• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bisnis

Saatnya Berburu Saham di Masa Perang

fusilat by fusilat
March 26, 2026
in Bisnis, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Paman BED

Perang selalu memaksa manusia kembali menjadi dirinya yang paling dasar.

Dalam keadaan normal, kita berbicara tentang pertumbuhan, ekspansi, dan ambisi. Kita menyusun rencana jangka panjang seolah dunia akan selalu stabil. Namun ketika perang meletus, seluruh ilusi itu runtuh. Yang tersisa hanya satu pertanyaan purba: bagaimana bertahan hidup?

Di titik inilah teori Hierarchy of Needs milik Abraham Maslow menemukan relevansinya yang paling nyata. Bukan sebagai konsep psikologi yang diajarkan di ruang kelas, melainkan sebagai kenyataan hidup yang tidak bisa ditawar. Makan, energi, keamanan—itulah pusat gravitasi baru. Dan pasar, seperti manusia, berputar mengelilinginya.

Kita sering menyebut pasar sebagai entitas rasional. Namun perang membongkar ilusi itu. Pasar tidak rasional. Ia hanya cepat bereaksi.

Ketika konflik memanas, logika berubah menjadi insting. Harga energi melonjak bukan semata karena kelangkaan, tetapi karena ketakutan. Investor berbondong-bondong masuk bukan karena keyakinan jangka panjang, melainkan karena dorongan untuk tidak tertinggal. Di sini, keputusan bukan lagi hasil kalkulasi matang, melainkan refleks kolektif.

Ironinya, sektor yang paling dibutuhkan manusia justru bukan yang paling cepat memberi keuntungan.

Pangan, barang konsumsi, kebutuhan pokok—semuanya tetap berjalan. Bahkan dalam perang, manusia tetap makan, tetap hidup, tetap membutuhkan hal-hal dasar. Namun stabilitas itulah yang membuat sektor ini kurang “menarik”. Ia tidak meledak. Ia tidak dramatis. Ia hanya bertahan.

Dan pasar tidak jatuh cinta pada yang bertahan. Pasar jatuh cinta pada yang bergerak.

Energi, di sisi lain, menawarkan cerita yang lebih menggoda. Kenaikannya cepat, terlihat, dan mudah dipahami. Harga minyak naik, saham energi ikut melonjak—narasi yang sederhana, tetapi kuat. Tidak heran jika sektor ini selalu menjadi respons pertama pasar setiap kali konflik pecah.

Setelah itu, pertanian menyusul.

Tidak dalam euforia, tetapi dalam kesadaran yang terlambat. Ketika inflasi pangan mulai terasa, ketika rantai pasok terganggu, ketika negara-negara mulai menahan ekspor—barulah pasar menoleh ke sektor ini. Di Indonesia, refleksi itu terlihat pada komoditas CPO dan emiten seperti AALI, LSIP, SIMP, dan DSNG. Ini bukan lonjakan cepat, melainkan kenaikan yang lahir dari tekanan global yang nyata.

Di antara keduanya, sektor kebutuhan dasar berdiri diam. Ia tidak mengejar, tidak pula dikejar. Ia hanya menjadi penopang—diam-diam menjaga agar portofolio tidak runtuh sepenuhnya.

Bagi investor jangka pendek, perang adalah medan berburu.

Momentum menjadi segalanya. Saham energi dan batubara seperti ADRO, PTBA, ITMG, dan MEDC bergerak mengikuti denyut global yang cepat dan liar. Sementara PGAS dan ELSA menawarkan ritme yang lebih tenang—tidak spektakuler, tetapi tidak pula rapuh.

Namun di balik semua itu, ada pertanyaan yang lebih penting—dan sering dihindari:

Apakah kita benar-benar berinvestasi, atau hanya bereaksi?

Perang menciptakan peluang, tetapi juga ilusi. Kenaikan harga sering terasa seperti sinyal, padahal bisa jadi hanya gema dari kepanikan yang belum selesai. Banyak yang masuk karena takut tertinggal, bukan karena memahami apa yang sedang terjadi.

Dan di situlah jebakan terbesar.

Pasar, pada akhirnya, adalah cermin manusia. Ia tidak hanya bergerak oleh data, tetapi oleh emosi yang paling purba: takut, serakah, dan berharap. Dalam masa perang, emosi itu menjadi lebih tajam, lebih cepat, dan lebih berbahaya.

Kedewasaan investor tidak diuji saat pasar tenang. Ia diuji saat segalanya bergerak terlalu cepat untuk dipahami.

Kesimpulan

Perang menyederhanakan segalanya. Energi menjadi pemenang awal karena dampaknya instan. Pertanian menyusul ketika tekanan mulai terasa. Sektor kebutuhan dasar tetap bertahan sebagai fondasi—tidak mencolok, tetapi esensial. Polanya bisa dikenali, tetapi waktunya selalu sulit ditebak.

Saran

Jangan terjebak pada satu cerita.

Jangka pendek boleh mengejar momentum energi. Jangka menengah mulai mengakumulasi sektor pertanian. Namun fondasi tetap harus dijaga melalui sektor kebutuhan dasar. Diversifikasi bukan sekadar strategi, melainkan bentuk kesadaran bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan terjadi.

Pada akhirnya, dalam masa perang, yang bertahan bukan yang paling cepat bergerak—melainkan yang paling mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

Next Post

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

fusilat

fusilat

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

Turki Resmi Putuskan Hubungan dengan Israel, Ketegangan Memuncak

Turki Resmi Putuskan Hubungan dengan Israel, Ketegangan Memuncak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...