“Kalau turun gunungnya itu mau menyebarkan fitnah kepada pak Jokowi, maka PDI Perjuangan akan naik gunung agar bisa melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh pak SBY. Sebab, informasi yang diterima pak SBY sangat tidak tepat. Jadi, hati-hati kalau mau ganggu pak Jokowi,” ujar Hasto
Berawal dari pernyataan SBY, ada sinyalemen, pada Pilpres 2024 yang akan datang, tidak jujur dan tak adil, Hasto langsung, beringas menimpalinya; “jangan mengganggu Jokowi. Apa yang disampaikan SBY dan apa yang direspon Hasto, seperti yang satu perlu turun gunung, yang satu naik gunung, ketemunya dimana? Inilah perang statement brutal. Politik tonjok~menonjok angin. Tak jelas sasaran yang dihantamnya. Namun dampak kepada para simpatisan, bak sedang menghembus-hembuskan amarah dan gejolak. Memprovokasi.
Kekesalan membaca berita yang kini sedang heboh itu, lalu saya keluhkan dengan menulis kicauan, ini; “Para mantan Presiden masih menjadi aktor politik aktif. Pasti pd berantem. Untuk siapa?. Bukan untuk Rakyat Indonesia. Yg lebih aneh lagi, Presiden aktif, juga bermain politik, bersaing dengan para mantan Presiden. Siapa yg mereka perjuangkan? Amit2, sama sekali tidak mengedukasi”.
Pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang siap turun gunung menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 viral di media sosial. SBY mengetahui ada tanda-tanda Pilpres 2024 tak jujur dan tak adil.
“Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” kata SBY saat berpidato di acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, Kamis (15/4/2022).
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristianto merespons video berisi pidato Presiden Keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengaku harus turun gunung karena mencium tanda-tanda Pemilu 2024 akan tidak adil dan tidak jujur. Hasto Kristiyanto mengingatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berhati-hati jika ingin mengganggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bila yang dimaksud untuk memfitnah Jokowi, maka PDIP akan memberikan respons tegas.
“Kalau turun gunungnya itu mau menyebarkan fitnah kepada pak Jokowi, maka PDI Perjuangan akan naik gunung agar bisa melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh pak SBY. Sebab, informasi yang diterima pak SBY sangat tidak tepat. Jadi, hati-hati kalau mau ganggu pak Jokowi,” ujar Hasto
Bahasa politik memang tidak aple to aple. Banyak majas yang tersirat. Termasuk sering diwarnai dengan kepalsuan. Apakah yang dimaksud SBY itu menuduh Jokowi? Bukan kah penyelenggara Pilpres itu KPU yang konon independent itu? Lalu apa kaitannya dengan tuduhan “mengganggu Jokowi? Atau secara tidak langsung, Hasto juga ingin membangun Opini, bahwa Jokowi masih berperan disitu untuk meloloskan Jagonya?
Inilah produk dari Megawati dan SBY, masih memegang kendali Parpol, yang sejatinya mereka harus mendudukan diri sebagai guru bangsa. Memberi edukasi kepada rakyat banyak; “do and don’t”. Apa yang selama ini mereka perjuangkan, inherent suksesi Puan Maharani dan Agus Yudhoyono.


























