• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

Ali Syarief by Ali Syarief
July 9, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Alhamdulillah… saya sehat.

Kalimat itu mungkin terdengar ganjil keluar dari seseorang yang dua kali setiap pekan harus menjalani hemodialisis. Namun, kesehatan ternyata tidak selalu diukur dari tubuh yang sempurna. Ada kesehatan yang lahir dari hati yang telah berdamai dengan takdir.

Setiap hari Rabu dan Sabtu, langkah saya menuju rumah sakit. Dahulu saya mengira perjalanan itu adalah perjalanan menuju pengobatan. Kini saya memahami, saya sedang menempuh perjalanan menuju pemaknaan.

Hemodialisis bukan lagi sekadar ikhtiar menyembuhkan. Ia adalah jembatan yang Allah bentangkan agar kehidupan terus berlanjut. Mesin-mesin itu bukan sekadar menyaring darah, tetapi perlahan menyaring kesombongan, kegelisahan, dan ketakutan yang selama ini mengendap dalam jiwa.

Ajaibnya, meski tubuh memiliki keterbatasan, kehidupan tetap mengalir seperti biasa. Saya masih mampu mengemudikan mobil sendiri, berjalan ke mana pun saya inginkan, bercengkerama dengan keluarga dan sahabat. Di situlah saya belajar bahwa keterbatasan fisik belum tentu menjadi batas bagi kehidupan.

Lalu saya menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya cari.

Mungkin inilah yang disebut hidayah.

Saya mulai merasakan bahwa Allah tidak membawa saya ke rumah sakit semata-mata karena penyakit. Barangkali Allah sedang mengundang saya ke sebuah madrasah kehidupan—tempat dosa-dosa digugurkan dengan kesabaran, tempat keikhlasan diuji, dan tempat ladang amal dibukakan seluas-luasnya.

Di ruang hemodialisis, saya bertemu banyak wajah. Ada yang baru memulai perjuangan, ada yang telah bertahun-tahun bersahabat dengan mesin, ada pula yang memikul beban penyakit lain yang lebih berat daripada yang saya alami.

Mereka bukan sekadar sesama pasien.

Mereka adalah guru-guru kehidupan.

Dari mata mereka saya belajar tentang kesabaran. Dari senyum mereka saya belajar tentang harapan. Dari perjuangan mereka, saya belajar bahwa hidup bukan soal panjang atau pendeknya usia, melainkan tentang bagaimana setiap tarikan napas menjadi ibadah.

Sejak saat itulah lahirlah sebuah kebiasaan sederhana.

Jika di masjid dikenal “Jumat Berkah”, maka saya ingin memiliki “Rabu Berkah” dan “Sabtu Berkah”.

Saya membawa makanan ringan dan camilan untuk para perawat.

Bukan karena saya mampu memberi banyak.

Bukan pula agar diperlakukan istimewa.

Saya hanya ingin menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang setiap hari bekerja tanpa lelah. Mereka menghadapi pasien dengan beragam karakter, terutama para lansia yang sering kali datang membawa rasa sakit, kecemasan, bahkan emosi yang meluap.

Saya ingin menjadi jeda kecil di tengah keletihan mereka.

Ketika senyum muncul di wajah para perawat, saya justru merasa menjadi pihak yang menerima hadiah. Entah mengapa, doa-doa yang tak terdengar itu terasa seperti energi yang mengalir kembali ke dalam diri. Hati menjadi ringan. Jiwa menjadi tenteram.

Mungkin begini lah cara Allah menyembuhkan manusia.

Bukan hanya melalui obat, tetapi juga melalui senyum, doa, kasih sayang, dan kebahagiaan yang kita hadirkan bagi orang lain.

Rumah sakit akhirnya berubah makna.

Ia bukan lagi bangunan penuh aroma obat dan suara mesin.

Ia adalah ladang ibadah.

Ia adalah ruang kontemplasi.

Ia adalah tempat di mana pintu kematian terasa begitu dekat, sehingga kehidupan justru tampak jauh lebih berharga.

Di sana kita belajar bahwa usia hanyalah angka. Yang menentukan nilai hidup adalah amal yang kita tinggalkan.

Karena itu, saya tidak lagi memandang sakit sebagai musibah yang harus ditakuti.

Sakit adalah undangan untuk kembali mengenal Allah.

Sakit adalah kesempatan untuk membersihkan hati.

Sakit adalah jalan sunyi menuju pengampunan.

Sesungguhnya, penyakit paling berbahaya bukanlah yang menyerang ginjal, paru-paru, atau jantung.

Penyakit yang paling mematikan adalah penyakit hati: egoisme, riya, prasangka buruk, kesombongan, iri, dan kekikiran.

Tubuh mungkin dapat dibantu oleh dokter.

Namun hati hanya dapat disembuhkan oleh keikhlasan.

Ketika rohani mulai sehat, jasmani sering kali menemukan kekuatannya sendiri untuk bertahan.

Mungkin inilah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Bukan hidup tanpa penyakit.

Melainkan hidup yang dipenuhi rasa syukur, meskipun penyakit tetap menyertai.

Hari ini saya merasa sehat.

Bukan karena penyakit telah pergi.

Melainkan karena hati telah belajar menerima bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah selalu membawa rahmat, meski kadang hadir dalam rupa yang tidak kita harapkan.

Dan selama masih diberi kesempatan untuk tersenyum, berbagi, serta mendoakan sesama, saya percaya hidup masih sangat layak untuk disyukuri.

Alhamdulillah.

Yoroshiku.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law
Law

Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

July 9, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?
Birokrasi

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?
Feature

Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?

July 9, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?
Birokrasi

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

by Karyudi Sutajah Putra
July 9, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Seragam sama cokelat. Bedanya, Kepolisian RI (Polri) cokelat muda, sedangkan...

Read more
Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

July 8, 2026
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

July 9, 2026
Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

July 9, 2026
Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

July 9, 2026
Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

July 9, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Penggeledahan Terkait Kasus Jampidsus, Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi 74 Kilogram Emas

Presiden Mesti Turun Tangan dan Bertanggung Jawab: TNI Alat Pertahanan Negara, Bukan Tameng Koruptor

July 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Renungan Sang Fujiwara: Ketika Rumah Sakit Menjelma Menjadi Taman Ibadah

July 9, 2026
Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

Eksepsi dr. Tifa di PN Jakarta Timur: Tim Pembela Soroti Enam Cacat Formil Dakwaan, Sebut Perkara Uji Prinsip Due Process of Law

July 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...