• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membaca Kontroversi Serangan Amien Rais: Antara Isu Privasi, Moralitas dan Kembalinya Dwifungsi TNI

fusilat by fusilat
May 5, 2026
in Feature, Politik
0
Membaca Kontroversi Serangan Amien Rais: Antara Isu Privasi, Moralitas dan Kembalinya Dwifungsi TNI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kawan Nazar

Kegaduhan publik kembali memuncak pasca pernyataan terbuka Amien Rais yang menyoroti orientasi seksual Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Bagi sebagian kalangan
menyerang aspek personal—terutama orientasi seksual—dipandang tidak pantas. Politik seharusnya menilai kapasitas dan kinerja, bukan kehidupan privat. Dalam konteks ini, kritik terhadap Amien Rais menjadi sah. Namun dalam pusaran kekuasaan, batas antara wilayah pribadi dan kepatutan publik seringkali menjadi abu-abu. Persoalan ini bukan sekadar urusan moralitas personal, melainkan ujian transparansi dan kepatuhan hukum bagi pemerintahan Prabowo Subianto.

Transparansi Hukum di Atas Penghakiman Publik

Pernyataan Amien Rais mengenai dugaan orientasi seksual Teddy tidak bisa hanya dilihat sebagai serangan personal. Dalam perspektif moralitas yang dipegang mayoritas publik, integritas penyelenggara negara adalah harga mati. Namun, narasi ini tidak boleh dibiarkan menguap menjadi sekadar “rasan-rasan” atau rumor liar di media sosial yang didasarkan pada potongan video dan gambar tanpa verifikasi.

Solusi paling elegan adalah membawa persoalan ini ke ranah hukum. Jika Teddy merasa difitnah, jalur hukum adalah mekanisme paling adil untuk membuktikan kebenaran. Sebaliknya, jika indikasi yang dilontarkan Amien Rais memiliki dasar kuat, publik berhak tahu siapa yang berada di lingkaran inti pengambil kebijakan negara. Menyeret isu ini ke meja hijau akan menghentikan penghakiman massa yang tidak sehat dan memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak.

Kritik untuk Komdigi: Tangkas Membungkam Kritik Rakyat, Tak Berdaya Terhadap Situs Judol

Langkah cepat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam men-takedown konten terkait isu ini justru memicu kecurigaan baru. Otoritas negara seharusnya tidak bertindak sebagai “polisi moral” yang hanya tangkas membungkam kritik atau rumor yang menyasar elite.

Sangat ironis jika negara begitu energetik memberangus unggahan warga di media sosial, namun tampak tertatih-tatih dalam memberantas situs judi online yang jelas-jelas merusak struktur ekonomi rakyat. Jika konten tersebut dianggap melanggar UU ITE, buktikan di pengadilan, bukan sekadar menghapusnya secara sepihak.

Esensi Masalah: Kembalinya Dwifungsi yang Lebih “Kasar”

Di luar riuh rendah isu orientasi seksual, terdapat persoalan konstitusional yang jauh lebih fundamental dan mendesak: Legalitas posisi Teddy sebagai Sekretaris Kabinet. Penempatan militer aktif dalam jabatan Menteri Sekretaris Kabinet adalah pelanggaran nyata terhadap peraturan perundang-undangan dan semangat reformasi. Fenomena ini menandai kembalinya Dwi Fungsi TNI dengan gaya yang lebih lugas dibanding era Orde Baru. Jika aturan main dalam penempatan pejabat negara saja sudah ditabrak, maka moralitas hukum kita sedang berada dalam titik nadir.

Jangan Berhenti Pada Pusaran Rumor

Pemerintahan Prabowo perlu menyikapi kritik Amien Rais bukan sebagai gangguan kebisingan, melainkan sebagai momentum evaluasi. Memindahkan Teddy dari ring satu bukan hanya soal meredam isu moralitas, tetapi soal mengembalikan marwah institusi sipil dari bayang-bayang militeristik. Tanpa langkah tegas, pemerintah hanya akan terjebak dalam pusaran rumor dan delegitimasi hukum yang mereka ciptakan sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ilusi Bilingual: Mengapa Ekspansi Global Gagal Tanpa Kepekaan Budaya

Next Post

Sekeras-keras Warga Mengkritik Penguasa — Itu Bukan Pelanggaran HAM; Sekecil-kecil Aparat Negara Melakukan Kekerasan kepada Warga Negara — Itulah Pelanggaran HAM. Mindset yang Jungkir Balik dari Natalius Pigai

fusilat

fusilat

Related Posts

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik
Feature

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026
Feature

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026
Feature

PRABOWO DAN STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

June 20, 2026
Next Post
Sekeras-keras Warga Mengkritik Penguasa — Itu Bukan Pelanggaran HAM; Sekecil-kecil Aparat Negara Melakukan Kekerasan kepada Warga Negara — Itulah Pelanggaran HAM. Mindset yang Jungkir Balik dari Natalius Pigai

Sekeras-keras Warga Mengkritik Penguasa — Itu Bukan Pelanggaran HAM; Sekecil-kecil Aparat Negara Melakukan Kekerasan kepada Warga Negara — Itulah Pelanggaran HAM. Mindset yang Jungkir Balik dari Natalius Pigai

Kementerian Sosial Sarang Penyamun

Kementerian Sosial Sarang Penyamun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran
Feature

Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran

by Karyudi Sutajah Putra
June 20, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - "Dak gendong ke mana-mana. Dak gendong ke...

Read more
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026

PRABOWO DAN STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

June 20, 2026
An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

June 20, 2026
IJAZAH JOKOWI, PENAHANAN ROY SURYO DAN DOKTER TIFA: MENCARI KEBENARAN ATAU MEMPIDANAKAN PERTANYAAN?

IJAZAH JOKOWI, PENAHANAN ROY SURYO DAN DOKTER TIFA: MENCARI KEBENARAN ATAU MEMPIDANAKAN PERTANYAAN?

June 20, 2026

KLKL: Korupsi Lagi, Korupsi Lagi. Bosan Mendengarnya.

June 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist