• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

Ali Syarief by Ali Syarief
January 7, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Share on FacebookShare on Twitter

Pernyataan Ade Armando dan Irma Chaniago—“kalau ijazah Jokowi palsu, terus kenapa?”—bukan sekadar kalimat reaktif di tengah polemik politik. Ia adalah penanda zaman. Sebuah pengakuan telanjang bahwa moral publik bisa dinegosiasikan, bahkan dihapus, demi melindungi kekuasaan.

Kalimat itu sederhana, nyaris santai. Tapi justru di situlah letak bahayanya. Ia tidak lahir dari ketidaktahuan, melainkan dari kesadaran penuh bahwa kejujuran tak lagi dianggap penting selama kekuasaan aman.

Dalam negara hukum, ijazah bukan sekadar kertas. Ia simbol verifikasi, bukti administratif, dan prasyarat legal. Jika seorang pejabat publik—terlebih presiden—diduga menggunakan dokumen palsu, persoalannya bukan soal pribadi. Ia menyangkut legitimasi kekuasaan. Maka ketika ada yang bertanya “terus kenapa?”, sesungguhnya yang sedang ditanyakan adalah: apakah hukum masih relevan?

Di titik ini, Ade Armando dan Irma Chaniago tidak sedang membela Jokowi. Mereka sedang mendefinisikan ulang moral politik: bahwa kebohongan boleh ditoleransi jika dilakukan oleh orang yang “kita bela”. Ini bukan pembelaan, melainkan pembusukan.

Saya pernah menulis bahwa kekuasaan yang sehat selalu lahir dari keraguan dan pemeriksaan. Kekuasaan yang alergi pada verifikasi akan melahirkan tirani yang tersenyum. Pernyataan “terus kenapa?” adalah ekspresi alergi itu. Ia menutup ruang kritik, menertawakan akuntabilitas, dan meremehkan akal sehat publik.

Lebih jauh, pernyataan ini mencerminkan mentalitas post-truth politics: kebenaran tidak lagi penting, yang penting siapa yang berkuasa. Fakta bisa dipelintir, hukum bisa dinegosiasikan, dan etika dianggap rewel. Dalam logika ini, ijazah palsu bukan masalah, selama elektabilitas dan stabilitas terjaga.

Di sinilah sikap itu menjadi amoral. Bukan karena membela Jokowi—setiap orang berhak membela siapa pun—melainkan karena meniadakan nilai benar dan salah. Amoral karena tidak lagi bertanya apakah sesuatu itu sah, jujur, dan adil, tetapi hanya: menguntungkan atau tidak.

Jika hari ini ijazah palsu dianggap remeh, besok korupsi bisa dimaklumi, lusa pelanggaran HAM dimaafkan. Semua bisa selesai dengan satu kalimat: terus kenapa?

Publik seharusnya waspada. Pernyataan semacam ini bukan sekadar suara buzzer atau loyalis. Ia adalah gejala runtuhnya etika kewargaan. Ketika intelektual dan politisi memilih meremehkan kebenaran, maka yang sedang dipertaruhkan bukan reputasi Jokowi, melainkan masa depan moral republik.

Negara ini tidak runtuh karena kritik. Ia runtuh ketika kebohongan dianggap sepele. Dan dari mulut mereka yang berkata “terus kenapa?”, kita tahu: yang sedang mati perlahan bukan polemik ijazah, melainkan rasa malu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

JANGAN JADIKAN PETANI KELINCI PERCOBAAN DIGITAL Warning Keras Mentan kepada Dirut Bulog

Next Post

SBY Mulai Diametral Menentang Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut
Crime

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Next Post
Sambil Titip Agenda Kepada Prabowo, Demokrat Akhirnya Berlabuh di KIM

SBY Mulai Diametral Menentang Prabowo

Partai Masyumi Menuntut Prabowo Luruskan Kiblat Pembangunan dan Bersihkan Kabinet dari Antek Oligarki

Partai Masyumi Menuntut Prabowo Luruskan Kiblat Pembangunan dan Bersihkan Kabinet dari Antek Oligarki

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...