• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SBY Mulai Diametral Menentang Prabowo

Ali Syarief by Ali Syarief
January 7, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Sambil Titip Agenda Kepada Prabowo, Demokrat Akhirnya Berlabuh di KIM
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menegaskan bahwa dirinya, rakyat Indonesia, serta Partai Demokrat akan tetap memperjuangkan sistem Pilkada langsung dengan perbaikan bukanlah sekadar sikap politik normatif. Ia adalah penanda zaman: bahwa demokrasi Indonesia sedang berada di persimpangan serius, dan SBY memilih berdiri di sisi yang berseberangan secara diametral dengan arah kekuasaan Prabowo Subianto.

“Rakyat Indonesia, SBY & PD akan tetap memperjuangkan Sistem Pilkada Langsung dengan perbaikan, sesuai aspirasi saudara semua.” — SBY

Kalimat ini sederhana, tetapi sarat makna. Ia bukan hanya penegasan posisi, melainkan juga koreksi moral terhadap kecenderungan elitisme kekuasaan yang semakin menjauh dari prinsip kedaulatan rakyat.


Pilkada Langsung: Warisan Reformasi yang Terancam

Pilkada langsung adalah salah satu capaian terpenting Reformasi 1998. Ia lahir dari trauma panjang sentralisme Orde Baru, di mana kepala daerah lebih setia kepada pusat kekuasaan ketimbang kepada rakyatnya sendiri. Sistem ini memberi rakyat hak menentukan pemimpinnya secara langsung, terbuka, dan relatif setara.

SBY memahami betul konteks ini. Pada masa kepemimpinannya, Pilkada langsung bukan hanya dipertahankan, tetapi dilembagakan sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi. Meski tidak sempurna—penuh biaya politik tinggi, konflik lokal, dan praktik transaksional—SBY memilih jalur perbaikan, bukan pembatalan.

Inilah perbedaan mendasar dengan pendekatan Prabowo yang cenderung melihat demokrasi prosedural sebagai sumber kegaduhan, bukan sebagai ruang pembelajaran politik rakyat.


Versus Prabowo: Pilkada Langsung vs Pilkada Tidak Langsung

Pertentangan antara SBY dan Prabowo dalam isu Pilkada tidak bisa lagi disamarkan sebagai perbedaan teknis kebijakan. Ini adalah pertarungan dua pandangan demokrasi yang saling bertolak belakang.

Prabowo secara terbuka maupun tersirat berkali-kali menyatakan ketidaksukaannya terhadap Pilkada langsung. Baginya, demokrasi elektoral di tingkat lokal dianggap mahal, gaduh, rawan konflik, dan tidak efisien. Dari sudut pandang ini, Pilkada tidak langsung—melalui DPRD atau mekanisme elit—dipersepsikan sebagai solusi rasional demi stabilitas dan efektivitas pemerintahan.

Sebaliknya, SBY mengambil posisi yang berlawanan secara diametral. Ia menolak jalan pintas yang mengorbankan kedaulatan rakyat. Bagi SBY, problem Pilkada langsung bukan terletak pada hak memilih rakyat, melainkan pada desain sistem, tata kelola, dan penegakan hukum yang belum diperbaiki secara serius.

Di titik inilah garis pemisah menjadi tegas: ketika Prabowo ingin menarik kembali hak politik rakyat ke tangan elite, SBY justru ingin memperkuat rakyat dengan memperbaiki sistemnya.

Diametral dengan Prabowo: Bukan Sekadar Beda Pendapat

Sikap SBY kini tidak lagi bisa dibaca sebagai perbedaan teknis kebijakan. Ia telah menjadi perbedaan filosofis tentang bagaimana negara seharusnya dijalankan.

Sikap SBY kini tidak lagi bisa dibaca sebagai perbedaan teknis kebijakan. Ia telah menjadi perbedaan filosofis tentang bagaimana negara seharusnya dijalankan.

Prabowo mewakili pandangan negara kuat, sentralistik, dan elitis—di mana stabilitas sering dijadikan alasan untuk memangkas partisipasi rakyat. Dalam logika ini, Pilkada langsung dianggap mahal, berisik, dan mengganggu efektivitas pemerintahan.

Sebaliknya, SBY berdiri pada keyakinan bahwa:

  • Demokrasi memang mahal, tetapi otoritarianisme jauh lebih mahal secara historis.
  • Rakyat boleh salah memilih, tetapi mencabut hak memilih adalah kesalahan yang lebih besar.
  • Perbaikan sistem harus dilakukan bersama rakyat, bukan dengan menyingkirkan rakyat.

Di titik inilah posisi SBY menjadi diametral—berlawanan arah, bukan sekadar menyimpang sedikit.


Partai Demokrat dan Ujian Konsistensi

Bagi Partai Demokrat, pernyataan SBY adalah ujian serius. Apakah Demokrat akan konsisten menjadi partai yang menjaga warisan reformasi, atau justru larut dalam arus kekuasaan pragmatis?

SBY tampak sadar bahwa sejarah tidak mencatat siapa yang paling dekat dengan kekuasaan, melainkan siapa yang bertahan membela prinsip saat kekuasaan menyimpang. Dengan berdiri bersama aspirasi rakyat soal Pilkada langsung, Demokrat dipaksa kembali pada identitas awalnya: partai tengah yang menjunjung konstitusi, demokrasi, dan akal sehat publik.


Rakyat sebagai Subjek, Bukan Objek

Pernyataan SBY juga penting karena mengembalikan rakyat sebagai subjek politik, bukan objek kebijakan. Dalam beberapa tahun terakhir, rakyat kerap diposisikan sekadar sebagai legitimasi elektoral lima tahunan, setelah itu disingkirkan dari proses pengambilan keputusan.

Dengan menekankan frasa “sesuai aspirasi saudara semua”, SBY menegaskan bahwa demokrasi tidak berhenti di bilik suara, tetapi hidup dalam dialog, kritik, dan partisipasi berkelanjutan.


Penutup: Sikap yang Akan Diuji Sejarah

SBY mungkin tidak lagi berada di lingkar kekuasaan utama. Namun justru dari jarak itulah suaranya menjadi relevan. Ia tidak sedang berbicara sebagai presiden, melainkan sebagai negarawan yang paham bahwa demokrasi tidak runtuh sekaligus—ia mati perlahan, lewat pembenaran demi pembenaran.

Dalam konteks ini, sikap diametral SBY terhadap Prabowo bukanlah konflik personal, melainkan pertarungan arah republik: apakah Indonesia tetap mempercayai rakyatnya, atau kembali dikelola oleh segelintir elite atas nama efisiensi dan stabilitas.

Sejarah akan mencatat siapa yang memilih jalan mudah, dan siapa yang memilih jalan benar.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

Next Post

Partai Masyumi Menuntut Prabowo Luruskan Kiblat Pembangunan dan Bersihkan Kabinet dari Antek Oligarki

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Partai Masyumi Menuntut Prabowo Luruskan Kiblat Pembangunan dan Bersihkan Kabinet dari Antek Oligarki

Partai Masyumi Menuntut Prabowo Luruskan Kiblat Pembangunan dan Bersihkan Kabinet dari Antek Oligarki

Serah Terima Rektor UNISMA Bekasi, Muhammadiyah Siapkan UM.ID sebagai Kampus Pusat Keunggulan

Serah Terima Rektor UNISMA Bekasi, Muhammadiyah Siapkan UM.ID sebagai Kampus Pusat Keunggulan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist