• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

JANGAN JADIKAN PETANI KELINCI PERCOBAAN DIGITAL Warning Keras Mentan kepada Dirut Bulog

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 7, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Pengakuan Jujur Menteri Pertanian
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan peringatan tegas kepada Perum Bulog yang berencana mengubah sistem pembayaran penyerapan gabah petani dari tunai ke nontunai. Peringatan itu disampaikan sebagai respons atas gagasan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, yang ingin menerapkan pembayaran digital dalam pembelian gabah petani.

Peringatan Mentan Amran ini jelas bukan sekadar imbauan normatif. Di balik sikap keras tersebut, tersimpan pengalaman empirik yang pahit: digitalisasi di sektor pertanian tidak bisa dilakukan secara serampangan. Mengubah pola pembayaran petani dari cash ke digital bukan perkara membalik telapak tangan.

Pengalaman program Kartu Tani menjadi cermin paling jujur. Program yang sejak awal digadang-gadang sebagai solusi modernisasi pertanian justru menyisakan banyak persoalan di lapangan. Banyak petani kesulitan mengaksesnya, bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak bisa memanfaatkannya. Infrastruktur belum siap, data bermasalah, edukasi minim—semuanya berujung pada satu kesimpulan pahit: program tersebut belum berjalan optimal, bahkan cenderung gagal.

Karena itulah, Mentan Amran sejak dini mewanti-wanti Dirut Bulog agar tidak tergesa-gesa. Ia mendorong agar Bulog melakukan kajian yang holistik dan komprehensif sebelum mengubah sistem pembayaran gabah petani. Belajar dari kegagalan Kartu Tani, kajian ini semestinya menjadi fokus utama tim Bulog.

Sebagai pengingat, kegagalan Kartu Tani setidaknya disebabkan oleh beberapa faktor utama.
Pertama, keterlambatan verifikasi data, sehingga banyak petani tak bisa menggunakannya.
Kedua, kesalahan dan ketidakakuratan data petani, yang membuat kartu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Ketiga, keterbatasan infrastruktur digital, terutama di wilayah pedesaan.
Keempat, minimnya edukasi, yang membuat petani tidak memahami cara penggunaan sistem digital tersebut.

Diakui atau tidak, penerapan sistem digital dalam pembayaran gabah petani memang memiliki dua sisi. Dari sisi kelebihan, digitalisasi menawarkan transparansi, efisiensi, akurasi, keamanan, serta pencatatan transaksi yang lebih baik. Petani dapat mengetahui harga dan jumlah pembayaran secara jelas, uang diterima lebih cepat, dan risiko kehilangan uang tunai dapat ditekan.

Namun, sisi lemahnya juga tak bisa diabaikan. Infrastruktur digital yang belum merata berpotensi menimbulkan kesalahan dan kerugian. Ketergantungan pada teknologi membuka risiko gangguan sistem. Tidak semua petani memiliki rekening bank atau akses layanan digital. Belum lagi ancaman keamanan data dan potensi penipuan digital.

Memang, Bulog disebut telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk menggandeng bank-bank milik negara untuk mempercepat pembukaan rekening petani di desa. Namun langkah itu saja belum cukup untuk menjamin kesiapan di lapangan.

Karena itu, peringatan Mentan Amran harus dibaca sebagai alarm serius. Ia ingin memastikan bahwa digitalisasi tidak justru menciptakan masalah baru dan menambah beban petani. Prinsip kehati-hatian mutlak diperlukan agar petani tidak kembali menjadi korban kebijakan yang dipaksakan dari atas.

Pengalaman pahit Kartu Tani seharusnya menjadi pelajaran berharga sebelum Bulog melangkah lebih jauh. Ada sejumlah aspek krusial yang wajib dipastikan:
keamanan data petani, akses yang benar-benar merata, transparansi transaksi, serta pengawasan ketat agar tidak terjadi kesalahan maupun penipuan.

Dengan mengedepankan kehati-hatian dan kesiapan menyeluruh, Bulog berpeluang menjadikan sistem digital sebagai alat yang efektif dan aman bagi petani—bukan sebaliknya. Digitalisasi harus melayani petani, bukan menjadikan mereka kelinci percobaan kebijakan.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Manuver Berdarah Amerika Serikat ke Venezuela dan Pelajaran Pahit bagi Indonesia

Next Post

Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

Sambil Titip Agenda Kepada Prabowo, Demokrat Akhirnya Berlabuh di KIM

SBY Mulai Diametral Menentang Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...