• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sebelum Cap Jempol Darah

fusilat by fusilat
January 11, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ir Suharto Wongsosoemarto MM, Kader PDIP

Jakarta – Jumat (10/1/2025) kemarin, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar acara peringatan hari ulang tahun ke-52.

PDIP merupakan metamorfosis dari PDI yang lahir pada 10 Januari 1973. Adapun PDI merupakan penggabungan atau fusi dari lima partai politik, yang terdiri dari tiga parpol nasionalis, yakni Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba), Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), dan dua partai keagamaan, yakni Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.

Selama era Reformasi, PDIP sudah empat kali menjadi jawara pemilihan umum, yakni Pemilu 1999, Pemilu 2014, Pemilu 2019 dan Pemilu 2024.

Apakah pada Pemilu 2029 parpol berlambang kepala banteng dalam lingkaran ini akan kembali menjadi jawara? Kita optimistis. Syaratnya, PDIP harus bisa melawati badai yang kini sedang mengempas keras.

Apakah PDIP kali ini akan mampu mengatasi badai yang mengempas keras?

Jika dilihat dari “track records” atau rekam jejaknya, PDIP diyakini akan mampu mengatasi segala rintangan yang mengadangnya.

PDIP adalah parpol yang lahir berkat elan kejuangan seluruh kader dan pemimpinnya yang tinggi. Lahirnya PDIP dilatari oleh tragedi Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli 1996.

Tragedi Kudatuli itulah puncak perlakuan zalim rezim Orde Baru kepada PDI yang kemudian bermatomorfosis menjadi PDIP pada 1999 setelah berhasil mendobrak tembok rezim dan melahirkan Reformasi 1998 bersama mahasiswa dan elemen masyarakat pro-demokrasi lainnya.

Semenjak “dikuyo-kuyo” yang kemudian melahirkan Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, Jawa Timur, tahun 1993, Ibu Megawati Soekarnoputri yang saat itu didapuk menjadi Ketua Umum PDIP selalu taat hukum dan taat asas dalam melakukan perlawanan terhadap rezim Orde Baru.

Taat hukum dengan menjunjung tinggi supremasi hukum, dan taat asas dengan menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Saat dizalimi pada Sidang MPR 1999, di mana Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri yang merupakan pemenang pemilu tidak dipilih menjadi Presiden RI, putri sulung Proklamator Bung Karno itu juga tetap konsisten atau istikamah taat hukum dan taat asas. Padahal, saat itu massa di tingkat “grass roots” (akar rumput) siap turun ke jalan. Bahkan sudah banyak yang membubuhkan cap jempol darah.

Setelah 10 tahun puasa kekuasaan dengan menjadi semacam oposisi pada era pemerintahan dua periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2002-2009 dan 2009-2014), PDIP kembali menjadi jawara pemilu pada 2014.

Kunci dari kemenangan PDIP pada 1999 dan 2014 adalah adanya “common enemy” atau musuh bersama yang menjadikan PDIP sangat solid.

Kini, ketika kembali dizalimi dengan dikhianati oleh sejumlah kadernya sendiri, PDIP dan Ibu Megawati juga tetap istikamah taat hukum dan taat asas.

Tapi ketika ada mantan kader yang mendesak Ibu Megawati mundur dari jabatan Ketua Umum PDIP, kader-kader di akar rumput pun siap membubuhkan cap jempol darah untuk membela PDIP dan Ibu Megawati. Kader-kader PDIP dari Surabaya dan DI Yogyakarta, misalnya.

Bahkan, Presiden ke-5 RI itu bukan hanya hendak dipertahankan sebagai Ketua Umum, tapi juga dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum PDIP periode 2025-2030 pada Kongres VI PDIP, April nanti.

De Jure dan De Facto

Ada dua pertimbangan mengapa Ibu Megawati dicalonkan kembali sebagai ketua umum. Pertama adalah pertimbangan “de jure” atau berdasarkan aturan. Kedua adalah pertimbangan “de facto” atau berdasarkan fakta, realita atau kenyataan.

Secara de jure, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP V yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, 24-26 Mei 2024 telah merekomendasikan Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP 2025-2030.

Rakernas diikuti seluruh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh Indonesia yang juga merupakan pemilik suara dalam Kongres PDIP VI yang akan diselenggarakan pada April 2025 mendatang.

Artinya, secara de jure Kongres VI PDIP tinggal ketok palu menetapkan Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP periode 2025-2030.

Adapun secara de facto, tak dapat dipungkiri bahwa Ibu Megawati hingga saat ini masih menjadi sosok pemersatu PDIP. Beliau ibarat tali pengikat bagi sapu lidi. Jika tali itu putus, maka lidi bisa berserakan. Jangan sampai kader-kader PDIP ibarat anak-anak ayam yang kehilangan induknya.

Secara faktual, PDIP juga masih membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas dan berkarakter seperti Ibu Megawati yang taat hukum, taat asas, pantang menyerah, dan berani melawan kezaliman, sehingga disegani kawan maupun lawan.

Tak kurang dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang memberikan testimoni ihwal taat hukum dan taat asasnya Ibu Megawati.

Pada Pilpres 2004, kata JK, Ibu Megawati tidak menggunakan kekuasaannya untuk mengintervensi alat-alat negara demi kemenangannya sebagai petahana. Padahal saat itu Ibu Megawati masih menjabat Presiden sehingga punya kesempatan untuk melakukannya.

Kini, seluruh kader dan pengurus DPP, DPD dan DPC pun akan taat hukum dan taat asas dengan melaksanakan rekomendasi Rakernas V PDIP, yakni memilih Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP periode 2025-2030.

Karakter sebagai pejuang tak kenal lelah dan menyerah seperti yang dimiliki Ibu Megawati masih dibutuhkan pada kepemimpinan puncak PDIP dalam menghadapi tantangan yang kian kompleks, baik internal maupun eksternal.

Eksternal, dalam hari-hari ini adalah menghadapi musuh bersama pihak-pihak tertentu yang hendak merongrong PDIP dengan nendesak Ibu Megawati mundur dari posisi ketua umum. Upaya itu harus kita lawan. Soliditas internal adalah harga mati. Sebelum cap jempol darah benar-benar dilakukan dan mewabah ke seluruh Indonesia.

Selamatkan Banteng Ketaton (terluka) dari luka yang lebih dalam. Perkuat soliditas. Tolak desakan agar Ibu Megawati mundur. Cap jempol darah kita siapkan. Dirgahayu PDI Perjuangan!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rencana Presiden Gelar Retret Kepala Daerah Terpilih Peroleh Dukungan Penuh Dari Pramono Anung

Next Post

Donald Trump akan Tercatat sebagai Terdakwa Kejahatan Berat Menjelang Pelantikan Presiden

fusilat

fusilat

Related Posts

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah
Feature

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Next Post
Reaksi Terhadap Putusan Trump : Aib Orang Tak Bersalah – Penjahat yang Dihukum

Donald Trump akan Tercatat sebagai Terdakwa Kejahatan Berat Menjelang Pelantikan Presiden

Akhirnya Terbantahkan, Tidak Ada  Pengroyokan Sebelum Boss Rental Mobil Tertembak Mati

Akhirnya Terbantahkan, Tidak Ada  Pengroyokan Sebelum Boss Rental Mobil Tertembak Mati

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...