• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sekeras-keras Warga Mengkritik Penguasa — Itu Bukan Pelanggaran HAM; Sekecil-kecil Aparat Negara Melakukan Kekerasan kepada Warga Negara — Itulah Pelanggaran HAM. Mindset yang Jungkir Balik dari Natalius Pigai

Ali Syarief by Ali Syarief
May 5, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Sekeras-keras Warga Mengkritik Penguasa — Itu Bukan Pelanggaran HAM; Sekecil-kecil Aparat Negara Melakukan Kekerasan kepada Warga Negara — Itulah Pelanggaran HAM. Mindset yang Jungkir Balik dari Natalius Pigai
Share on FacebookShare on Twitter

Pernyataan Amien Rais yang meminta agar kritik terhadap negara disertai dengan permintaan maaf, jika ditarik dalam ruang publik yang sehat, sebenarnya layak diuji secara serius. Namun ketika respons terhadap pernyataan itu justru datang dari seorang pejabat negara yang memiliki mandat menjaga Hak Asasi Manusia—yakni Natalius Pigai—maka persoalannya tidak lagi sekadar debat opini, melainkan menyentuh fondasi berpikir negara tentang HAM itu sendiri.

Di titik inilah muncul kegelisahan: apakah terjadi pembalikan logika dalam memahami hak dan kekuasaan?


Kritik Warga: Hak, Bukan Ancaman

Dalam prinsip dasar demokrasi, kritik warga terhadap penguasa bukan hanya diperbolehkan—ia adalah esensi dari kebebasan itu sendiri. Tanpa kritik, kekuasaan akan bergerak tanpa koreksi, dan tanpa koreksi, penyimpangan menjadi keniscayaan.

Hak untuk mengkritik dijamin dalam berbagai instrumen, baik konstitusi maupun norma universal HAM. Kritik, bahkan yang keras sekalipun, tidak otomatis menjadi bentuk pelanggaran. Ia adalah ekspresi dari:

  • kebebasan berpendapat,
  • kebebasan berekspresi,
  • dan partisipasi warga dalam kehidupan bernegara.

Menuntut agar kritik disertai “permintaan maaf kepada negara” justru membuka ruang tafsir yang berbahaya: seolah-olah negara adalah entitas yang tidak boleh disalahkan, atau lebih jauh, tidak boleh disentuh.

Padahal dalam negara demokrasi, yang harus tunduk adalah kekuasaan—bukan rakyatnya.


Negara dan Aparat: Pemegang Kuasa, Pemikul Tanggung Jawab

Berbeda dengan warga, negara memiliki legitimasi untuk menggunakan kekuasaan—termasuk kekuasaan koersif. Di sinilah prinsip HAM menjadi tegas:

Setiap tindakan kekerasan oleh aparat negara terhadap warga, sekecil apa pun, memiliki potensi menjadi pelanggaran HAM.

Mengapa? Karena:

  • Negara memiliki monopoli kekuasaan
  • Aparat bertindak atas nama hukum
  • Warga berada dalam posisi yang secara struktural lebih lemah

Maka ukuran moralnya berbeda.

Jika warga mengkritik dengan kata-kata keras—itu bagian dari kebebasan.
Namun jika aparat merespons dengan kekerasan—itu bukan sekadar tindakan, melainkan penyalahgunaan kekuasaan.


Mindset yang Jungkir Balik

Di sinilah kritik terhadap cara berpikir Natalius Pigai menjadi relevan. Sebagai Menteri HAM, posisi yang diembannya bukan hanya administratif, tetapi juga filosofis: menjaga agar negara tidak melampaui batasnya.

Namun jika narasi yang berkembang justru:

  • menggeser fokus dari perlindungan warga
  • menuju pembelaan terhadap “perasaan negara”
  • atau bahkan menempatkan kritik sebagai sesuatu yang perlu ditebus dengan permintaan maaf

maka yang terjadi adalah pembalikan logika HAM.

Dalam kerangka ini:

  • Warga yang kritis diposisikan sebagai pihak yang “bersalah”
  • Negara yang memiliki kuasa justru ditempatkan sebagai pihak yang “harus dilindungi”

Ini bukan sekadar kekeliruan retoris. Ini adalah distorsi prinsip.


HAM Bukan Tentang Negara yang Nyaman, Tapi Warga yang Aman

Hak Asasi Manusia tidak dirancang untuk membuat negara merasa nyaman.
Ia dirancang untuk memastikan warga tetap aman—terutama dari potensi penyalahgunaan kekuasaan.

Sejarah menunjukkan:

  • pelanggaran HAM hampir selalu dilakukan oleh negara atau aparatnya
  • sangat jarang—atau hampir tidak pernah—warga biasa melanggar HAM dalam arti struktural

Karena itu, mandat utama pejabat HAM adalah:

  • mengawasi negara,
  • bukan menertibkan warga yang bersuara.

Penutup: Mengembalikan Arah yang Lurus

Kritik, sekeras apa pun, adalah napas demokrasi.
Sebaliknya, kekerasan aparat—sekecil apa pun—adalah alarm bahaya bagi keadilan.

Jika prinsip ini dibalik, maka yang terjadi bukan sekadar kekeliruan berpikir, tetapi pergeseran arah negara itu sendiri.

Pertanyaannya sederhana namun mendasar:
Apakah negara berdiri untuk melindungi warganya, atau justru menuntut perlindungan dari warganya?

Di situlah ujian sesungguhnya bagi siapa pun yang mengemban amanat sebagai penjaga Hak Asasi Manusia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membaca Kontroversi Serangan Amien Rais: Antara Isu Privasi, Moralitas dan Kembalinya Dwifungsi TNI

Next Post

Kementerian Sosial Sarang Penyamun

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Kementerian Sosial Sarang Penyamun

Kementerian Sosial Sarang Penyamun

Indonesia di Mata Investor Asing: Antara Potensi Besar dan Realitas yang Mengkhawatirkan

Indonesia di Mata Investor Asing: Antara Potensi Besar dan Realitas yang Mengkhawatirkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...