• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Salah Konsep Niat Membangun Opini Publik Yg Terjadi Polarisasi Opini Rakyat Ulah Para BuzzersRp

fusilat by fusilat
July 18, 2022
in Feature
0
Salah Konsep Niat Membangun Opini Publik Yg Terjadi Polarisasi Opini Rakyat Ulah Para BuzzersRp

Ilustrasi media sosial. - Reuters/Beawiharta

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews– Betapa beratnya kepolisian saat ini, menangani kasus tembak menembak Brigadir J dan Bharata E, kasus sederhana dan tidak njliment ini, menjadi kasus yang teramat sulit, karena semata-mata akibat dari tekanan opini public. Sehingga kasus ini, yang sudah telanjang dan terang benderang; ada korbannya, ada barang buktinya, ada saksi-saksinya, tetapi Kapolri masih harus membentuk Tim Pencari Fakta, yang melibatkan Komnas HAM segala (padahal tidak terkait sama sekali).

Ini menjelaskan, semiotika lain, betapa pentingnya, bagaimana membangun Public Opinion itu!.

Adalah suatu keniscayaan, suatu regime, atau kebijakan, apalagi UU, hanya akan berjalan dan berhasil dilaksanakan, bila didukung oleh suatu opini publik. Karena itu peran-peran kehumasan (PR), dan kebijakan komunikasi publik, menjadi teramat penting.

Ada pelajaran yang bagus di era ORBA. Kita masih ingat kebijakan komunikasi public, ditata melalui berbagai saluran/media dengan ruhnya “Komunikasi Sambung Rasa”. Kedua belah pihak, communicator dan communicant, posisinya saling berganti. Rakyat berbicara~Pemerintah mendengar. Vice versa. Alm Pak Harmoko, sebagai jubir pemerintah/Menteri Penerangan, turun saba desa, safari Ramadhan, menyampaikan pesan pembangunan dan menyerap aspirasi khalayak.

Secara konspetual dan terstruktur sebagai bagian strategi komunikasi Pembanguna, tertulis dalam GBHN, pada Bab Penutup; “Keberhasilan Pembangunan Nasional, pada akhirnya tergantung pada seluruh partisipasi masyarakat, dst”. Pada 2 GBHN terakhir kata “partisipasi” (rakyat diposisikan sebagai partisipan) diubah dengan “peran serta” (actor pelaku).

Dengan demikian, pembangun hingga ke Pelita V, berjalan dengan soliditas yang tinggi, walau pada sisi lain, kita mencatat ada sesuatu yang salah. Kita tidak bisa menapikan hal ini, sampai akhirnya Pak Harto mengundurkan diri. Lengser.

Tapi yang kita bicarakan diatas adalah flat form komunikasi Publik.

Ekonom Indonesia Dr. Rizal Ramli, mengkritik anggaran belanja pemerintah untuk aktivitas digital yang disebutnya sebagai buzzeRp dan influenceRp. Menurut Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman di era Jokowi-JK itu menyebut, jika anggaran yang dikeluarkan rezim Jokowi untuk membiayai para buzzer atau influencer tersebut merupakan tindakan yang keliru. Pasalnya, keberadaan para buzzeRp atau influencer ini menurut dia malah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Di Era Orba, para influencer juga memang inherent ada pada setiap orang, karena terjadi secara systemik. Pejabatnya adalah sosok ahli, sehingga kebjakan yang dibuat tepat. Dan yang penangkap pesan di masyarakat adalah para opinion leaders (tokoh-tokoh masyarakat).  

“BuzzeRp dan InfluenceRp berbayar inilah yang merusak persatuan, adu domba agama, menutupi kegagalan Tuannya & korupsi masif, melakukan pembunuhan karakter terhadap lawan-lawan politik. Nah si Tuan Pembayar bisa perankan “Good Guy” karena peran kotor (bad guys) sudah dimainkan buzzeRp,” tulisnya dengan akun twitter @RamliRizal

Disitulah bedanya antara regime ORBA dan regime Jokowi saat ini. Konsepnya terbalik. Maka menajamlah kontroversi di masyarakat, akibat ulah para BuzzersRp tersebut.

Melanjutkan argumennya, Rizal Ramli mengatakan bahwa propaganda Islam-phobia terlus dilanjutkan dengan tujuan berikut, yakni untuk menakut-nakuti minoritas, abangan dan nasionalis sempit sehingga mereka semakin militan untuk membela status-quo yang koruptif dan minim prestasi. Rizal Ramli juga menyebut jika mobilisasi pendanaan itu dilakukan untuk membiayai operasi Islam-phobia oleh buzzeRp dan InfluencerRp

“Negara yang mengaku Panca Sila tidak boleh ada phobia-phobia terhadap agama apapun. Tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan agama, suku dan warna kulit. Kita semua Indonesia. Stop dan hentikan phobia-phobia, yang hanya jadi sumber perpecahan! fokus lawan ketidakadlian, korupsi & otoritor” tulis Rizal Ramli menyambung argumennya.

Cabang dari mata kuliah Komunikasi, ada Public Opinion. Masih diajarkan di fakultas-fakultas komunikasi atau Public Relations.

Konsepsi teoretis dan praktis

Dalam risalah eponimnya tentang opini publik yang diterbitkan pada tahun 1922, editorialis Amerika Walter Lippmann sampai pada pengamatannya bahwa, demokrasi cenderung membuat misteri dari opini publik dengan pernyataan bahwa “telah ada penyelenggara opini yang terampil yang memahami misteri dengan cukup baik untuk menciptakan mayoritas pada hari pemilihan.”

Sayang era ini lahirlah para buzzerRps norak-norak itu.

Meskipun realitas opini publik sekarang hampir diterima secara universal, ada banyak variasi dalam cara mendefinisikannya, yang mencerminkan sebagian besar perspektif yang berbeda, menurut pemahaman masing-masing.

Pemahaman yang kontras tentang opini publik telah terbentuk selama berabad-abad, terutama karena metode baru untuk mengukur opini publik telah diterapkan pada politik, perdagangan, agama, dan aktivisme sosial.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Faktor Usia Jadi Alasan BRIN Renovasi Ruang Kerja Megawati Cs Senilai Rp6,1 Miliar

Next Post

Resmi!!! Indonesia Masuk 4 Negara Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023

fusilat

fusilat

Related Posts

Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?
Feature

Hardiknas Tanpa Gairah: Prabowo Terlihat Tidak Menggebu Mencerdaskan Bangsa

May 2, 2026
Feature

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Next Post
Resmi!!! Indonesia Masuk 4 Negara Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023

Resmi!!! Indonesia Masuk 4 Negara Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023

Ziarah Penebusan Dosa, Paus Fransiskus Lawatan ke Kanada

Ziarah Penebusan Dosa, Paus Fransiskus Lawatan ke Kanada

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

Hardiknas Tanpa Gairah: Prabowo Terlihat Tidak Menggebu Mencerdaskan Bangsa

May 2, 2026

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Teddy, Gay, dan Luth

May 2, 2026
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

Hardiknas Tanpa Gairah: Prabowo Terlihat Tidak Menggebu Mencerdaskan Bangsa

May 2, 2026

Ilmu & Amal yang Berimbang Menjadi Indah & Barokah

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist