• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Republik Fufufafa, Serangan Slank kepada Jokowi?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 3, 2026
in Aya Aya Wae, Feature
0
Republik Fufufafa, Serangan Slank kepada Jokowi?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Fufufafa identik dengan Gibran Rakabuming Raka. Padahal, anak sulung Joko Widodo yang kemudian menjadi Wakil Presiden RI ini telah berkali-kali membantah sebagai pemilik akun Fufufafa di platform Kaskus itu. Tapi apa boleh buat. Netizen Indonesia terkadang memang kejam. Mereka pakai hukum besi.

Akun Fufufafa kini kembali populer setelah Slank, grup band legendaris yang bermarkas di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, mengangkatnya ke dalam lirik lagu berjudul “Republik Fufufafa”.

Apakah dengan lagu itu Slank bermaksud menyerang Gibran dan juga Joko Widodo? Mengapa itu sampai terjadi?

Sejak kampanye Pemilihan Presiden 2014, Slank sudah mendukung Jokowi yang kala itu berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Dukungan itu berlanjut pada Pilpres 2019 ketika Jokowi berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Dalam dua pilpres itu, Jokowi selalu menang menghadapi lawan yang sama: Prabowo Subianto.

Di Pilpres 2014, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa. Sedangkan di Pilpres 2019, bekas Komandan Jenderal Kopassus itu berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Nah, di Pilpres 2024, Jokowi justru mendukung Prabowo yang berpasangan dengan anak sulungnya, Gibran, dan menang.

Sayangnya, dalam mengajukan Gibran sebagai calon wapres, Jokowi diduga mengendalikan Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat itu diketuai adik iparnya, Anwar Usman.

Melalui Keputusan No 90/2023, MK meloloskan Gibran sebagai cawapres yang saat itu baru berusia 36 tahun, lebih rendah dari syarat minimal 40 tahun.

Mungkin karena kecewa dengan hal itu, Slank berubah haluan. Mereka tak mendukung lagi Jokowi. Pun Prabowo. Bahkan kini Slank diduga menyerang Gibran dan Jokowi lewat lirik lagunya berjudul Republik Fufufafa itu. Simak saja liriknya.

Republik Fufufafa

Aku lahir di negeri kacau balau
Orang-orangnya pada sakau-sakau
Sakau kuasa sakau narkoba
Sakau
Oiui, ooai
dan sakau berjudi

Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa

Republik Fufufafa
Negeri stunting dan kurang gizi
IQ rata-rata setara dengan monkey
Pada gak sopan
juga kurang ajar
Pada sok tahu dan juga belagu

Fufufafa republik Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa

Oleh Slank, Fufufafa diidentikkan dengan kekacau-balauan. Sakau kuasa, sakau narkoba, sakau judi.

Lantas, bagaimana respons Jokowi dan Gibran? Sejauh ini belum ada respons dari keduanya. Mungkin mereka akan cuek-cuek saja seperti biasanya.

Lho, kok tanya saya? Tanya Slank, dong. Mungkin demikianlah jawaban Jokowi dan Gibran ketika ditanya ihwal lagu Republik Fufufafa, single yang baru dirilis Slank itu.

Slank ternyata konsisten. Konsisten dengan akal sehatnya. Ketika Jokowi melawan akal sehat, Slank pun meninggalkannya. Bahkan kini menyerangnya.

Dan kalau seniman saja sudah melancarkan serangan moral dan politik, itu pertanda bahaya!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Catatan Akhir Tahun 2025 IPW: Polri Tak Serius Kawal Reformasi Kulturalnya

Next Post

Ketika Memaksakan Diri Menjadi Pejabat Tertinggi

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Economy

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Next Post
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

Ketika Memaksakan Diri Menjadi Pejabat Tertinggi

Kepasrahan yang Mengundang Keajaiban

Kita Tidak Kekurangan Waktu, Kita Kekurangan Kejujuran pada Diri Sendiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...