Jakarta-Fusilatnews – Reynhard Sinaga, pria asal Indonesia yang dijuluki sebagai pemerkosa paling produktif di Inggris, dikabarkan nyaris mengalami luka serius dalam sebuah serangan di penjara HMP Wakefield, Inggris. Insiden tersebut terjadi pada Juli lalu, seperti dilansir media lokal Inggris, The Sun dan The Standard, Selasa (17/12/2024).
Reynhard, yang kini berusia 41 tahun, dilaporkan menjadi sasaran kekerasan oleh sesama narapidana. Beruntung, serangan tersebut tidak mengakibatkan luka yang fatal. Namun, insiden ini kembali menyoroti kondisi keamanan di dalam penjara berpengamanan tinggi tersebut, yang dikenal sebagai ‘Monster Mansion’ karena dihuni oleh para penjahat kelas berat.
Menurut laporan, kejadian ini bukan pertama kalinya narapidana di HMP Wakefield mengalami kekerasan fisik. Beberapa sumber internal penjara menyebutkan bahwa Reynhard kerap menjadi target kebencian di antara sesama tahanan karena reputasinya yang mengerikan.
Reynhard Sinaga sebelumnya dijatuhi hukuman seumur hidup pada Januari 2020 atas 159 kasus kekerasan seksual terhadap 48 korban pria di Manchester. Kejahatannya terungkap sebagai salah satu kasus pelecehan seksual terbesar dalam sejarah hukum Inggris.
Pihak berwenang penjara HMP Wakefield belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini. Namun, laporan media menyebut bahwa langkah-langkah pengamanan tambahan telah diterapkan untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.
Kasus Reynhard Sinaga terus menjadi perhatian publik, baik di Inggris maupun Indonesia. Insiden terbaru ini memicu perdebatan lebih lanjut tentang keselamatan para narapidana di dalam sistem penjara Inggris serta bagaimana pihak berwenang menangani individu dengan profil tinggi seperti Reynhard.
























