Jakarta – Fusilatnews — Soliditas Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang mengusung pasangan Ridwan Kamil-Suswono di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 tampaknya mulai goyah. Meski resmi mendukung Ridwan Kamil-Suswono, tak semua pihak dalam barisan KIM Plus sejalan. Bahkan, beberapa anggota koalisi lebih condong mendukung pasangan Pramono Anung-Rano Karno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
Pramono Anung sendiri mengklaim bahwa beberapa pimpinan partai politik (parpol) di KIM Plus secara pribadi telah menyatakan dukungan padanya. Pramono dikenal memiliki kemampuan komunikasi lintas partai yang dianggap sebagai kekuatan tersendiri.
“Yang jelas, saya tidak ingin menciderai siapapun. Semua tahu bahwa selama ini saya bisa berkomunikasi dan diterima oleh siapa pun,” ujar Pramono saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2024). Meski begitu, ia menolak menyebutkan siapa ketua umum atau partai politik di KIM Plus yang diam-diam mendukungnya.
Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis pada Rabu (30/10/2024) menunjukkan bahwa pemilih dari lima partai di KIM Plus tidak sepenuhnya mendukung Ridwan Kamil-Suswono. Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono, mengungkapkan bahwa pasangan Pramono-Rano Karno tidak hanya memperoleh dukungan dari pemilih PDI-P, tetapi juga menerima dukungan dari pemilih PKS, Golkar, PKB, NasDem, Demokrat, dan PPP.
Sebagai contoh, basis pemilih PKS tampak terpecah, dengan 33,3 persen mendukung Pramono Anung-Rano Karno, sementara hanya 27,5 persen yang setia pada arahan partai untuk mendukung Ridwan Kamil-Suswono.
Keretakan dalam tubuh KIM Plus semakin jelas setelah delapan mantan calon anggota legislatif (caleg) dari enam partai anggota koalisi KIM Plus mengunjungi kediaman Pramono Anung di Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2024). Para mantan caleg tersebut di antaranya Sulton Mu’minah dari Golkar, Muhammad Ishaq dan Abdul Hakim dari PPP, Nafiudin dari Nasdem, Ahmad Faisal dari PSI, Riko dari PAN, serta Ahmad Syukri dan Okto Fudin dari PKB.
Konstelasi politik ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kesolidan KIM Plus dalam mendukung Ridwan Kamil-Suswono. Di tengah persaingan Pilkada Jakarta 2024, perpecahan ini bisa menjadi tantangan serius bagi koalisi yang semula diharapkan dapat memberikan dukungan penuh.
























