, dengan uangnya, dan dengan keyakinannya. Kami tidak akan pergi ke mana-mana. Kami bukan salah satu asetnya,” kata Samir Abu Basil, 40 tahun, seorang ayah lima anak dari Kota Gaza, melalui aplikasi pesan kepada Reuters.

“Jika dia ingin menyelesaikan konflik ini dengan mudah, lebih baik dia ambil orang-orang Israel dan tempatkan mereka di salah satu negara bagian Amerika. Mereka adalah pendatang, bukan kami. Kami pemilik tanah ini.”

Dengan reaksi internasional yang keras, rencana Trump tampaknya menghadapi jalan terjal dan berpotensi semakin memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kritik Palguna atas DPR, Damai Hari Lubis: Inkonsistensi dan Tumpang Tindih Kewenangan

Next Post

Revisi Tatib DPR: Akal-akalan Menambah Kewenangan Absurd

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi
Kecelakaan

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Revisi Tatib DPR: Akal-akalan Menambah Kewenangan Absurd

Revisi Tatib DPR: Akal-akalan Menambah Kewenangan Absurd

DPC Peradi Jaksel Apresiasi Aparat Penegak Hukum Terkait Kasus Penganiayaan Anggotanya

DPC Peradi Jaksel Apresiasi Aparat Penegak Hukum Terkait Kasus Penganiayaan Anggotanya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist